MEMBANGUN PERSATUAN,KEKUATAN SERTA KEMULIAAN UMMAT ISLAM

AL-AQIDAH AL-SOHIHAH/LURUS SALAH SATU KUNCI TERPENTING DALAM PENYATUAN BARISAN KAUM MUSLIMIN

Kaum muslimin adalah satu-satunya ummat yang dilahirkan dengan sederetan predikat istimewa. Gelar-gelar eksekutif ini langsung disampaikan Alloh dan rosulNya diantaranya :

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آَمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

(QS. 3:110 )

 

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَى عَقِبَيْهِ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

”  Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Alloh; dan Alloh tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Alloh Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.” (QS. 2 : 143 )

 

وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَعَلِىُّ بْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ – وَهُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ – عَنِ الْعَلاَءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «فُضِّلْتُ عَلَى الأَنْبِيَاءِ بِسِتٍّ أُعْطِيتُ جَوَامِعَ الْكَلِمِ وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ وَأُحِلَّتْ لِىَ الْغَنَائِمُ وَجُعِلَتْ لِىَ الأَرْضُ طَهُورًا وَمَسْجِدًا وَأُرْسِلْتُ إِلَى الْخَلْقِ كَافَّةً وَخُتِمَ بِىَ النَّبِيُّونَ».

 

”  Saya diutamakan enam perkara dari para nabi : Saya diberi jawamiul kalim ,Saya ditolong dengan rasa takut (maksudnya Alloh memberi rasa takut pada hati musuh), dihalalkan bagi saya ghonimah ( harta rampasan perang ), dijadikan bumi bagi saya sebagai tempat suci dan masjid (tempat sholat) ,Saya diutus untuk makhluk semuanya dan ditutup dengan saya para nabi. ( HR. Muslim )

 

Syeh Dr. Abdul Aziz bin Muhammad Alu Abdul Latif mengatakan dalam kitab tauhidnya :

فَهُوَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْرَمُ الرُّسُلِ، وَأُمَّتُهُ خَيْرُ الْأُمَمِ،

وَشَرٍيْعَتُهُ أَكْمَلُ الشَّرَائِعِ.

Adalah Rosul paling mulia, ummatnya adalah ummat  صلى الله عليه وسلم  Beliau

Terbaik dan syariatnya adalah syariat paling sempurna.

 

Salah satu aset sangat penting bagi kaum muslimin dalam rangka menggapai kemuliaan ummat yang hakiki adalah persatuan,yang saat ini sedang mengalami penyakit kronis bahkan diambang sakaratul maut. Kecuali thoifah mansuroh yang senantiasa dalm naungan rahmat Alloh Taala

Krisis aqidah yang diikuti krisis identitas akut sehingga mereka kehilangan pegangan akar keyakinan yang kuat, mereka seperti buih banjir tidak memiliki kepribadian yang kokoh dan utuh. Potensi kemanusiaannya lemah, rusak atau bahkan hilang secara hakiki, walaupun secara simbol KTP mereka masih tersisa .Mereka mejadi manusia cinta dunia/ materialistis, mereka hanya mengekor peradaban fisik orang-orang kafir dan musyrik karena cara-cara beragama mereka mengikuti yahudi dan nashrani. Ciri pokok keyakinan meraka (Yahudi dan Nasrani) adalah kultus individu mengangkat para Nabi Alloh sebagai Tuhan tandingan sebagaimana dijelaskan Al Quran sebagai berikut :

 

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

”  Orang-orang Yahudi berkata :”Uzair itu putera Alloh” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Alloh”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut-mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Dilaknati Allohlah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?”

( QS. 9 : 30 )

 

 

KARAKTERISTIK PENDIDIKAN ISLAM “Integral”

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

Salah satu kehebatan Islam adalah senantiasa meletak-kan sesuatu secara adil. Pendidikan Islam merupakan suatu sistem pendidikan yang meletakkan dasar-dasar pendidikan secara utuh, seimbang antara berbagai aspek baik aspek aqliyah, ruhiyah, maupun jasadiyah; unsur dzikir, fikir, dan ikhtiar; pengembangan personal dan komunal; mengembang-kan kepercayaan metafisis maupun empiris, memberi beban materi dan metodologi serta perhatian terhadap dunia dan akhirat dll. Dengan sistem ini, pendidikan Islam mampu menghasilkan sosok pribadi yang utuh.

KARAKTERISTIK PENDIDIKAN ISLAM “Robbaniyah”

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

Inilah dasar ideologis yang luar biasa dalam pendidikan Islam. Dasar ini pula yang menyebabkan pakar non muslim barat “JEAN L HEURENS” mengatakan : “Islam mempunyai daya takluk yang sangat luar biasa secara damai terhadap jiwa dengan kesederhanaan teologinya, kejelasan dogma dan asas-asanya…”.

Dengan prinsip ini, setiap objek didik diberi konsumsi ilmu tauhid yang sangat dasyat, yang mampu memerdekakan dirinya, sehingga menjadi orang yang paling merdeka hidupnya. Sedangkan kemerdekaan adalah salah satu hakikat asasi makhluk untuk bisa dikatakan sebagai manusia. Pendidikan adalah memanusiakan manusia, seni membangun manusia. Manusia pada hakikatnya belum dikatakan manusia yang sebenarnya kecuali dalam dirinya ada “kemerdekaan.” Itulah sebabnya Allah SWT memberikan hikmah besar kepada Lukmanul Hakim karena mengajarkan anaknya dengan tauhid:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لا بْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَابُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ(13)

“Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah karena sesungguhnya menyekutukan Allah adalah dosa yang paling besar.”

(QS. Luqman : 13)

ADAB ORANG YANG ‘ALIM DAN MUTA’ALLIM

Kontributor : Panitia PSB

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

Dari Said Al Hudri ia berkata : Rasulullah SAW bersabda

تعلموا العلم وتعلموا له السكينة والوقر وتوضعوا لمن تعلموا نه ولا تكون جبا برة العلماء

“Belajarlah kalian Al Ilmu, dan pelajarilah adab dan kesopanan (menjaga ketenangan dan kewibawaan) dan bersikaplah rendah hati (tawadhu’) kepada (orang ) tempat kalian menimba ilmu, dan janganlah kalian berlaku sombong kepada ‘ulama.”

Ibnu Abbas berkata : Bahwa Nabi SAW bersabda :

علموا ويسيروا ولا تعسروا ثلا ث

 “Ajarkanlah oleh kalian ilmu, mudahkanlah dan jangan dipersulit bagi penuntut ilmu-3x.”

Membangun Generasi Akhirat yang Sukses di Dunia