Semua tulisan dari admin

Membentuk Karakter Disiplin dengan berlatih PBB

PBB (Peraturan Baris Berbaris) merupakan suatu wujud fisik yang diperlukan untuk menanamkan kebiasaan tata cara hidup suatu organisasi masyarakat yang diarahkan kepada terbentuknya karakter tertentu. Tujuannya supaya menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan, disiplin sehingga dengan demikian senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan individu, dan secara tak langsung juga menanamkan rasa tanggung jawab.

Menumbuhkan adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan untuk tugas pokok tersebut sampai dengan sempurna. Rasa persatuan adalah rasa senasib sepenanggungan serta adanya ikatan batin yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.

Pandangan lurus kedepan

Disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan individu yang hakikatnya tidak lain dari pada keihklasan, penyisihan/menyisihkan pilihan hati sendiri.

Islam mengajarkan segala ajaran, arahan, dan larangannya merangkum segala aspek kehidupan manusia. Termasuk didalamnya terdapat konsep mengenai bela negara. Banyak orang mengira bahwa konsep bela negara bertentangan dengan Islam yang mengharuskan berukhuwah antar sesama muslim tanpa ada sekat dalam negara. Bela negara merupakan salah satu perwujudan berukhuwah dalam Islam, yakni ukhuwah wathoniyah yang berarti mencintai dan bersaudara dengan yang sebangsa dan setanah air.

Walaupun sekarang kita tidak perlu lagi berperang melawan penjajah, kita harus memiliki kesadaran bela negara sebagai bangsa Indonesia. Kesadaran bela negara adalah dimana kita berupaya untuk mempertahankan negara kita dari ancaman yang dapat mengganggu kelangsungan hidup bermasyarakat yang berdasarkan atas cinta tanah air. Kesadaran bela Negara juga melahirkan rasa nasionalisme dan patriotisme.

Sikap hormat

Dalam perjalanannya, bela Negara di bangun untuk mewujudkan nilai nasionalisme dan persatuan yang terkemas secara simbolis dalam PBB (Peraturan Baris Berbaris). Peraturan Baris Berbaris (PBB) terwujud dalam suatu latihan wujud fisik yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu. Melalui PBB santri dapat berlatih untuk pembiasaan diri melalui kegiatan PBB. Kegiatan PBB bukan hanya berhenti pada kegiatannya saja tetapi yang lebih penting adalah penghayatan mengenai makna nilai-nilai kegiatan PBB melalui analisis berdasarkan prespektif Alquran yang telah di jelaskan di atas. Kemudian di implementasikan maknanya dalam kehidupan sehari-hari.

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk” ( .Qs.3:103).

Bisa karena terbiasa


Bagikan

ISI LIBURAN ISLAMI, MENDIDIK, DAN MENYENANGKAN DENGAN PESANTREN LIBURAN

LPPT Ulul Abshor sebagai salah satu pendidikan dan dakwah mengemban misi untuk mencetak SDM yang berkualitas. Menjelang libur tiba bukan berarti santri akan libur dengan kegiatan tanpa manfaat, namun santri perlu adanya kegiatan yang bernuansa islami, mendidik dan menyenangkan. Pesantren liburan adalah salah satu wahana alternatif kegiatan liburan santri dalam rangka memantapkan pembinaan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT, melatih ibadah, akhlak serta bersosialisasi dengan lingkungan luar dengan harapan melatih siswa terbiasa dan dapat bersosialisasi di lingungan luar.

Adapun nilai yang diharapkan dari pesantren liburan yaitu :

  1. Adanya suasana kebersamaan dan kesederhanaan;
  2. Adanya suasana kekerabatan dan kekeluargaan;
  3. Adanya peningkatan pengalaman, penghayatan, dan praktik dalam kehidupan sehari-hari.



kegiatan dauroh dengan ustadz Kastori

Tujuan dilaksanakan Pesantren Liburan adalah dapat meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan siswa tentang ajaran agama Islam berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain itu kegiatan ini diharapkan dapat memperdalam, memantapkan, dan meningkatkan penghayatan ajaran agama Islam khususnya tentang keimanan, ibadah, akhlak, Al Qur’an, dan As Sunnah.

Ustadz Alif sedang menyampaikan materi “Pesan Rahasia Orang Tua”


Banyak kegiatan yang bisa dilakukan dalam pesantren liburan seperti kajian subuh, dauroh, seminar, outdoor games, dan tentunya tidak kalah menarik adalah berkuda.

Rasulullah SAW bersabda, “Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah” (Riwayat Sahih Bukhari/Muslim). Rasulullah SAW, “Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda).” (Riwayat Muslim). Dari hadist ini menggambarkan bahwa ada anjuran bagi kita serta anak-anak kita untuk di ajarkan mengenal dan menaiki kuda. Adapun manfaat yang bisa didapatkan dengan berkuda yaitu :

  1. Meningkatkan kekuatan otot
  2. Meningkatkan akselerasi reflek tubuh
  3. Mencegah kram otot
  4. Meningkatkan pergerakan tulang sendi
  5. Meningkatkan sistem kardiovaskular
  6. Meningkatkan sirkulasi dara
  7. Menstimulasi integrasi sensor
  8. Meningkatkan penglihatan sehingga meluas
  9. Meningkatkan tanggung jawab, kesabaran, kedisiplinan dan rasa percaya diri
Berkuda kaya manfaat…
Pengumuman-pengumuman bersama Ustadz Puguh

Kegiatan di alam terbuka (outdoor) dapat menjadi sarana untuk menambah wawasan pengetahuan. Banyak kegiatan bermanfaat yang bisa dilakukan di alam terbuka, salah satu contohnya adalah outbound. Kegiatan outbound merupakan serangkaian permainan petualangan baik yang dilakukan perorangan maupun kelompok untuk memacu semangat dan kreativitas seseorang. Outbound juga dapat dimainkan oleh berbagai usia mulai dari anak-anak hingga dewasa. Lalu apakah kegiatan outbound atau kegiatan outdoor lainnya memungkinkan diikuti oleh mereka yang memiliki kondisi khusus, seperti berkebutuhan khusus, menderita gangguan jiwa, memiliki keterbatasan fisik serta sedang dalam proses rehabilitasi? Jawabannya adalah sangat memungkinkan, tentunya dengan pendampingan dari guru dan instruktur yang sudah berpengalaman.

Outdoor activity


Adapun kajian subuh diharapkan dapat melatih santri untuk mengamalkan sunnah Rasullullah halallahu alaihi wassalamsebagaimana hadist yang menyebutkan ” Barangsiapa menegakkan salat subuh berjamaah di masjid, lalu dia duduk berzikir (tadurrusan) sampai matahari terbit, lalu menegakkan salat dua rakaat, maka dia akan meraih pahala haji dan umrah. Rasulullah melanjutkan salat, ” sempurna, sempurna, sempurna.” (HR At-Tirmidzi). Selain itu ada hadist yang menyebutkan “ Siapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu syar’i, maka dia berjihad di jalan Allah hingga ia kembali” (HR At Tirmidzi).

Kajian subuh bersama ustadz Kastori


Bagikan

Amalan Para Muwahhidin (Pemegang Tauhid) ; Amal Pokok, Amal Tambahan dan Amal Bonus

Setiap Rabu selepas sholat dhuhur, Ponpes Terpadu Ulul Abshor punya agenda rutin berupa kajian akidah. Kajian ini diikuti oleh segenap guru dan karyawan LPPT Ulul Abshor serta santri dari kelas 7 SMP s.d. 12 MAK. Dari kajian ini setiap santri diberi tugas untuk meresume materi kajian yang sudah disampaikan oleh Ustaz Kastori, Pengasuh Ponpes Terpadu Ulul Abshor. Salah satu resume kajian yang berhasil dikerjakan adalah sebagai berikut :

Artikel Kajian Dakwah Salafiyyah adalah dakwah yang asli karena ajakannya untuk kembali pada Islam yang asli, yang isinya masih utuh dari Al-Qur’an dan Sunnah Baginda Rosul Shollallohu ‘alaihi Wasallam serta faham para Sahabat Rodhiyallohu ‘anhum. Alloh Ta’ala berfirman :

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ   

Artinya:

Katakanlah (Wahai Rasul) “Inilah jalanku. Aku menyeru kepada jalan Alloh dengan ilmu bersama orang-orang yang mengikutiku . Maha Suci Alloh dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik.”) (Yusuf: 108)

Keterangan perkata :

قُلْ : katakanlah (wahai Rasul)

هَذِهِ سَبِيلِي : dakwah dan jalanku (risalah dakwah)

أَدْعُو : dakwah secara terus-menerus

إِلَى اللَّهِ : tujuan yang benar yang berorientasi ketuhanan

عَلَى بَصِيرَةٍ : dengan ilmu keyakinan dariku (Alloh) yaitu kurikulum yang jelas

أَنَا : Aku (Rosululloh S.A.W.)

وَمَنِ اتَّبَعَنِي : para prajurit yang senantiasa patuh yaitu para Sahabat dan Tabi’in serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik

وَسُبْحَانَ اللَّهِ : bertasbih kepada Alloh dan menyucikan-Nya agar tidak ada bagi-Nya tandingan dalam kerajaan maupun

وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ : orang-orang yang mengesakan Alloh

Petunjuk Ayat :

  • Menugaskan dakwah di jalan Alloh untuk setiap mukmin sebagai pengikut Rosululloh S.A.W.
  • Menjelaskan keutamaan dakwah di jalan Alloh dan kemuliaan para juru dakwah yang mengamalkan seruannya.
  • Menerangkan bahwa dakwah di jalan Alloh bagi orang islam hukumnya adalah wajib.
  • Menjelaskan kehebatan dakwah yang berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadist.
Bagikan