Arsip Kategori: Lowongan Pekerjaan

LOWONGAN GURU DAN KARYAWAN

Bismillah ….

Dibutuhkan segera Guru (Guru Mapel/Guru Kelas) dan karyawan untuk ditempatkan dijenjang SD/SMP/MA. K Ulul Abshor

Kirimkan lamaran lengkap ke LPPT Ulul Abshor Semarang

Jl. Karangrejo II No. 25 A Banyumanik, Semarang

Maksimal tanggal 11 Juli 2017

Informasi :

Ustadzah yanti : 081901855165

Ustadzah Fathoni : 082133602032

Muhasabah Diri

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

PONPES. TERPADU Ulul Abshor

brosur-smp-anyar-depan

Ada seorang fakir miskin melewati jalan di Madinah. Di sepanjang jalan, dia sering melihat orang-orang makan daging. Dia pun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan daging. Dia pulang ke rumahnya dengan hati jengkel.

Sesampai di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus. Dengan hati terpaksa, dia memakan kedelai itu seraya membuang kupasan kulitnya ke luar jendela. Dia sangat bosan dengan kedelai.

Dia berkata pada istrinya :

*“Bagaimana hidup kita ini…? Orang-orang makan daging, kita masih makan kedelai.”*

Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan di pinggir rumahnya. Alangkah terkejutnya, *dia melihat seorang lelaki tua duduk di bawah jendela rumahnya, sambil memungut kulit-kulit kedelai yang tadi ia buang dan memakannya* seraya bergumam :

ﺍﻟﺤﻤﺪﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺭﺯﻗﻨﻲ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺣﻮﻝ ﻣﻨﻲ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ

*“Segala Puji bagi Allah _subhanahu wata’ala_ yang telah memberiku rezeki tanpa harus mengeluarkan tenaga.”*

Mendengar ucapan lelaki tua itu, dia menitikkan air mata, seraya bergumam :
ﺭﺿﻴﺖ ﻳﺎ ﺭﺏ

*”Sejak detik ini, aku rela dengan apapun yang Engkau berikan Yaa Allah…”*

Rezeki itu yang penting mengalir, besar kecil yang penting ada alirannya. Jangan berharap mengalir seperti banjir, jikalau tak bisa berenang maka bisa tenggelam.

ﺇﻟﻰ ﻣﺘﻰ ﺃﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﺬﺍﺕ ﻣﺸﻐﻮﻝ
ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ

_*”Sampai kapan engkau sibuk dengan kelezatan, sedangkan engkau akan ditanya tentang semua yang kau lakukan.”*_

Berkata Ali bin Abi Thalib _radhiyallahu anhu_ :

ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﻤّﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺑﻄﻨﻪ ﻛﺎﻧﺖ
_*“Barang siapa perhatiannya hanya pada apa yang masuk ke dalam perutnya, maka nilai seseorang tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya”

Duluuu.. saya pikir, rizqi itu berwujud uang, banyak job, urusan kerjaan lancar, banyak tabungan, punya banyak asset disana-sini, Intinya : harta.

Setelah mencari tau apa makna rizqi dalam Islam (sesuai yg tertera dalam alquran dan hadits), ternyata saya salah besar.

Ternyata,
▪langkah kaki yg dimudahkan untuk hadir ke majelis ilmu, itu adalah rizqi.

▪langkah kaki yg dimudahkan untuk shalat berjamaah di masjid, adalah rizqi.

▪hati yg Allah jaga jauh dari iri, dengki, dan kebencian, adalah rizqi.

▪punya temen2 yang sholeh dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itu juga rizqi.

▪saat keadaan sulit penuh keterbatasan, itu juga rizqi. Mungkin jika dalam keadaan sebaliknya, justru membuat kita kufur, sombong, bahkan lupa diri.

▪punya orang tua yang sakit2an, adalah rizqi, karena merupakan ladang amal pembuka pintu surga.

▪tubuh yang sehat, adalah rizqi. Bahkan saat diuji dengan sakit, itu juga bentuk lain dari rizqi karena sakit adalah penggugur dosa.

▪dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk2 rizqi yang tidak kita sadari…

_Justru yang harus kita waspadai adalah ketika hidup kita berkecukupan, penuh dengan kemudahan dan kebahagiaan, padahal begitu banyak hak Allah yang tidak kita tunaikan;_
Itulah: *Istidraj.*

Nasrun MinAllah wa Fathun Qorriib. Wa bashiril Mu’minin

Indahnya nikmat berpuasa…..

Waspada Selama Puasa Ramadhan

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

PONPES. TERPADU ULUL ABSHOR

brosur-smp-anyar-depan

Oleh. Ustadz DR.Firanda Andirja, Lc MA hafidzohulloh.

Selamat melaksanakan ibadah puasa bulan Ramadhan, semoga dimudahkan berpuasa yg berkualitas, penuh dengan lantunan al-Qur’an dan sholat malam serta sedekah.

Waspadalah dengan hal-hal yg mengurangi kualitas puasa anda sehingga berkurang pahalanya atau sirna. Karenanya :

1) Jauhi ghibah, karena ghibah akan menggugurkan pahala puasa anda, bahkan menurut segelintir ulama membatalkan puasa. Ghibah dijadikan lezat oleh syaitan, karenanya diantara perkara yg sangat menarik adalah menonton atau membaca berita ghibah.

2) Tundukan pandangan, agar pahala puasa anda tidak terkikis dengan aurot wanita yg terpajang di FB apalagi Youtube.

3) Waktu untuk ngenet jangan sampai lebih banyak daripada membaca al-Qur’an, sungguh ini adalah jebakan syaithan

4) Jauhi menghabiskan waktu dengan menonton sinetron yg isinya banyak memamerkan aurot wanita dan melalaikan dari akhirat. Demikian juga ngabisin waktu dengan main game dan semisalnya yg tdk bermanfaat.

5) Jauhi ngabuburit apalagi di jalanan sehingga pandangan tak bisa terjaga.

6) Kurangi ngobrol dengan makhluk, banyakan porsi untuk membaca perkataan Rabb mu.
Kebanyakan ngobrol dengan makhluk akan mengeraskan hati, adapun membaca firman Kholiq akan melembutkan dan membahagiakan hati. Jangan sampai anda menutup al-Qur’an karena bosan dengan firman Allah demi mendengar perkataan dan ngobrol dengan makhluk.

7) Perhatian terhadap dapur penting, tapi bukan yg terpenting, jangan sampai waktu terlalu banyak tersita untuk dapur sementara kehabisan waktu untuk ngaji al-Qur’an.

8) Semangat beribadah tatkala Ramadhan tapi hati-hati jangan sampai terjerumus dalam riya’ dan ujub karena menulis ibadah di status BB, FB, atau WA.

Contoh (Alhamdulillah sudah khatam Qur’an 5 kali), atau (Sedang i’tikaf mohon jangan mengganggu), atau (Alhamdulillah sempat menyantuni anak yatim di bulan mulia ini), dll.

Meskipun menyiarkan ibadah tidaklah haram, tetapi menutup pintu-pintu riya’ dan ujub lebih baik, kecuali untuk memotivasi.

9) I’tikaf adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan ajang untuk ngobrol ngalur ngidul. Jangan sampai warung kopi pindah ke dalam mesjid dengan dalih i’tikaf.

10) Menjelang lebaran, di 10 malam terakhir jangan lupa mengejar lailatul qodar, jangan sampai waktu mencarinya kebanyakannya di mall atau di jalanan.

Semoga Allah memudahkan kita semua mendapatkan ampunanNya di bulan yg mulia ini. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.
___

📱 Dipost Ustadz Firanda Andirja, MA -hafizhahullah-

Tindakan Wajar Yang Dianggap Luar Biasa

brosur-smp-anyar-depan

Budaya barat sudah mewabah tinggi. Bukan hanya menjurus ke perilaku sehari hari, tapi juga pola pikir generasi bangsa. Rencana mereka menyebarkan dan menancapkan budaya mereka pada orang orang Timur berhasil seratus persen. Semuanya ditiru, mulai cara bicara, berpakaian, berpenampilan, bahkan hiburan. Semuanya berasal dari barat.

Sesungguhnya di luar konteks, orang Timur adalah orang orang sesantun santun golongan. Tidak ada budaya indah selain budaya Timur. Mereka memiliki budaya khas, tinggi, dan menyentuh. Dan sangat tidak masuk akal jikalau dilengserkan begitu saja oleh budaya budaya yang melemahkan banyak orang. Tapi apa daya, seluruh media menjadi sasaran empuk barat untuk mengharuskan orang Timur meniru budaya mereka. Padahal faktanya budaya itu di Negara Negara barat sangatlah bobrok diaplikasikan. Salah satu budaya yang menancap drastis dan ditiru oleh anak bangsa negeri ini adalah pola pikir,” gak gaul kalau anak muda tidak pacaran.”

Lalu apa akibatnya ?

Di Negara barat sudah biasa bencana ini terjadi, yaitu gadis gadis usia dini sudah memiliki anak, sangat sulit ditemukan gadis masih perawan di usia belia di luar nikah. Hal itu sudah biasa di sana. Tapi untuk orang Timur yang sangat santun pada lingkungan. Dan karena meniru, bencana itu pun mewabah ke negeri ini. Di kota kota besar, banyak gadis masih sekolah sudah tidak lagi perawaan. Di kota kota besar mana pun jumlah persentasenya sangat besar.

Yang saya bahas ini adalah menyangkut religi. Karena budaya barat bukan hanya membunuh budaya timur, tapi juga nilai nilai religi yang sejatinya wajar dilakukan menjadi hal “ aneh “ oleh mata orang disebabkan budaya barat sudah menancap di otak mereka.

Oh ya luar biasa yang saya maksud bukan luar biasa wah. Tapi luar biasa diluar konten kebiasaan secara umum, sehingga dianggap tidak biasa oleh banyak orang.

Apa saja itu ?

1. Ahli Ibadah

Anda muslim ? Anda mengaku Allah sebagai Tuhan dan Muhammad Bin Abdullah sebagai Rasulullah ? Anda percaya dan melaksanakan perintah Allah ? Mengaplikasikan seluruh hadits Rasulullah, terutama perintah perintah yang sangat ditekankan ?

Jika Anda jawab “ ya “

Maka jawab dengan pertanyaan jujur.

Apa hukum sholat fardhu lima waktu ? Lebih bagus mana memakai pakaian muslim putih bersih di banding kaos oblong di bawa ke masjid untuk sholat ? Lebih bagus mana sholat di rumah sendirian atau di masjid dengan tepat waktu ?

Anda pasti tau jawabannya. Tapi saya aplikasikan tindakan memilukan yang mencederai hakikat tindakan wajar dengan menganggap tindakan itu seolah pasti,” masuk surga.” Seolah “ pasti mendapat syafaat” Seolah “ menyamai derajat nabi “ seolah “ penghuni surga sepenuhnya.”

Di kota besar yang sudah mewabah budaya barat, jikalau seorang dengan pakaian putih bersih menuju ke masjid setiap hari, tepat waktu, maka dia akan diperbincangkan, dan seolah “ Wah.” Seolah sudah menyamai alim ulama, orang orang terdahulu yang sangat takut akan akhirat.

“ Sok alim “ “ Wah, alim banget orang itu.”

Bahkan lebih miris lagi, anggapan bahwa rajin beribadah itu hanya dikalangan santri bagi anak muda. Dan orang tua yang mau meninggal. Kalau ada anak muda rajin ibadah, pasti itu dari pesantren, pikir mereka.

Sesungguh hal itu wajar dilakukan. Ibadah ibadah apa pun sesungguhnya itu wajar karena kita muslim. Jadi untuk menunjukkan identitas kita sebagai muslim, maka kita laksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Nya. Jadi sangat tidak disamakan dengan “ ahli surga” seolah perjuangan ibadah yang dilakukan seorang itu menyamai derajat nabi.

Yang ingin saya sampaikan, ibadah rutinitas apa pun lantas tidak membuat kita lupa diri bahwa itu memang bentuk aplikasi pengakuan diri bahwa kita muslim. Itu belum sepenuhnya menjamin bahwa kita menjadi penghuni surga atas aplikasi ibadah yang sejatinya sedikit di banding orang orang terdahulu. Yuk sadar.

2. Ahli Al Qur’an

Membaca Al Quran menjadi aktifitas tidak sepenuhnya dilakukan oleh muslim. Budaya barat sudah mewabah sehingga melupakan hakekat sebenarnya identitasnya, di antaranya menjadi ahli Al Quran. Membacanya saja jarang, apalagi menghafal, apalagi mempelajari isi Al Quran yang bahkan orang kafir saja terkagum kagum isi dan syahdu bacaannya.

Anda muslim ? Anda mengaku Allah sebagai Tuhan ? Sudahkah Anda menjadi Ahli Al Quran ?

Kalau sudah, hal itu wajar karena Anda muslim. Anda hafal banyak surat Al Quran itu wajar karena Anda muslim. Anda tau maksud isi Al Quran itu wajar karena Anda muslim. Anda tau music terbaru atau sinetron terbaru, sampai hafal lirik lirik lagunya itu tidak wajar jikalau menimbang identitas Anda sebagai seorang muslim. Karena music, sinetron bukan esensi seorang muslim.

Jadi tidak patut seorang muslim mengatakan dirinya sudah menjadi “ calon penghuni surga” hanya disebabkan dirinya sering membaca Al Quran, menghafalnya, dan mempelajarinya. Karena kita muslim, maka kita melakukannya.

Lha yang tidak wajar gimana ?

Tanpa saya beritahu, Anda juga tahu.

3. Ahlul Ilmi

Apakah ibadah Anda saat ini di dasari dengan ilmu ? Sholat Anda saat ini semuanya gerakannya dan bacaannya berasal dari ilmu ? Atau sekadar gerakan gerakan tanpa pengetahuan dan sumber jelas ?

Maka jika ibadah dalam bentuk apa pun di dasari oleh ilmu, itu wajar. Itu bukanlah hal luar biasa bagi seorang muslim. Karena seorang muslim melakukan ibadah dengan ilmu itu sangatlah wajar. Jadi seorang muslim menjadi ahli ilmu itu wajar karena dia seorang muslim. Jika dia bukan seorang muslim dan meyakini ajaran lain, itu urusan mereka. Tapi bagi seorang muslim, hal itu wajar.

Bisakah ibadah tanpa ilmu ? Tidak akan bisa. Bisakah zakat tanpa ilmu ? Tidak bisa, Anda harus tau seluk beluknya ? Bisakah sholat tanpa ilmu ? Tidak bisa, Anda harus tau bacaan dan keshahihan gerakannya. Bisakah memahami Al Quran tanpa ilmu ? Tidak bisa, karena ilmu untuk memahami Al Quran adalah satu satunya cara.

Jadi itu suatu bentuk kewajaran.

4. Bisa Bahasa Arab

Mungkin kedengarannya sedikit kontroversial di telinga Anda. Tapi saya akan buktikan hal itu wajar, atau bukan sesuatu yang luar biasa bagi seorang muslim.

Sudah khusyukkah sholat Anda ?

Jika “ ya “. Oke, saya setuju.

Tapi saya balik bertanya, “ pernahkah Anda menangis ketika sholat ?”

Menangis di sini bukan disebabkan urusan dunia, seperti hutang, lagi sakit, dan problem lain. Tapi konten sholat tadi. Jawab ?

Jika “ Ya “. Baik, saya setuju.

Berarti Anda memahami maksud di balik lafadz lafadz Anda ketika sholat. Ketika Anda lihat mana pun dan di mana pun menangis ketika sholat, itu disebabkan mereka memahami betul makna di balik lafadz lafadz yang dilantunkan dalam sholat.

Jika Anda tidak tau maknanya, maka kemungkinan atau bahkan tidak mungkin dada Anda terasa getaran hebat, atau ketakutan mendalam, atau puncak kebahagiaan jiwa ketika Anda melaksanakan sholat.

Jadi termasuk syarat kekhusyukan ibadah dengan tau makna di balik lafadz lafadz ibadah itu. Dan tentu saja semua tau, Bahasa Arab menjadi Bahasa agama kita. Untuk itu orang muslim tau dan bisa Bahasa Arab itu wajar, bukan hal aneh karena dia seorang muslim.

Bahasa Arab adalah Bahasa terlezat di dunia. Dari huruf ke huruf menunjukkan aroma ilmu tinggi, menunjukkan puitis kesejukkan jiwa, di balik huruf hurufnya menyimpan sejuta rahasia yang sangat tidak bosan di bahas kapan pun. Maka pelajarilah, itu suatu kewajiba seorang muslim. Bahkan Umar Bin Khattab,” Pelajarilah Bahasa Arab, karena Bahasa Arab bagian dari agamamu.”

Memang sungguh benar. Bahasa Arab adalah Bahasa agama kita.

Apakah sulit mempelajarinya ?

Tidak. Langit menyuruh kita mengharuskan bisa Bahasa Arab untuk memahami lebih detail Islam. Maka juga memberi keringanan di banding memahami Bahasa lain. Bahasa Arab tidaklah sulit. Jika orang bilang itu sulit. Sesungguhnya dia bukan mengalami kesulitan, tapi malas. Belum paham tapi menyerah duluan. Apalagi belum belajar udah kalah duluan.

Mana buktinya ?

Siapa Salman Al Farisi ? Dia memang sahabat Rasulullah. Tapi saya Tanya, apakah dia orang Arab Asli ? Apakah dia dilahirkan di tanah Arab dan ngomong pakai Bahasa Arab dalam keseharian ?

Tidak. Salman Al Farisi adalah orang Persia. Persia kini termasuk Negara bagian Iran atau Irak. Kita tau mereka bukan orang Arab dan tidak memakai Bahasa Arab dalam keseharian walaupun sama sama Timur tengah. Berarti sama sekali beda. Bahasa mereka pun beda.

Tapi berapa lama Salman bisa sepenuhnya menguasai Bahasa Arab dari nol menjadi master ?

Dia hanya butuh waktu 2 bulan saja. Bayangkan 2 bulan saja.

Jadi Bahasa Arab tidaklah sulit. Dan harus dipelajari karena kita muslim.