Arsip Kategori: Agenda

Menerima & Menyalurkan Hewan Qurban

“Nabi Shalallahu alaihi wa sallam berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk.  Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. [Muttafaq ‘Alaihi]

idul adha

Segala puji bagi Allah, Rabb sekalian alam, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada penghujung Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wasallam., keluarganya, shahabatnya, dan orang-orang yang senantiasa komitmen mengikuti mereka sampai yaumul qiyamah.

Bulan Dzulhijjah semakin dekat. Bulan dimana kaum muslimin melaksanakan ibadah haji. Bulan dimana tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari pertama bulan (Dzulhijjah) ini, serta amal ibadah lainnya termasuk di dalamnya berqurban. Untuk itu kami, Panitia Idul Adha 1437 H Pesantren Terpadu Ulul Abshor memberitahukan bahwa kami siap menerima, mengelola dan menyalurkan hewan qurban dari Bapak / Ibu dengan memperhatikan sunnah Rosulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam.

Bagi Bapak / Ibu yang hendak menyalurkan hewan Qurban kepada kami, dimohon untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Pengadaan hewan Qurban dilakukan sendiri atau jika mengalami kesulitan, panitia bisa membantu.
  2. Menyerahkan infaq pengelolaan Rp 100.000,- (untuk kambing) dan Rp 700.000,- (untuk sapi).
  3. Penyerahan hewan Qurban dimohon dilakukan pada H-1 (malam penyembelihan)
  4. Disunnahkan penyembelihan hewan Qurban dilakukan sendiri, setidaknya turut menyaksikan.
  5. Untuk hal-hal yang kurang jelas tentang penyaluran hewan Qurban, bisa menghubungi Pak Suharno (085647965681) / Pak Zaenal (081902181977)

Demikian surat ini kami sampaikan, semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala menerima amal sholih kita. Atas perhatian dan partisipasi Bapak/Ibu kami ucapkan Jazakumullahu Khoiron Katsir.

Semarang, 19 Dzulqo’dah 1437 H

22 Agustus 2016

Mengetahui,

Ponpes Terpadu Ulul Abshor                                                     Ketua Pelaksana

 

Drs. Kastori                                                                                M. Agus Zaenal Arifin.

Bagikan

SAHABAT SETIA HINGGA SURGA

Bismillaah……….

Di tengah keterasingan, aku mencoba memaknai persahabatan dan di kala kesulitan menghimpit aku berusaha merenungkan tafsir Kesetiaan…

14045703_822651257865877_631464731320740263_n

Di tengah gangguan bersosialisasi aku berjuang mengurai benang kusut kejujuran dalam pergaulan…

Memang benar kata para ulama,, sahabat ada empat:

Pertama, teman laksana makanan yang dibutuhkan untuk kehidupan.

Kedua, teman laksana obat yang dibutuhkan saat kesakitan.

Ketiga, teman laksana racun amat bahaya bila ditelan.

Keempat, teman laksana virus senantiasa menularkan penyakit saat berdampingan.

Para ulama salaf, waspadalah bersahabat dengan banyak orang, karena mereka pada umumnya, tidak mudah mentolelir kekurangan, kurang bisa memaafkan kesalahan, mudah mengumbar aib, mudah marah dalam urusan sepele, dan gampang hasud dengan kenikmatan besar maupun kecil.

Jangan kamu jadikan seseorang sebagai sahabat sebelum Anda mengujinya dengan lamanya pergaulan, amanah dalam masalah uang, membantumu dalam kesulitan, dan setia dalam bepergian.

Ribuan orang pernah bertegur sapa dan berpapasan denganku, ada yang masih aku ingat namun banyak yang terlupa moga semuanya bisa jumpa di Surga.

Banyak sekali kebaikan yang aku petik dan hikmat yang aku dapatkan dari harga sebuah persahabatan…

Atha berkata, carilah temanmu saat menghilang, barangkali dia sedang sakit perlu ditengok, atau sedang menghadapi kesulitan perlu bantuan atau sedang lupa persahabatan perlu diingatkan.

Kebaikan dan perhatian mereka terlalu banyak dihitung apalagi ditabung, ada yang terekam indah dalam kenangan dan ada yang terlupakan bahkan terabaikan semoga Allah memaafkan.

Betapa besarnya pahala persahabatan yang ditegakkan diatas keimanan dan keadilan hingga Allah menjamin naungan teduh di hari pengadilan…..

Bahkan Allah berfirman dalam hadits qudsi, manakah orang-orang yang berkasih sayang karenaku, demi izzahku Aku akan naungi dengan naungan Arasyku…

Dan manusia dihimpun pada hari Kiamat bersama orang yang dicintainya, di mana pernah seorang Badui datang kepada Rasulullah dan bertanya, Kapankah Kiamat terjadi?

Beliau menjawab, Apakah yang Anda persiapkan untuknya?

Maka sang Badui pun menjawab,

Cinta Allah dan cinta RasulNya.

Maka beliau menjawab, Engkau akan dihimpun bersama orang yang kamu cintai.

Anas bin Malik menangis setelah mendengar jawaban nabi karena kegembiraan sehingga berkata, Aku mencintai Rasulullah, Abu Bakar, Umar dan Utsman meski amalanku tidak bisa menyamai amalan mereka, aku hanya berharap bisa dikumpulkan bersama mereka di hari Kiamat.

Hak bersahabatan cukup banyak yang antara lain,

1. Jagalah nama baik dan kehormatan sahabatmu.

2. Nasehati secara tulus di kesepian akan kesalahan dan kesesatannya.

3. Bantulah hajat hidupnya baik berupa materi, tenaga, pikiran dan ilmu yang Anda miliki.

4. Doakan ketika bersin dan mengucapkan hamdalah, jawablah salamnya, tengoklah saat sakit, antarkan jenazahnya saat meninggalnya dan berilah nasihat dengan tulus saat minta nasihat serta kabulkan undangannya.

5. Jagalah kehormatan keluarganya dan panggillah dengan nama indahnya.

6. Doakan dengan kebaikan dan Hidayah saat Anda sedang berjauhan.

Said bin Ash berkata, temanku punya hak tiga atasku, kalau dia mendatangiku aku sambut dengan hangat, bila dia berbicara aku dengar dengan menghadapkan muka dan bila dia duduk aku luaskan majelisnya.

Sementara sahabat setia adalah orang yang bila kamu pandang mengingatkan Allah, ucapannya mendorong kepada kebaikan dan tingkah lakunya memotivasi kepada keakhiratan.

____________________

[ Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin ]

Bagikan

Hakekat Kemerdekaan

Ust. Kastori, S.Pd. (Pengasuh Ponpes. Terpadu Ulul Abshor)

الحر هو الواقع في لزوم الشريعة الشاملة ظاهرة وباطنة من الاحرار هم الذين اسلمواامورهم الى الله وحده

“Hakikat kemerdekaan dalam agama Islam adalah selalu berada pada jalan syariat secara Syamilah (menyeluruh) baik secara dhohir maupun  batin. Dan orang yang merdeka adalah orang  yang menyerahkan segala urusannya kepada Allah yang maha esa.”

14063856_644566362374671_8073523553894882260_n

Kemerdekaan merupakan salah satu karunia besar dari Allah subhaanahu wa ta’aala kepada hamba-hambaNya. Ia merupakan ni’mat urutan kedua sesudah ni’mat kehidupan. Namun ia tetap berada pada satu urutan di bawah ni’mat termahal, yakni ni’mat keimanan. Sebagaimana ni’mat-ni’mat lainnya Allah subhaanahu wa ta’aala memerintahkan kita untuk mensyukurinya. Sebab mensyukuri ni’mat akan menghasilkan pelipatgandaan ni’mat itu sendiri. Sedangkan kufur ni’mat akan menyebabkan ni’mat itu berubah menjadi sumber bencana bahkan azab.

الشكر في الغنى اصعب من الصبر في المسكين

“Syukur dalam Kekayaan itu lebih susah daripada sabar dalam kemiskinan”. Sebuah rumus kehidupan yang akan menjadikan kita bisa menghargai nikmat yang telah Allah titipkan kepada kita. Syukur dalam kekayaan itu lebih susah karena kebanyakan orang mengira bahwa kekayaan yang didapat merupakan hasil jerih payahnya. Padahal semua kekayaan yang diperoleh lewat kerja keras merupaka titipan dari Allah. Kekeyaan juga merupakan ujian, jika kita terlena akan kekayaan maka akan menjadi bencana.

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim ayat 7)

Sebaliknya juga kemiskinan juga ujian dari Allah, hanya saja dengan kemiskinan akan mendekatkan kita kepada Allah. Tak heran jika Rosulullah diantara doanya meminta agar dijadikan orang miskin

Urutan nikmat-nikmat Allah

  1. Nikmat Hidup.

Nikmat ini Allah berikan kepada semua makhluknya tanpa terkecuali. Seperti kambing yang diberikan nikmat hidup sehingga bisa makan, minum, beranak dsb.

  1. Nikmat Merdeka

Nikmat jenis ini khusus diberikan kepada manusia. Kambing diberikan nikmat hidup tapi tidak diberikan nikmat merdeka sehingga gerak hidupnya dibatasi. Jika waktunya malam kambing dibatasi hidupnya di dalam kandang, jika idul qurban hidupnya juga dibatasi dengan menjadi hewan kurban.

  1. Nikmat Iman dan Islam

Inilah nikmat terbesar yang hanya diberikan kepada orang-orang yang Allah kehendaki. Jika kita diberikan nikmat terbesar ini, maka jangan kita sia-siakan karena yang akan mengahantarkan kita kelak kepada kebahagiaan abadi adalah Iman dan Islam.

 

Semoga Allah selalu menjaga Iman dan Islam kita selalu melekat di hati, dan kita selalu dimudahkan Allah dalam merealisasikan atau mengaplikasikan Iman dan Islam ini dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kita menjadi manusia yang benar-benar merdeka.

 

Semarang, 20 Agustus 2016

Kajian Sabtu Pagi

 

Bagikan

4 MACAM PERTANYAAN di HARI KIAMAT

(Kajian Ba’da Subuh, bersama Ust. Kastori pengasuh Ponpes. Terpadu Ulul Abshor)

Didalam menjalankan kehidupan ini kita tidak terlepas dari pertanyaan demi pertanyaan misal nya darimana? hendak kemana? Dimana? sedang apa? Mengapa? dan lain-lainnya. pokoknya pertanya-an demi pertanya-an msti kita lalui, coba kita lihat mulai dari KECIL, TK, SD sampai sekarang sudah berapa pertanyaan Orang tua dan guru yang bisa kita jawab, tinggi rendahnya poin yang kita peroleh sangat tergantung kepada banyak atau sedikitnya pertanyaan yang bisa kita jawab, jadi nilai kita ditentukan oleh bisa atau tidaknya menjawab pertanyaan, dan diakhirat juga seperti itu kita tidak akan terlepas dari pertanyaan-pertanyaan sebagaimana Sabda Rasulullah Saw.

قالَ رسولُ اللهِ صلى اللهُ عليهِ وسلمَ: “لاَ تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَع ٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيْمَا أَبْلاَهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وعنْ عِلْمِهِ ماَذاَ عَمِلَ بهِ

Telah bersabda Rasulullah: “Belum beranjak telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sihingga ditanya tentang empat hal : Tentang Umur kemana dihabiskan, Tentang tubuh kemana dipakai, Tentang harta dimana didapat dan keman dimanfa’atkan dan tentang Ilmu kemana diamalkan” (Hadist)

14068052_644038745760766_4764067556353140869_n

Pertanyaan yang pertama : Tentang Umur Kemana Dihabiskan? Umur merupakan pemberian allah yang wajib kita manfa’atkan sebaik-baiknya. Hakikat diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Maka umur yang Allah telah Anugerahkan kepada kita dimanfaatkan sebaik-baiknya.

 

Yang kedua : Tubuhmu Untuk apa kau pergunakan. Tubuh Merupakan keseluruhan struktur fisik organisme manusia yang pada sa’at manusia sudah mencapai umur dewasa dia memiliki hampir 100 milyar sel yang masing-masing sistem organ sudah dirancang oleh allah untuk melakukan fungsi kehidupan yang esensial, didalam al-quran Surat At-Tin allah swt telah berfirman :

لَقَدْ خَلَقْنَا اْلاِنْسَانَ فىِ اَحْسَنِ تَقْوِيْم

{Sungguh telah kami ciptakan manusia itu dalam sebaik-baik bentuk}
Agar kita selamat dan bisa menjawab pertanyaan di akhirat tentang tubuh yang indah ini mari kita pergunakan tubuh ini kepada jalan ta’at, sebab keta’atan merupakan jalan untuk menyelamatkan tubuh dari azab allah Swt. Iman itu tidak hanya dihati saja, dilidah saja akan tetapi untuk memperoleh iman yang kaffah harus membawa seluruh anggota tubuh menyembah Allah. Dan bahkan diakhirat nantiknya ada bagian tubuh menjadi saksi dari perbuatan bagian tubuh yang lainnya, dalam Al-Quran Surat Yasin Ayat 65 :
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya:Pada Hari ini kami kunci mulut mereka dan tangan mereka akan berkata kepada kami dan kaki mereka menjadi saksi tentang apa yang mereka kerjakan (Yasin :65)

Yang ketiga :Hartamu darimana diperoleh dan kemana dipergunakan. Dalam persoalan harta, Allah akan menanyakan dengan cara apa diperoleh dan kemana dipergunakan harta itu, harta bisa jadi kawan dan bisa juga jadi lawan, harta bisa membuat orang senang dan juga bisa membuat orang tidak tenang, harta bisa membuat yang jauh jadi dekat yang sedikit jadi banyak, dan juga harta bisa membuat yang dekat jadi jauh dan yang banyak jadi sedikit.

Hendaknya dalam mencari harta harus dengan cara yang baik dan menfa’atkannya juga kepada yang baik, makanan yang kita makan adalah hasil dari pencarian, cuman persoalannya adalah cara mendapatkannya baik atau tidak. Kemudian kalau memang cara mendapatkannya baik, kita memanfa’atkannya kepada yang baik atau tidak. kalau memang sudah baik itulah yang dikehendaki dan yang dapat menyelamatkan kita dari pertanyaan nantiknya diakhirat.

Yang ke empat: Ilmumu Kemana Kamu amalkan. Ilmu merupakan alat untuk mencapai maksud dan tujuan, ilmu adalah buah dari Iman, dan amal adalah buah dari Ilmu dan ilmu juga Imam dari amal, orang yang berilmu lebih ditakuti oleh Syaitan daripada orang beramal tanpa Ilmu, Nabi sulaiman karena lantaran memilih ilmu dia diberikan oleh Allah harta, tahta dan wanita, ingin dunia harus dengan ilmu, ingin akhirat harus dengan Ilmu, ingin kedua-duanya harus dengan Ilmu, urusan dunia akhirat harus dengan ilmu. Ilmu yang bermanfa’at yang di ajarkan kepada seseorang dapat mengalirkan pahala ketika kita telah berada di alam barzah. Maka mengajarkan ilmu yang bermanfa’at adalah salah satu tabungan akhirat kita yang akan kita terima nantiknya, Dengan ilmu orang alim bisa menipu orang jahil, dengan ilmu seseorang bisa menzalimi saudaranya, dengan ilmu orang miskin bisa kaya mendadak, dan dengan ilmu hak orang lain bisa menjadi hak pribadi, maka oleh karena itu ketahuilah bahwa ilmu yang dianugrahkan Allah itu pada suatu sa’at nantiknya akan ditanya Kemana diamalkan ilmu itu.

الْعِلْمُ كَالسَّيْفِ فَيَقْطَعُ مَا يَجْرِيه

(Ilmu itu bagaikan pedang Dia memutus apa saja yang dilauinya)

Marilah kita isi sisa-sisa umur ini dengan nilai-nilai keta’atan kepada Allah. Tubuh Mari kita bawa tunduk kepada Allah baik melalui pakain yang sesuai Islam maupun berupa ibadah lainnya. Harta mari kita pergunakan untuk menghambakan diri kepada Allah agar dia dapat melapangkan pemiliknya baik dialam barzakh maupun akhirat. Ilmu Mari kita amalkan di jalan yang diridhoi Allah agar kita terlepas nantiknya dari pertanyaan teantang ilmu pada hari kiamat kelak. Semoga kita termasuk diatara hamba-hamb Allah yang lulus dari keempat pertanyaan ini. Wallahu A’lam.

 

Bagikan