Program Bea Siswa

BISMILLAH, Hanya dengan izin Alloh Taala dengan keterbatasan finansial  namun dengan spirit cinta anak bangsa. Kami ikut sedih serta prihatin yang sangat mendalam melihat rusaknya mental, karakter, dan akhlak anak bangsa yang kita cintai ini.

Dengan kesadaran yang dalam mengingat wajibnya menegakkan karakter dasar bangsa “ATAS BERKAT RAHMAT  ALLAH YANG MAHA KUASA” Maka kami berusaha keras melakukan perjuangan dari berbagai sisinya, salah satunya  kerja sama Pembangunan karakter lewat pendidikan formal dengan LPPT Ulul Abshor sebagai lembaga pendidikan yang mashur dalam membangun karakter bangsa, dalam bentuk pemberian Beasiswa Khusus bagi  sebagian tamu PSB yang sudah terdaftar dalam Buku Tamu.

Persyaratan Mendapat Fasilitas tersebut :

  1. Memberikan Komentar pada materi ” 10 KESALAHAN FATAL PENDIDIKAN KITA SAAT INI ” di bawah ini.
  2. Komentar di kirim lewat WA atau sms ke : Nur Kunaifi : 085 741 451 426 (WA).

Adapun Fasilitas yang kami berikan adalah :

  1. Jika mendaftar pada Hari Senin, 13 Februari 2017 akan mendapat Diskon DPP : 75% dan SPP : 75% (Sekaligus Daftar Ulang)
  2. Jika mendaftar pada Hari Selasa, 14 Februari 2017 akan mendapat Diskon DPP : 50% dan SPP : 50% (Sekaligus Daftar Ulang)
  3. Jika mendaftar pada Hari Rabu, 15 Februari 2017 akan mendapat Diskon DPP : 25% dan SPP : 25% (Sekaligus Daftar Ulang)

Adapun sebagian peserta buku tamu yang berhak mendapat fasilitas tersebut adalah :

  1. Ibu Nur Khasanah alamat : Gedawang
  2. Ibu Listiyana Yuniarti, Alamat : Kruing Raya
  3. Ibu Yati, Banyumanik
  4. Ibu Hani, Alamat : Banyumanik
  5. Ibu Hasna, Alamat: Kanguru Raya

Peserta yang namanya tidak terdaftar diatas bisa ikut berpartisipasi dengan mendapatkan Fasilitas Khusus dari Panitia PSB serta Kaos Menarik.

Materi yang dikomentari !

10 KESALAHAN FATAL PENDIDIKAN KITA SAAT INI

  1. Tidak melibatkan wahyu dalam basis filosofisnya (Jauh dari nilai Ketuhanan), hanya mengandalkan otak dan pengalaman pragmatis.
  2. Terjadi kesalahan fatal dalam memandang manusia. Manusia hanya dipandang sebagai fisik ansih/ “Robot”, kurang perhatian terhadap unsur ruhaniyah.
  3. Memandang rendah profesi guru dibanding yang lainnya, dan menjadikan profesi guru sebagai kerja sambilan daripada tidak bekerja. Padahal profesi guru adalah profesi yang pa-ling mulia yaitu hampir-hampir seperti profesi kerasulan.
  4. Tidak melihat pendidikan sendiri sebagai tumpuan perubahan, sebaliknya cenderung mengharapkan perubahan dari bidang lain. Padahal pendidikan bukan segalanya, namun dengab izin dan takdir Alloh Taala segalanya dari pendidikan.
  5. Senang memberikan ikan, lupa memberikan kail dan penggunaannya kepada anak didik.
  6. Suka melakukan pengajaran, kurang pandai melakukan pendidikan.
  7. Sukses memberikan raport dan ijazah (angka dan label), kurang (bahkan tidak sukses) memberikan ilmu.
  8. Kurang pandai membuat orang pintar, apalagi mampu membuat jaringan kader yang memiliki basis karakter
  9. Terjadi kebiasaan ekstrim kiri,menyangkanya konversi modernisasi padahal westernisasi. Esktrim kanan menyangkanya islamisasi padahal arabisasi.
  10. Menyimpang dari hakikat pendidikan yaitu pembentukan keyakinan dan akhlak yang melahirkan karaker. Sementara pendidikan saat ini hanya menekankan dan berlebihan dalam membentuk otak kiri (berlebihan dalam kognitif saja).

 

Guru Sebagai Mursyid

albusyro

Mendidik adalah seni membangun manusia yang esen-sinya terletak pada pemunculan nilai kesadaran. Hakikat pendidikan merupakan salah satu dasar dari risalah Islam. Orang yang paling berhasil melakukan proses pendidikan adalah Rasulullah SAW secara khusus dan para rasul pada umumnya. Karena mendidik merupakan salah satu hakikat fungsi kerasulan, maka orang yang ingin berhasil mendidik ia harus paham manhaj kerasulan pada dimensi ini. Syauki bersyair :

“Berdiri dan hormatilah guru dan berilah penghargaan, seorang guru itu hampir saja merupakan seorang rasul.”

Guru sebagai mursyid adalah syeikh bagi murid-muridnya. Ia dijadikan oleh Allah sebagai sarana pembuka hati dan pembawa hidayah bagi anak didiknya. Ia orang yang paling tahu dari pintu hati mana kesadaran mutarabbi (murid) akan dibuka sehingga masuklah hidayah Allah ke dalam kalbunya. Bila hidayah telah bersemayam dalam lubuk hati anak didik maka ia telah memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, sehingga pada gilirannya muncullah sosok diri yang mempunyai nilai kesadaran.

KARAKTERISTIK KURIKULUM ISLAM

psbpsb

Pengertian  kurikulum  apabila kita rujuk dalam bahasa Arab dapat disamakan dengan  istilah minhajمنهاج ) yang berasal dari kata :

نهج ) yang artinya menjelaskan

Al Qur’anul Karim melalui ayatnya menerangkan tentang term manhaj. Diantaranya adalah sebagaimana firman Allah SWT :

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا

“…Untuk tiap-tiap ummat  diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.”

(QS. Al Maidah : 48)

Dalam  dataran praktis, kurikulum yang  diterapkan dalam sebuah lembaga pendidikan Islam haruslah merupakan kurikulum yang dibangun atas landasan konsep Islam.  Ada beberapa hal yang merupakan basis konseptual dalam penyu-sunan kurikulum yang Islami, diantaranya :

  1. Kurikulum yang Islami haruslah memiliki sistem pengajar-an dan materi yang selaras dengan fitrah manusia, sebagai-mana sabda Rosulullah SAW :

مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِه

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka orang tuanyalah yang menjadikannya  sebagai Yahudi, Nasrani atau Majusi.”

(HR. Bukhari)

  1. Kurikulum Islam haruslah dapat mewujudkan tujuan pen-didikan Islam yang fundamental yaitu memurnikan ketaat-an dan peribadatan hanya kepada Allah.
  2. Tingkatan setiap kurikulum Islami haruslah sesuai dengan tingkatan pendidikan, baik dalam hal karakteristik, usia, tingkat pemahaman, dan sebagainya.
  3. Aplikasi, kegiatan, contoh atau teks kurikulum Islami harus memperhatikan tujuan-tujuan masyarakat yang realistis dan bertitik tolak dari konsep Islam yang ideal. Sebagai contoh : bisnis yang Islami, olah raga yang islami dan sebaginya.
  4. Sistem kurikulum Islam harus selaras dengan desain psiko-logis yang telah Allah ciptakan untuk manusia. Atas dasar inilah maka seluruh ilmu yang diberikan haruslah diarah-kan pada pembentukan kepribadian manusia yang ber-tauhid.
  5. Kurikulum Islami hendaknya memiliki metode yang elastis sehingga dapat diadaptasikan keberbagai kondisi dan po-tensi yang ada.
  6. Kurikulum Islami haruslah memperhatikan pada pendidik-an tentang segi-segi aktivitas langsung seperti jihad, dakwah, dan sebagainya.

 

Mencegah Kemungkaran dan Bid’ah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

tulisan arab alquran surat al an'am ayat 153“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu darijalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.” (QS. al-An’aam: 153)

Mengenai firman-Nya: wa laa tattabi’us subula fatafarraqa bikum ‘an sabiiliHi (“Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan [yang lain], karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.”)
Dan juga firman-Nya yang artinya: “Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah-belah tentangnya.” (QS. Asy-Syuura: 13). Dan ayat-ayat lainnya yang semakna di dalam al-Qur’an, `Ali bin Abi Thalhah menyatakan dari Ibnu `Abbas, ia berkata: “Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk senantiasa berjama’ah (bersatu) dan melarang mereka berpecah-belah, dan Allah memberitahukan kepada mereka bahwa orang-orang sebelum mereka binasa akibat pertengkaran dan pertentangan mengenai agama Allah.”

 

mabit

FORUM CINTA DAN SOLIDARITAS ANAK BANGSA (FOCUS ABA )

focus

BISMILLAH, Hanya dengan izin Alloh Taala dengan keterbatasan finansial (FOCUS ABA ) namun spirit cinta anak bangsa , (FOCUS ABA ) ikut sedih serta prihatin yang sangat mendalam melihat rusaknya mental, karakter, dan akhlak anak bangsa yang kita cintai.

Dengan kesadaran yang dalam mengingat wajibnya menegakkan karakter dasar bangsa “ATAS BERKAT RAHMAT  ALLAH YANG MAHA KUASA” Maka (FOCUS ABA) berusaha keras melakukan perjuangan dari berbagai sisinya, salah satunya  kerja sama Pembangunan karakter lewat pendidikan formal dengan LPPT Ulul Abshor sebagai lembaga pendidikan yang mashur dalam membangun karakter bangsa, dalam bentuk pemberian Beasiswa Khusus bagi  sebagian tamu PSB yang sudah terdaftar dalam Buku Tamu sebagai pihak yang berhak mendapatkan Fasilitas tersebut yaitu :

  • Potongan DPP (uang gedung) Sebesar : 50 %
  • Potongan SPP sebesar : 50 %

*NB*

  • Waktu Pendaftaran : Kamis – Jumu’ah, 2 – 3 Februari 2017
  • Pukul : 07.00 – 14.00.
  • Batas Akhir Daftar Ulang : Hari Sabtu, 4 februari 2017

Sebagian Tamu yang berhak mendapat Fasilitas Khusus tersebut adalah :

  1. Ibu Linda, Gedawang
  2. Bpk. Joko setiyo, Banyumanik
  3. Ibu Etty Sita, Semarang
  4. Ibu Nita, Karanganyar, Banyumanik
  5. Ibu Winati, Banyumanik
  6. Yuliati, Banyumanik
  7. Ibu Asnawati Khalid, Perum Bukit Diponegoro
  8. Ibu Putik Ardian, Perum. Rumpun Diponegoro IV/28
  9. Ibu Dian Yulika, Diponegoro X/ 103, Perum Perwira
  10. Bpk. Wira Triyanto, Karangrejo Selatan, RT.06/ 7
  11. Ibu Elly, Jl. Merbau Utara Dalam 1/ 63

Demikian Surat Pemberitahuan dari kami. Terimaksih atas kerjasamnya.

Semarang, 1 Februari 2017

Mengetahui                                         Ketua PSB                      Sekretaris FOCUS

Ketua LPPT Ulul Abshor

 

Ust. Kastori, S.Pd.                              Nur Wijayati, S.Pd.     M. Khaqul Mubin