Arsip Kategori: Artikel

Meraih Rahmat AllahTa’ala

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

PONPES. TERPADU ULUL ABSHOR

Jpeg


Kita semua tau bahwa rahmat Allah itu begitu luas dan mencakup segala sesuatu. Benda hidup ataupun mati, orang mukmin maupun tidak, semuanya berada dalam jangkauan rahmat-Nya.

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ َ

“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS.Al-A’raf:156)

Jika rahmat Allah terputus kurang dari sedetik saja, maka alam ini akan hancur dan binasa. Kita dapat bergerak, berbicara dan beraktifitas, semuanya karena rahmat dan kasih sayang-Nya. Tanpa itu semua, mustahil kita mampu bernafas dan bertahan hidup.

Namun rahmat Allah pada setiap makhluk itu berbeda-beda. Ada rahmat yang bersifat umum untuk semua dan ada pula rahmat yang sifatnya khusus. Karena itulah kita akan temukan sifat-Nya yang Rahman dan Rahim pada pembuka dari Al-Qur’an.

Para Ahli Tafsir menyebutkan bahwa sifat Ar-rahman artinya Maha Pengasih untuk seluruh ciptaan-Nya, sementara Ar-rahim adalah sifat Maha Pengayang yang khusus diperuntukkan untuk kaum mukmin saja. Tentunya kita berharap mendapatkan kucuran rahmat Allah yang begitu berlimpah.

Dan kali ini kita akan menengok posisi-posisi strategis untuk meraih rahmat dari-Nya.

1. Iman kepada Allah dan berpegang teguh kepada-Nya.

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُواْ بِاللّهِ وَاعْتَصَمُواْ بِهِ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِي رَحْمَةٍ مِّنْهُ وَفَضْلٍ وَيَهْدِيهِمْ إِلَيْهِ صِرَاطاً مُّسْتَقِيماً

“Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya, maka Allah akan Memasukkan mereka ke dalam rahmat dan karunia dari-Nya (surga), dan Menunjukkan mereka jalan yang lurus kepada-Nya.” (QS.An-Nisa’:175)

2. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

وَأَطِيعُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat.” (QS.Ali Imrah:132)

3. Sabar ketika ditimpa musibah.

وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ – الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ – أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhan-nya.” (QS.Al-Baqarah:155-157)

4. Berbuat Baik.

إِنَّ رَحْمَتَ اللّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (QS.Al-A’raf:56)

5. Memohon ampunan (Istighfar) kepada Allah.

لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dia (Shalih) berkata, “Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat?” (QS.An-Naml:46)

6. Mendengarkan bacaan Al-Qur’an.

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُواْ لَهُ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan apabila dibacakan al-Quran, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.” (QS.Al-A’raf:204)

7. Mendamaikan diantara kaum mukmin.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS.Al-Hujurat:10)

Inilah langkah strategis dari sekian banyak cara untuk meraih rahmat Allah swt. Semakin besar rahmat Allah yang turun maka solusi berbagai masalah dalam kehidupan akan semakin terbuka. Surga pun tak akan diraih oleh siapapun jika bukan karena rahmat-Nya?

Apakah kita akan mengandalkan amal yang sedikit ini untuk dapat memasuki surga-Nya?

Sungguh tidak ada yang kami andalkan selain rahmat dan kasih sayang-Mu, Ya Arhamar Rahimin…

Barakallahu fiikum……?

Bagikan

Kelebihan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

PONPES. TERPADU ULUL ABSHOR

Jpeg
Dari Aisyah r.a telah bersabda Rasulullah s.a.w: “Sesungguhnya  tiap-tiap sesuatu itu mempunyai kemegahan yang mana manusia berbangga dengannya dan yang menjadi kemegahan umatku ialah al-Quran yang mulia.”

Kita dikehendaki membaca ,mendalami dan menghayati isi kandungan al-Quran kerana ia diturunkan bukan untuk dijadikan perhiasan sahaja.

Membaca al-Quran dikira sebagai berzikir dan zikir al-Quran lebih afdal dan utama daripada zikir-zikir yan lain. Oleh itu membaca al-Quran adalah sebagai ibadat tetapi tidaklah melebihi daripada ibadat-ibadat yang wajib.

RAsulullah s.a.w telah bersabda: “Semulia-mulia ibadat umatku ialah membaca Quranul Karim (ibadat yang bukan wajib)bahawa sebaik-baik amalan umatku ialah membaca al-Quran”

Al-Quran juga merupakan satu hidangan dari Allah. Sabda Rasulullah lagi bermaksud: ” Sesungguhnya al-Quran ini ialah hidangan Allah S.W.T, maka hendaklah kamu terima hidangan ALlah sebanyak mana yang kamu boleh”

Al-Quran juga merupakan senjata yang paling berkesan untuk membersihkan jiwa dan menyinarnya. Dalam sebuah hadis Rasulullah s.a.w bersabda bermaksud :

Daripada Ibnu Umar r.a berkata ” Rasulullah s.a.w telah bersabda, hati manusia akan berkarat seperti besi yang dikaratkan oleh air. Apakah cara untuk menjadikan hati bersinar semula. Katanya dengan banyak mengingati mati dan membaca al-Quran.

Pahala Membaca al-Quran
Dari Ibn Mas’ud r.a telah berkata bahawa Rasulullah s.a.w telah bersabda: ” Barangsiapa membaca satu huruf daripada Kitabullah maka baginya satu kebajikan dan tidap-tiap kebajikan sepuluh kali gandanya. Aku tidak mengatakan ‘Alif Lam Mim ‘ satu hurf tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf”

Dari Abi Hurairah r.a berkata bahawa Rasulullah bersabda: ” Sesiapa yang membaca al-Quran sepuluh ayat dalam satu malam, tidak dimasukkan ke dalam golongan yang lalai”

Bagikan

KHATAM AL QURAN selama RAMADHAN

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

PONPES. TERPADU ULUL ABSHOR

Jpeg

Tak terasa Ramadhan sudah tiba lagi dan sebagaimana kita ketahui bahwa Ramadhan adalah bulan Investasi amal buat kehidupan kita kelak di alam akhirat dimana amal itulah yang menjadikan bahagia tidaknya kita.

Ramadhan di sebut juga _Asshyarul Qur’an_ atau bulan Ramadhan, karena di dalam bulan tersebut diturunkan Alqur’an. Jadi salah satu amal andalan dalam bulan suci ini adalah membaca Alqur’an. Walaupun pernah ditulis di postingan beberapa tahun lalu, namun kayaknya tidak salah saya mengingatkan lagi salah satu tips agar mudah khatam Alqur’an.

Berikut tips yang saya gunakan dan semoga juga bisa dilakukan oleh anda. Tips ini dipakai sebagai seorang karyawan yang bekerja dari hari Senin sampai jumat jam 7 :00 -15 :00. Jadi jika anda merasa tak ada waktu buat mengaji, dengan tips ini semoga bias membantu, yang jadi kendala sebenarnya adalah ketidak adanya keinginan untuk membaca Alqur’an itu sendiri..

Ada 3 tips yang bias kita lakukan sesuai target di bulan Ramadhan (namun selain ramadhan bisa juga koq) ini yaitu :

_*1. Target Khatam sekali sebulan*_

Caranya setiap habis sholat lima waktu baca sebanyak 2 lembar (4 halaman) jika cara ngaji kita standar,ini bias memakan waktu kurang lebih 5-7 menit aja. Dengan system ini kita bias menyelesaikan 1 juz setiap harinya karena rata-rata 1 juz itu 10 lembar,maka jika dibagi 5 akan tamat I juz. Jika puasa genap 30 hari maka di malam takbiran anda sudah khatam Alqur’an

_*2.Target Khatam dua kali sebulan*_

Caranya sama dengan tips pertama,hanya jumlah lembaran bacaannya dijadikan 4 lembar. Ini akan memakan waktu sekitar 15-20 menit.Namun bisa juga dipakai cara ini, Setiap selesai sholat subuh baca 1 juz alqur’an dan selanjutnya pakai tips pertama(2 lembar per sholat wajib). Waktu buat I juz sekitar 1 jam. Untuk baca 1 juz ini bisa juga setelah sholat isya sebelum tidur.

_*3.Target khatam 3 kali sebulan*_

Tips ini kombinasi cara pertama dan kedua,yaitu membaca 1 juz setelah sholat subuh dan memakai tips kedua yaitu 4 lembar seteeh sholat wajib. Atau 1 juz setelah shubuh lalu 2 lembar tiap habis sholat wajib dan 1 juz setelah isya.

Demikian tips khatam ini.. semoga bisa jadi cara agar kita menjadikan Alqur’an sahabat kita setiap harinya…

Selamat menjalankan Ibadah Puasa…

Barakalloh fiikum…..?

Bagikan

6 Maksiat Yang Terus Dilakukan Di Bulan Ramadhan

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

PONPES. TERPADU ULUL ABSHOR

Jpeg

Kalau kebaikan akan berlipat pahalanya jika dilakukan di bulan Ramadhan, bagaimana dengan maksiat, apakah semakin besar dosanya?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah  menjelaskan dalam Syarh Al-Mumthi’, “Kebaikan bisa berlipat, dosa pun demikian dilihat dari tempat dan waktu. Kebaikan itu berlipat dilihat dari kammiyah (kuantitas atau jumlah) dan kayfiyah (kualitas). Adapun dosa berlipat-lipat dilihat dari kayfiyah (kualitas), bukan dari kammiyah (kuantitas). [Maksudnya: dosa tidak dilipatgandakan dari sisi jumlah, namun dipandang dari sisi besarnya].”

Jika kita sudah tahu besarnya dosa yang dilakukan di bulan Ramadhan karena Ramadhan itu bulan suci, maka ada beberapa contoh maksiat di bulan Ramadhan yang masih terus dilakukan oleh orang yang berpuasa:

(1). Mudah meninggalkan shalat, seperti shalat Shubuh karena sehabis sahur langsung tidur;

(2). Laki-laki masih malas shalat berjamaah di masjid;

(3). Perempuan enggan berjilbab bahkan terus-terusan memakai pakaian seksi dan ketat saat puasa. Padahal mengumbar aurat itu dosa besar, menjadikan puasa sia-sia. Bagi kita diharapkan mengingatkan wanita terdekat kita (istri dan puteri kita) untuk berjilbab dan menutupi aurat, moga Allah memberi hidayah;

(4). Muda-mudi jalan berdua dengan kekasihnya (pacarnya) hingga ngabuburit menunggu buka dengan pacar. Pacaran itu jalan menuju zina atau zina kecil-kecilan;

(5). Membicarakan jelek orang lain (ghibah) walau itu nyata ada pada orang lain, hingga suka memfitnah (menuduh jelek orang lain tanpa bukti).

(6). Mementingkan buka puasa bersama dengan teman atau rekan kerja dibandingkan shalat Maghrib, bahkan shalat sampai ditinggalkan. Ingat, meninggalkan satu shalat saja, itu akan menghapus amal.

Dari Burairah  radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,

مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

“Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya” (HR. Bukhari, no. 594).

Di antara maksud hadits sebagaimana kata Ibnul Qayyim dalam kitabnya  Ash-Shalahadalah akan menghapus amalan pada hari tersebut.

Jika demikian, apakah puasa orang yang meninggalkan shalat walau satu saja jadi diterima? Silakan direnungkan.

Dan ingat, yang namanya maksiat akan menghancurkan pahala orang yang berpuasa walau secara hukum puasa tetap sah selama yang dilakukan bukan pembatal puasa.

Moga kita dimudahkan oleh Allah untuk menjauhi segala macam maksiat di bulan Ramadhan dan waktu seterusnya. Semoga kita dimudahkan oleh Allah menjadi lebih baik selepas Ramadhan, itulah tekad dan harapan kita.

_(Petikan dari Isi Naskah Khutbah Jumat Jami’ Al-Adha Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Jum’at Legi, 29 Syaban 1438 H [26 Mei 2017], Muhammad Abduh Tuasikal)_

Bagikan

MARHABAN YA RAMADHAN

Jpeg

MARHABAN YA RAMADHAN…..MARHABAN YA RAMADHAN…..

Sebagai tuan rumah tentu masih ingat di saat kita kedatangan tamu, bagaimana  kita menyambutnya,, apalagi tamu tersebut merupakan tamu spesial atau istimewa. Bermacam-macam kita siapkan, untuk menyambutnya, dan kita bahagia di saat tamu itu datang. Tapi bagaimana dengan datangnya tamu agung “ Ramadhan” sudahkah kita mempersiapkan diri kita untuk menyambutnya?

Sejauh mana persiapan kita?

Bahagiakah kita dengan kehadirannya??

mudah-mudahan kita bisa mempersiapkannya melebihi dari sambutan terhadap tamu – tamu spesial lainnya.
Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia, karena di dalamnya terdapat ibadah puasa (shaum)  yang wajib kita tunaikan mengingat ibadah puasa merupakan salah satu rukun islam. Berdasarkan hal tersebut perintah melaksanakan puasa Ramadhan sebagaimana Allah berfirman :

2_183
“  Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (QS 2:183).

Tidak hanya itu, Ramadhan juga memiliki ibadah-ibadah sunah yang lain, yang tentunya dapat menambah semangat kita dalam beribadah. Seperti, shalat tarawih dan witir, tadarus al-Qur’an, serta zakat fitrah yang umumnya dilaksanakan menjelang akhir bulan Ramadhan. Selain itu, banyak lagi aktivitas ibadah atau amalan-amalan yang lain pada bulan Ramadhan.

Target utama dari ibadah Ramadhan sebagaimana yang disebutkan pada ayat ( surat albaqarah : 183)  adalah semakin mantapnya keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt. Sebagai wujud dari rasa gembira itulah, Ramadhan tahun ini tidak boleh kita lewatkan begitu saja tanpa aktivitas yang dapat meningkatkan ketaqwaan diri kita. Maka, persiapan-persiapan kearah itu sudah harus kita lakukan, baik secara fisik maupun mental.

Ramadhan yang penuh berkah harus kita jadikan sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah, baik dengan taubat, munajat dan menjalankan sejumlah ibadah secara khidmat dan khusyuk.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam menyambut bulan ramadhan :

  1. Menjaga kondisi fisik agar tetap sehat sehingga dalam menjalankan ibadah dibulan Ramadhan seperti puasa, tarawih, tilawah dll dapat kita laksanakan dengan baik.
  2. Mengingat atau mengkaji kembali fiqih yang berkaitan dengan ibadah Ramadhan sehingga pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik karena didasari pada pemahaman yang baik.
  3. mengkondisikan diri dengan menunaikan ibadah-ibadah yang sunat seperti puasa bulan Sya’ban, tadarus Al-Qur’an dan sebagainya.
  4. Memiliki scedule (jadwal kegiatan) yang akan kita lakukan dalam rangka meningkatkan amal ibadah kita.
  5. Saling maaf memaafkan dengan sesama kaum muslimin sehingga dalam memasuki Ramadhan, dosa kita dengan sesama manusia sudah kita hapus sehingga pada bulan Ramadhan hanya menyelesaikan dosa kepada Allah Swt, sehingga ketika Ramadhan berakhir dan tiba hari raya Idul Fitri, kita benar-benar berada dalam keadaan fitrah atau suci.

Segenap civitas akademika LPPT Ulul Abshor mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan ….

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1438 H / 2017 M.

 

Bagikan