6 Maksiat Yang Terus Dilakukan Di Bulan Ramadhan

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

PONPES. TERPADU ULUL ABSHOR

Jpeg

Kalau kebaikan akan berlipat pahalanya jika dilakukan di bulan Ramadhan, bagaimana dengan maksiat, apakah semakin besar dosanya?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah  menjelaskan dalam Syarh Al-Mumthi’, “Kebaikan bisa berlipat, dosa pun demikian dilihat dari tempat dan waktu. Kebaikan itu berlipat dilihat dari kammiyah (kuantitas atau jumlah) dan kayfiyah (kualitas). Adapun dosa berlipat-lipat dilihat dari kayfiyah (kualitas), bukan dari kammiyah (kuantitas). [Maksudnya: dosa tidak dilipatgandakan dari sisi jumlah, namun dipandang dari sisi besarnya].”

Jika kita sudah tahu besarnya dosa yang dilakukan di bulan Ramadhan karena Ramadhan itu bulan suci, maka ada beberapa contoh maksiat di bulan Ramadhan yang masih terus dilakukan oleh orang yang berpuasa:

(1). Mudah meninggalkan shalat, seperti shalat Shubuh karena sehabis sahur langsung tidur;

(2). Laki-laki masih malas shalat berjamaah di masjid;

(3). Perempuan enggan berjilbab bahkan terus-terusan memakai pakaian seksi dan ketat saat puasa. Padahal mengumbar aurat itu dosa besar, menjadikan puasa sia-sia. Bagi kita diharapkan mengingatkan wanita terdekat kita (istri dan puteri kita) untuk berjilbab dan menutupi aurat, moga Allah memberi hidayah;

(4). Muda-mudi jalan berdua dengan kekasihnya (pacarnya) hingga ngabuburit menunggu buka dengan pacar. Pacaran itu jalan menuju zina atau zina kecil-kecilan;

(5). Membicarakan jelek orang lain (ghibah) walau itu nyata ada pada orang lain, hingga suka memfitnah (menuduh jelek orang lain tanpa bukti).

(6). Mementingkan buka puasa bersama dengan teman atau rekan kerja dibandingkan shalat Maghrib, bahkan shalat sampai ditinggalkan. Ingat, meninggalkan satu shalat saja, itu akan menghapus amal.

Dari Burairah  radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,

مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

“Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya” (HR. Bukhari, no. 594).

Di antara maksud hadits sebagaimana kata Ibnul Qayyim dalam kitabnya  Ash-Shalahadalah akan menghapus amalan pada hari tersebut.

Jika demikian, apakah puasa orang yang meninggalkan shalat walau satu saja jadi diterima? Silakan direnungkan.

Dan ingat, yang namanya maksiat akan menghancurkan pahala orang yang berpuasa walau secara hukum puasa tetap sah selama yang dilakukan bukan pembatal puasa.

Moga kita dimudahkan oleh Allah untuk menjauhi segala macam maksiat di bulan Ramadhan dan waktu seterusnya. Semoga kita dimudahkan oleh Allah menjadi lebih baik selepas Ramadhan, itulah tekad dan harapan kita.

_(Petikan dari Isi Naskah Khutbah Jumat Jami’ Al-Adha Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Jum’at Legi, 29 Syaban 1438 H [26 Mei 2017], Muhammad Abduh Tuasikal)_

MARHABAN YA RAMADHAN

Jpeg

MARHABAN YA RAMADHAN…..MARHABAN YA RAMADHAN…..

Sebagai tuan rumah tentu masih ingat di saat kita kedatangan tamu, bagaimana  kita menyambutnya,, apalagi tamu tersebut merupakan tamu spesial atau istimewa. Bermacam-macam kita siapkan, untuk menyambutnya, dan kita bahagia di saat tamu itu datang. Tapi bagaimana dengan datangnya tamu agung “ Ramadhan” sudahkah kita mempersiapkan diri kita untuk menyambutnya?

Sejauh mana persiapan kita?

Bahagiakah kita dengan kehadirannya??

mudah-mudahan kita bisa mempersiapkannya melebihi dari sambutan terhadap tamu – tamu spesial lainnya.
Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia, karena di dalamnya terdapat ibadah puasa (shaum)  yang wajib kita tunaikan mengingat ibadah puasa merupakan salah satu rukun islam. Berdasarkan hal tersebut perintah melaksanakan puasa Ramadhan sebagaimana Allah berfirman :

2_183
“  Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (QS 2:183).

Tidak hanya itu, Ramadhan juga memiliki ibadah-ibadah sunah yang lain, yang tentunya dapat menambah semangat kita dalam beribadah. Seperti, shalat tarawih dan witir, tadarus al-Qur’an, serta zakat fitrah yang umumnya dilaksanakan menjelang akhir bulan Ramadhan. Selain itu, banyak lagi aktivitas ibadah atau amalan-amalan yang lain pada bulan Ramadhan.

Target utama dari ibadah Ramadhan sebagaimana yang disebutkan pada ayat ( surat albaqarah : 183)  adalah semakin mantapnya keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt. Sebagai wujud dari rasa gembira itulah, Ramadhan tahun ini tidak boleh kita lewatkan begitu saja tanpa aktivitas yang dapat meningkatkan ketaqwaan diri kita. Maka, persiapan-persiapan kearah itu sudah harus kita lakukan, baik secara fisik maupun mental.

Ramadhan yang penuh berkah harus kita jadikan sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah, baik dengan taubat, munajat dan menjalankan sejumlah ibadah secara khidmat dan khusyuk.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam menyambut bulan ramadhan :

  1. Menjaga kondisi fisik agar tetap sehat sehingga dalam menjalankan ibadah dibulan Ramadhan seperti puasa, tarawih, tilawah dll dapat kita laksanakan dengan baik.
  2. Mengingat atau mengkaji kembali fiqih yang berkaitan dengan ibadah Ramadhan sehingga pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik karena didasari pada pemahaman yang baik.
  3. mengkondisikan diri dengan menunaikan ibadah-ibadah yang sunat seperti puasa bulan Sya’ban, tadarus Al-Qur’an dan sebagainya.
  4. Memiliki scedule (jadwal kegiatan) yang akan kita lakukan dalam rangka meningkatkan amal ibadah kita.
  5. Saling maaf memaafkan dengan sesama kaum muslimin sehingga dalam memasuki Ramadhan, dosa kita dengan sesama manusia sudah kita hapus sehingga pada bulan Ramadhan hanya menyelesaikan dosa kepada Allah Swt, sehingga ketika Ramadhan berakhir dan tiba hari raya Idul Fitri, kita benar-benar berada dalam keadaan fitrah atau suci.

Segenap civitas akademika LPPT Ulul Abshor mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan ….

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1438 H / 2017 M.

 

12 PINTU RIZKI

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

Ponpes Terpadu Ulul Abshor

Jpeg

*1.Rizki Yang Telah dijamin.*
_”Tidak ada satu mahluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya”_
(Q.S.11:6)

*2.Rizi Karena Usaha.*
_”Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya”_ (Q.S.53:39)

*3.Rizki Karena Bersyukur.*
_”Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu”_ (Q.S.14:7)

*4.Rizki yg Tak Terduga.*
_”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya”_
(QS. At Thalaq :2)

*5.Rizki Karena Istighfar.*
_”Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta”_ (QS. 71 : 10-11)

*6.Rizki Karena Menikah.*
_”Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemapanan kepada mereka dengan karunia-Nya.”_(QS. an-Nur : 32)

*7.Rizki Karena Anak.*
_”Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”_(QS. al-Isra 31)

*8.Rizki Karena Sedekah.*
_”Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak”_ (QS. Al Baqarah 245)

*9. Rizki karena rajin menjalin tali silaturrohim*

*10. Rizki karna Iman dan taqwa*

*11. Rizki karena pengorbanan diri, harta dan waktu utk urusan Keagamaan*

*12. Rizki krn istiqomah* membaca Al-Qur’an, Surah Al Waqiah, dan Sholat Sunnah Dhuha.

*Yaa Allah,.. Yaa Robb,.. Yang Maha Kaya, Izinkanlah Kami berdoa: Barang siapa yg berbagi Share 12 pintu_Pintu Rezeki ini, Luas dan lapangkanlah Rezekinya dari arah yg tdk disangka sangka, rezeki yg halal dan penuh berkah barokah…, Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi dan Pemilik semua pintu rizki.

Pesan-pesan di Bulan Ramadhan

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

brosur

brosur-1

Waspadalah dengan hal-hal yg mengurangi kualitas puasa anda sehingga berkurang pahalanya atau sirna. Karenanya :

1) Jauhi ghibah, karena ghibah akan menggugurkan pahala puasa anda, bahkan menurut segelintir ulama membatalkan puasa. Ghibah dijadikan lezat oleh syaitan, karenanya diantara perkara yg sangat menarik adalah menonton atau membaca berita ghibah.

2) Tundukan pandangan, agar pahala puasa anda tidak terkikis dengan aurot wanita yg terpajang di FB apalagi Youtube.

3) Waktu untuk ngenet jangan sampai lebih banyak daripada membaca al-Qur’an, sungguh ini adalah jebakan syaithan

4) Jauhi menghabiskan waktu dengan menonton sinetron yg isinya banyak memamerkan aurot wanita dan melalaikan dari akhirat. Demikian juga ngabisin waktu dengan main game dan semisalnya yg tdk bermanfaat.

5) Jauhi ngabuburit apalagi di jalanan sehingga pandangan tak bisa terjaga.

6) Kurangi ngobrol dengan makhluk, banyakan porsi untuk membaca perkataan Rabb mu.
Kebanyakan ngobrol dengan makhluk akan mengeraskan hati, adapun membaca firman Kholiq akan melembutkan dan membahagiakan hati. Jangan sampai anda menutup al-Qur’an karena bosan dengan firman Allah demi mendengar perkataan dan ngobrol dengan makhluk.

7) Perhatian terhadap dapur penting, tapi bukan yg terpenting, jangan sampai waktu terlalu banyak tersita untuk dapur sementara kehabisan waktu untuk ngaji al-Qur’an.

8) Semangat beribadah tatkala Ramadhan tapi hati-hati jangan sampai terjerumus dalam riya’ dan ujub karena menulis ibadah di status BB, FB, atau WA.

Contoh (Alhamdulillah sudah khatam Qur’an 5 kali), atau (Sedang i’tikaf mohon jangan mengganggu), atau (Alhamdulillah sempat menyantuni anak yatim di bulan mulia ini), dll.

Meskipun menyiarkan ibadah tidaklah haram, tetapi menutup pintu-pintu riya’ dan ujub lebih baik, kecuali untuk memotivasi.

9) I’tikaf adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan ajang untuk ngobrol ngalur ngidul. Jangan sampai warung kopi pindah ke dalam mesjid dengan dalih i’tikaf.

10) Menjelang lebaran, di 10 malam terakhir jangan lupa mengejar lailatul qodar, jangan sampai waktu mencarinya kebanyakannya di mall atau di jalanan.

Semoga Allah memudahkan kita semua mendapatkan ampunanNya di bulan yg mulia ini. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.
___

? Dipost Ustadz Firanda Andirja, MA -hafizhahullah-

Salah Satu SUNNAH RASUL DI BULAN RAMADHAN

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

Ponpes Terpadu Ulul Abshor

brosur

brosur-1

Infused Energi Saat Puasa dengan ” Air Nabeez” Kegemaran Rasulullah

Apa itu Nabeez atau air nabeez???

Mungkin tdk banyak di kalangan kita yang mengenal tentang air nabeez tsb.

Air nabeez ini adalah minuman Sunnah kegemaran Rasulullah, yg merupakan jenis air rendaman kurma atau kismis/raisin.
Hadeeth From Sunan Abu Dawood ~ Book of drinks =>Narrated Ad-Daylami:

Air rendaman kurma atau kismis ini merupakan air tonik alkalin yang bermanfaat untuk :

?metabolisme
?menghapus kadar keasaman pada lambung ?membersihkan sisa metabolisme dari tubuh ?Meningkatkan fungsi pencernaan
? menambah daya ingat
?memperbaiki masalah limpa, hati & bagi pasien yang memiliki masalah arthritis dan asam urat (gout), mengkonsumsi air nabeez ini adalah salah satu alternatif terapi untuk kesehatan penderita arthritis dan gout.
Insyaa Allah..

Tapi perlu diingat => jangan dicampur antara kurma dengan kismis.

(DO NOT MIX DATES AND RAISINS WHILE PREPARING NABEEZ.)

Bagaimana Cara Menyajikan Air Nabeez?

Cara membuat air nabeez ini cukup mudah, hanya dengan merendam beberapa butir kurma dengan segelas air minum, ikuti sunnah, ambil bilangan ganjil ya, 3 butir, 5 butir atau 7 butir kurma tergantung selera. Nah air rendaman ini “nabeez” baru diminum setelah 10-12 jam kemudian. Mudahnya ganjil.

Air rendaman kurma ‘nabeez’ di buat waktu sahur, dan di minumnya saat ber buka puasa nanti.

Bila dikonsumsi saat sahur, maka bisa diprepare dari jam 5 atau 6 sore.

Pengalaman saya sejauh ini ketika disiplin mengkonsumsi air nabeez, meskipun saat sahur hanya makan sedikit, trus lanjut minum air nabeez, badan terasa lebih bertenaga, puasa pun tetap segar dan fit.

Dan saat berbuka juga sama, sebelum makan makanan besar, terlebih dulu berbuka dengan air nabeez.

Untuk takaran yg biasa saya buat, 3 butir kurma dalam segelas kecil air. untuk pilihan kurmanya (berhubung ada banyak jenis kurma di pasaran), kurma jenis Ajwa atau manaqqa terasa lebih sedap ketika dijadikan rendaman air nabeez ini.
Kurma ajwa ini berwarna hitam, kecil, lembut, manis, dan berasal dari Madinah..

Kurma yg kurang lebih sama berwarna hitam dan lembut seperti kurma Ajwa, juga bisa digunakan sebagai rendaman air nabeez ini, contoh: product Tunisia.

Perlu diingat bahwa air nabeez ini gak boleh dibiarkan lebih dari 2-3 hari, karena akan menyebabkan fermentasi dan tidak boleh lagi dikonsumsi. kenapa? karena saat fermentasi sudah berlangsung, maka ini awal terbentuknya alkohol dalam artian, minuman tersebut menjadi bagian dari minuman beralkohol dan hukumnya menjadi haram.

Jadi, sebaiknya daily fresh aja dalam penyediaan air nabeez ini. bikin pagi/subuh, terus minumnya pas ber buka puasa. bikin malam/sore, trus dikonsumsinya waktu sahur , kurmanya itu bisa langsung dimakan setelah airnya diminum. terasa lebih nikmat dan lembut.

Selamat mencoba, Insyaa Allah kamu akan melihat manfaatnya dalam bbrapa hari mengkonsumsi air nabeez ini…?
Tabarakallah ?