Arsip Kategori: Artikel

KARAKTERISTIK PENDIDIKAN ISLAM “Integral”

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

psb1

Salah satu kehebatan Islam adalah senantiasa meletak-kan sesuatu secara adil. Pendidikan Islam merupakan suatu sistem pendidikan yang meletakkan dasar-dasar pendidikan secara utuh, seimbang antara berbagai aspek baik aspek aqliyah, ruhiyah, maupun jasadiyah; unsur dzikir, fikir, dan ikhtiar; pengembangan personal dan komunal; mengembang-kan kepercayaan metafisis maupun empiris, memberi beban materi dan metodologi serta perhatian terhadap dunia dan akhirat dll. Dengan sistem ini, pendidikan Islam mampu menghasilkan sosok pribadi yang utuh.

Bagikan

KARAKTERISTIK PENDIDIKAN ISLAM “Robbaniyah”

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

Inilah dasar ideologis yang luar biasa dalam pendidikan Islam. Dasar ini pula yang menyebabkan pakar non muslim barat “JEAN L HEURENS” mengatakan : “Islam mempunyai daya takluk yang sangat luar biasa secara damai terhadap jiwa dengan kesederhanaan teologinya, kejelasan dogma dan asas-asanya…”.

Dengan prinsip ini, setiap objek didik diberi konsumsi ilmu tauhid yang sangat dasyat, yang mampu memerdekakan dirinya, sehingga menjadi orang yang paling merdeka hidupnya. Sedangkan kemerdekaan adalah salah satu hakikat asasi makhluk untuk bisa dikatakan sebagai manusia. Pendidikan adalah memanusiakan manusia, seni membangun manusia. Manusia pada hakikatnya belum dikatakan manusia yang sebenarnya kecuali dalam dirinya ada “kemerdekaan.” Itulah sebabnya Allah SWT memberikan hikmah besar kepada Lukmanul Hakim karena mengajarkan anaknya dengan tauhid:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لا بْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَابُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ(13)

“Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah karena sesungguhnya menyekutukan Allah adalah dosa yang paling besar.”

(QS. Luqman : 13)

Bagikan

ADAB ORANG YANG ‘ALIM DAN MUTA’ALLIM

Kontributor : Panitia PSB

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

Dari Said Al Hudri ia berkata : Rasulullah SAW bersabda

تعلموا العلم وتعلموا له السكينة والوقر وتوضعوا لمن تعلموا نه ولا تكون جبا برة العلماء

“Belajarlah kalian Al Ilmu, dan pelajarilah adab dan kesopanan (menjaga ketenangan dan kewibawaan) dan bersikaplah rendah hati (tawadhu’) kepada (orang ) tempat kalian menimba ilmu, dan janganlah kalian berlaku sombong kepada ‘ulama.”

Ibnu Abbas berkata : Bahwa Nabi SAW bersabda :

علموا ويسيروا ولا تعسروا ثلا ث

 “Ajarkanlah oleh kalian ilmu, mudahkanlah dan jangan dipersulit bagi penuntut ilmu-3x.”

Bagikan

KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU

Kontributor : Panitia PSB

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

psb1

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ(19)

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.“ (QS. Muhammad : 19)

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ(122)

“Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk mem-perdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.“ (QS. At Taubah : 122)

Rasulullah SAW bersabda :

طلب العلم فريضة على كل مسلم

“Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim (muslim dan muslimah).”

ايهاالناس تعلموا انما العلم والفقه با لتفقه من يرد الله به خيرا يفقه في الدين

“Wahai sekalian manusia sesungguhnya ilmu didapatkan dengan belajar dan kefaqihan (kefahaman) dapat dicapai dengan mendalami, barangsiapa yang Allah kehendaki ke-baikan padanya, maka ia akan dipahamkan dalam masalah agama.” (HR. Ibnu Abi ‘Ashim dan Thabrani)

Ibnu Abbas berkata :

“Jadilah kalian orang-orang rabbani yang ahli hukum dan fiqih.”

Syeikh Doktor Shalih bin Fauzan Al Fauzan berkata :

“Mempelajari dan memahami agama adalah tuntutan yang paling mulia dan tujuan yang paling agung. Sebab hal itu dapat mengatur seseorang untuk beramal di atas bashirah (ilmu), sehingga ia dapat menjadi orang alim dan beramal dengan ilmu dan ikhlas karena Allah SWT semata. Maka dengan inilah Allah SWT mengutus rasulNya dengan Al Huda  dan Dienul Haq”.

Firman Allah ta’ala :

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ

“Dialah yang mengutus RasulNya dengan membawa Al Huda dan Dienul Haq …“ (QS. Al Fath : 28)

Jabir bin Abdullah pernah menempuh perjalanan selama satu bulan ke Abdullah bin Umair untuk mendengar satu hadits. (HR. Bukhari-Fathul bary : 1/209).

Bagikan

PERAN STRATEGIS ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK

Kontributor : Panitia PSB

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

albusyro

Orang tua sebagai pilar utama pembentuk sebuah keluarga memiliki tanggung jawab yang sangat besar terhadap proses pendidikan anak. Minimal ada tiga peran besar yang dapat dijalankan orang tua.

 

Islam merupakan sistem hidup yang utuh, menyeluruh, dan paripurna. Salah satu kehebatan Islam dibanding sistem hidup lain adalah keilmiahannya dalam meletakkan skala prioritas hidup. Islam diturunkan dalam rangka menata kehi-dupan ini dengan sistematika yang sangat indah.

Pendidikan sebagai bagian dari kehidupan manusia diletakkan pada posisi yang sangat strategis oleh Islam. Hal ini dapat dibuktikan dengan dijadikannya Surat Al Alaq : 1 – 5 yang sarat dengan nilai pendidikan sebagai ayat yang pertama kali diturunkan oleh Allah SWT.

Berbicara tentang dunia pendidikan anak dalam dataran praktis, kita mengenal adanya tripilar penanggung jawab pendidikan ummat yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Pilar yang paling utama diantara ketiganya terletak di pundak keluarga.

Keluarga sebagai elemen masyarakat yang paling kecil memiliki peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Hal ini dikarenakan keluargalah kawah candradimuka dan pusat produksi umat yang memperoleh legalitas paling kuat dari Allah SWT sebagaimana tercantum dalam Al Qur’an :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka.”

(QS. At Tahrim : 6).

Dari sinilah indikator kebaikan umat mudah terukur.

Orang tua sebagai pilar utama pembentuk sebuah keluarga memiliki tanggung jawab yang sangat besar terhadap pendidikan anaknya. Rosulullah SAW dalam sebuah hadits-nya telah menjelaskan kepada kita :

مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam), maka bapaknyalah yang menjadikan Yahudi, Nasrani dan Majusi”

(HR. Bukhori)

Minimal ada tiga peran besar yang dapat kita jalankan sebagai orang tua dalam pendidikan anak yaitu :

  1. Menciptakan / menyediakan keluarga yang Islami

Anak merupakan amanat dari Allah SWT bagi kedua orang tuanya. Ia memiliki jiwa yang suci dan cemerlang. Bila sejak kecil dibiasakan baik, dididik dan dilatih dengan kon-tinu, maka ia akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang baik, begitu pula sebaliknya. Secara umum hal-hal yang dapat kita lakukan untuk anak-anak kita antara lain mendo’a-kan dengan do’a yang baik (QS. Al Furqaan : 74), menyerukan Sholat pada anak (QS. Thaahaa : 132), mencipta-kan kedamaian dalam rumah tangga (QS. An Nisaa’ : 128), mencintai dan menyayangi anak-anak (QS. Ali ‘Imran : 140), bersikap hati-hati terhadap anak-anak (QS. At Taghaabun : 14), memberikan nafkah yang halal (QS. Al Baqarah : 233), mendidik anak agar berbakti kepada Ibu – Bapak (QS. An Nisaa’ : 36, Al An’aam : 151, Al Israa’ : 23), memberikan air susu sampai dua tahun (QS. Al Baqarah : 233)

  1. Mengamanahkan pendidikan pada lembaga pendidik-an yang Islami

Memilih lembaga pendidikan saat ini bukanlah per-soalan mudah dan sederhana. Ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan ketika akan memasukkan anak-anak kita ke lembaga pendidikan tertentu yaitu:

  1. Kurikulum yang diterapkan haruslah merupakan kuriku-lum yang berbasis tauhid dengan menjadikan aspek ketu-hanan sebagai sentral bagi seluruh bahan ajar yang diberi-kan.
  2. Sumber daya manusia yang terlibat dalam lembaga ter-sebut adalah mereka yang memiliki dedikasi dan komit-men yang tinggi untuk mendidik siswanya sesuai dengan nilai-nilai Islam.
  3. Sarana prasarana dan sistem pendukung yang mampu men-ciptakan situasi yang kondusif bagi siswa.

Kondisi dunia pendidikan saat ini, khususnya pendidik-an Islam masih sangat jauh dari kondisi ideal, oleh karena itu kita hanya bisa bertahan pada dua kaidah:

*   Bila kita menghadapi pilihan yang semuanya mudhorot maka pilih yang mudhorotnya paling kecil.

*   Apabila tidak bisa memperoleh kebaikan yang banyak bukan berarti kebaikan yang sedikit ditinggalkan.

Selanjutnya hal yang harus kita lakukan untuk memilih lembaga pendidikan yang baik adalah menjalankan kaidah: “bertanyalah pada ahlinya jika kamu tidak mengetahui.”

  1. Menciptakan / mencarikan masyarakat yang Islami

Masyarakat merupakan bagian dari kehidupan anak kita. Segala aturan dan nilai yang berlaku dalam masyarakat akan mempengaruhi pola tingkah laku anak. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban orang tua untuk mencarikan masya-rakat yang kondusif bagi proses pendidikan anaknya. Salah satu ciri masyarakat yang baik bilamana mampu menjalankan fungsi amar ma’ruf nahi munkar sebagaimana firman Allah SWT :

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan ummat yang menyeru pada kebajikan, menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar…”

(QS. Ali Imran : 104)

 

Bagikan