KRITIK YANG MEMBANGUN

Banyak anggapan yang menyatakan perlunya kritik yang membangun, karena seseorang atau sebuah instansi baik swasta atau pemerintahan tidak akan mampu berjalan dengan baik tanpa adanya kritik membangun, sehingga kritik yang membangun sangatlah dibutuhkan seseorang agar dalam tindakanya dapat berjalan dengan baik.

Sampai pernah terjadi kejadian, ada seseorang yang hobinya selalu mengkritik atas semua kebijakan atau kejadianya disekitarnya. Bahkan papan reklame/ informasi dijalan-jalan tidak luput dari kritikanya. Sepertinya semjua hal hal tidak luput dari kritikanya, namun hanya satu yang bias dipastikan luput dari kritikanya yaitu dialah dirinya sendiri. Ia lupa akan dirinya sendiri sehingga lolos dari kritikanya.

Secara sederhana mengkritik adalah menyebutkan beberapa kekurangan dan kesalahan seseorang dihadapanya atau dihadapan khalayak ramai, terlepas dari tujuan mengkrtik itu sendiri, entah bertujuan membangun atau menjatuhkan.

Kritik budaya orang pemalas

Hakikatnya orang yang pekerjaanya hanya mengkritik saja tanpa member sebuah solusi yang benar, ia tergolong pada orang yang pemalas. Ia tidak mau bertindak, ia lebih suka berpangku tangan, dia hanya melihat disekitarnya lalu mencari sesuatu yang bias dikritik, orang yang kesibukanya hanya mengkritik saja akan sulit untuk berkarya dan membangun ide-ide kemajuan.

 Dampak mengkritik

Mereka yang suka mengkritik orang lain pada hakikatnya memiliki dampak yang tidak kecil, pertama orang yang mengkritik akan sulit untuk maju karena terlalu sibuk untuk mencampuri urusan orang lain. Sedangkan dampak dari seseorang yang dikritik jika mereka tidak berpikiran positif maka akan menganggap bahwa mereka tidak disenangi oleh orang lain. Tetapi kalau seseorang yang dikritik memiliki sikap positif dan pantang menyerah pasti akan bangkit dan menunjukan bahwa dia bias menjadi pribadi yang baik dan maju.

 Yang benar adalah menasehati

Itulah yang dilakukan Rasululloh SAW ketika melihat sebuah kesalahan yang ada pada sahabatnya. Menasehati berbeda dengan mengkritik, jika mengkritik tak ubahnya dengan membeberkan kesalahan seseorang baik didepan banyak orang atau tidak, hal ini berbeda dengan menasehati, karena menasehati tidak harus menyebutkan kesalahan seseorang. Karena memang agama islam adalah nasehat sebagai mana dalam hadits Arbain An-Nawawi

hadisDari Abi Ruqayah Tamim bin Aus Ad Daari bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Agama ini adalah nasihat.” Kami bertanya, “Bagi siapa?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-kitab-Nya, bagi Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslimin, dan bagi kaum muslimin pada umumnya.”  (HR. Muslim)

Imunisasi Campak-Rubella (MR)

img_20170804_101125_hdr

 

 

 

 

 

Hari ini tepatnya pada hari jum’at 4 Agustus 2017 Play Group dan TK Ulul Abshor kedatangan tamu dari PUSKESMAS Srondol. Kedatangan pihak PUSKESMAS ke LPPT Ulul Abshor tidak lain untuk melakukan sosialisasi dan melaksanakan Imunisasi Campak-Rubella (MR). Hal itu sesuai dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan eliminasi campak dan mengendalikan penyakit rubella serta kecacatan bawaan akibat rubella (Congenital Rubella Syndrome) di Indonesia pada tahun 2020. Strategi yang ditempuh adalah pemberian imunisasi Measless Rubella (MR) untuk anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun.

Sedikit Informasi tentang Campak- Rubella

  1. Apa itu Rubella

Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melaui saluran nafas yang disebabkan oleh virus. Anak dan orang dewasa yagn belum pernah mendapat imunisasi Campak dan Rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit ini beresiko tinggi tertular.

  1. Bahaya dari penyakit ini?

Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru peunomia, radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

  1. Seperti apa gejala penyakit Campak dan Rubella?

Gejala penyakit Campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai dengan batuk, pilek dan mata merah (konjungtivitis). Gejala penyakit Rubella tidak spesifik bahkan bisa tanpa gejala. Gejala umum berupa demam ringan, pusing, pilek, mata merah dan nyeri dan persendian. Mirip gejala flu.

  1. Bagaimana agar terlindung dari penyakit Campak dan Rubella?

Tidak ada pengobatan untuk penyakit Campak dan Rubella namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit Campak dan Rubella. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus.

  1. Apakah vaksin MR?

Vaksin MR adalah kombinasi vaksin Campak atau Measles (M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap penyakit Campak dan Rubella.

  1. Apakah Vaksin MR aman?

Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izi edar dari Badan POM. Vaksin MR persen efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella.Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

  1. Siapa saja yang harus mendapatkan Imunisasi MR?

Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama kampanye imunisasi MR. Selanjutnya, imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi Campak.

  1. Apakah imunisasi MR memiliki efek samping?

Tidak ada efek samping dalam imunisasi. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yagn serius sangat jarang terjadi.

  1. Apabila anak telah diimunisasi Campak, apakah perlu mendapat imunisasi MR?

Ya, untuk mendapat kekebalan terhadap Rubella. Imunisasi MR aman bagi anak yang telah mendapat 2 dosis imunisasi Campak.

  1. Apakah perbedaan vaksin MR dan MMR?

Vaksin MR mencegah penyakit Campak dan Rubella. Vaksin MMR mencegah penyakit Campak, Rubella dan Gondongan.

  1. Mengapa yang diberikan adlah vaksin MR bukan MMR?

Saat ini pemerintah memprioritaskan pengendalian Campak dan Rubella karena bahaya komplikasinya yang berat dan mematikan.

  1. Apabila anak telah mendapat imunisasi MMR, apakah masih perlu mendapat imunisasi MR?

Ya. Untuk memastikan kekebalan penuh terhadap penyakit Campak dan Rubella. Imunisasi MR aman diberikan kepada anak yang sudah mendapat vaksin MMR.

  1. Apakah benar vaksin MR dapat menyebabkan autisme?

Tidak benar. Sampai saat ini belum ada bukti yang mendukung bahwa imunisasi jenis apapun dapat menyebabkan autisme.

  1. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 tahun 2016.

Imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya penyakit tertentu.

Dalam hal jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebakan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yagn mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.

Sumber : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

RAPAT PEMBENTUKAN PANITIA IDUL ADHA 1438 H

Tidak lama lagi kita akan memperingati hari besar umat muslim diseluruh dunia yaitu Hari Raya Idul Adha 1438 H/ 2017 M. Berbagai kegiatan telah disusun untuk memperingati hari raya idul adha salah satunya melalui dibentuknya  panitia idul adha di Lembaga Pesantren Terpadu Ulul Abshor Semarang. Hal itu direncanakan sebagai langkah awal untuk menyusun kegiatan yang nantinya akan diadakan dalam memperingati Hari Raya Idul Adha yang InsyAllah jatuh pada tanggal 1 September 2017 M atau 10 Dzulhijah 1438 H.

  1. Pembukaan Acara Pembentukan Panitia Idul Adha 1438 H

img_20170803_202432_hdr

2. Sambutan dan Taujih Pengasuh Ponpes Ulul Abshor (Drs. Kastori)img_20170803_200053_hdr

3. Suasana Musyawarah dan Vooting Pemilihan Ketua Panitiaimg_20170803_203515_hdr img_20170803_200102_hdr

4. Sambutan ketua panitia terpilih (Ustad Nalis Syifa’)

img_20170803_205209_hdr

PENTINGNYA MEMPERHATIKAN HAK-HAK ORANG TUA

wali-santri

Sesungguhnya orang yang sudah lanjut usia mempunyai hak-hak yang harus diperhatikan. Islam sebagai agama yang sempurna berada pada barisan paling depan dalam member perhatian dan menjaga hak-hak mereka. Nabi Muhammad SAW bersabda: “ Sesungguhnya termasuk pengagungan kepada Allah adalah memuliakan orang-orang yang sudah beruban lagi Muslim, memuliakan ahli Qur’an dengan tidak berlebihan dan tidak menyepelekanya dan memuliakan para pemimpin yang berbuat adil” (HR. Abu Daud: 4843: dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Shahih al-jami’ no 2199).

Berdasarkan hadis diatas betapa pentingnya kita harus memperhatikan hak orang tua atau orang yang sudh lanjut usia. Betapa tinggi kedudukan mereka. Bahkan, Nabi Muhammad SAW juga berwasiat: “Bukan termasuk golongan kami, orang yang tidak menyayangi orang-orang tua dari kami”, (HR. Tirmidza: 1842: ash-Shahihah no. 2196).

Sabda Nabi Muhammad SAW “Bukan termasuk golangan kami” menunjukan bahawa orang yang tidak menghormati orang yang sudah tua, maka, dia tidak mengikuti petunjuk Nabi Muhammad SWA, serta tidak berada diatas jalan sunahnya.

Agama Hanif

Islam sebagi agama yang hanif, dengan kelembutan dan perhatianya, sangat memperhatikan orang-orang yang sudah berusialanjut. Bahkan andaikan orang tua seseorang bukanlah muslim, maka syari’at kita tetap menyerukan untuk menjaga setiap haknya, sekalipun dia mengajak anaknya kepada kekafiran. Allah Azza wa jalla berfirman: “ Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatuy yang tiodak ada pengetahuanmu tentang itu maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya didunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-KU, kemudian hanya kepada-Ku-lah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Luqman 31: 15).

Dalil-dalil dalam syari’at dari al-qur’an dan Sunnah yang menunjukan perhatian terhadap hak-hak orang yang sudah lanjut usia sangatlah banyak. Ini menunjukan betapa besar perhatian Islam terhadap pemeliharaan hak-hak orang tua.

Hak-Hak Orang Tua

  1. Menghormatinya

Sebagaimana Rasulullah mengatakan “ ….. dan hormati orang tua- orang tua dari kami”.(HR. Tirmidzi). Kalimat ini mengandung makna yang tinggi bahwa orang tua harus dihormati dan seyogyanya kita selalu taat dan menyenangkan hatinya.

  1. Memuliakanya

Sebagai mana hadist yang telah kami sebutkan “ Sesungguhnya termasuk pengagungan kepada Allah adalah memuliakan orang-orang yang sudah beruban lagi Muslim (HR. Abu Daud: 4843: dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Shahih al-jami’ no 2199). Memuliakanya dapat berupa memberikan/memanggilnya dengan panggilan-panggilan yang bagus sehingga orangtua menjadi senang dan bahagia serta membaguskan cara bergaul dan menampakan kecintaan kepada orang tua.

  1. Memuliakan salam kepadanya.

Hal itu sebagimana ada dalam hadist yang berbunyi: “ Hendaknya orang yang kecil member salam kepada orang yang lebih besar, orang yang berjalan kepada yang duduk dan yang sedikit kepada yang banyak”. (HR. Bukhari:6231, Muslim:5772).

Maka apabila berjumpa kepada orang tua atau orang yang lebih tua dari kita hendaknya kita jangan menunda untuk segera member salam yang baik dan sopan.

  1. Jika berbicara dengan menggunakan nada yang lembut dan sopan
  2. Mendahulukanya dalam berbicara
  3. Perhatikan kesehatanya.
  4. Mendoakan kebaikan untuknya.
  5. Kebaikan orang tua tidak ada tandinganya.

Itulah tadi beberapa hak-hak orang tua yang harus selalu kita jaga dan perhatikan agar nantinya InsyAllah kita akan menjadi salah satu orang yang akan masuk surganya Allah SWT.