Arsip Kategori: Artikel

AGAR POHON KEIMANAN TUMBUH DAN BERBUAH

mmt-idul-adha-a4-jadiharga-qurbanHal terpenting yang harus diperhatikan oleh seorang muslim dalam menjalani kehidupan didunia adalah keimanan. Karena keimanan itu merupakan bagian terbaik yang diperoleh jiwa yang diraih oleh hati. Denganya, dia bisa meraih kemuliaan di dunia dan di akhirat. Bahkan semua usaha yang dicurahkan oleh seorang hamba sangat bergantung pada keimanan yang benar.

Dengan keimanan yang baik dan kuat seoarang hamba akan merasakan kehidupan yang tentram baik didunia maupun di akhirat. Dengan keimanan juga seseorang akan terhindar dari hal-hal yang tidak menyenangkan, keburukan dan siksaan. Keimanan yang baik seseorang akan mendapatkan anugerah terindah.

Dengan keimanan, hati dan jiwa akan menjadi tenang dan bahagia. Hal itu sebagaimana yang difirmankan oleh Allah S.W.T :

arradArtinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram (Qs. Ar-Rad 28)

Sesungguhnya keimanan itu ibarat sebuah pohon yang penuh berkah, yang sangat banyak faidahnya. Pohon ini memiliki temapat khusus yang memungkinkanya tumbuh subur, memiliki siraman khusus dan juga memiliki akar dan cabang-cabang yang berbuah sangat manis. Tempat tumbuhnya iman itu adalah Hati. Didalam hati bibit dan pokok keimanan diletakkan, dan darinya pula cabang-cabangnya akan bermunculan. Adapun siraman dari pohon(hati) adalah wahyu Allah yaitu Al-Qur’an dan sunnah Rasuluallah yaitu Hadist.

Adapun akar dari pohon keimanan adalah rukun iman yang berjumlah enam yaitu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir serta beriman kepada qada dan qadar-Nya Allah. Buah yang dihasilkan dari keimanan adalah sebuah kebaikan dan kebahagiaan yang akan diradsakan oleh seorang mukmin di dunia dan di akhirat. Seperti firman Allah dalam surah An-Nahl ayat 97 yang berbunyi:

tulisan-arab-alquran-surat-an-nahl-ayat-97Artinya: Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan keimanan itu bertambah dan semakin kuat. Diantaranya yang paling penting ialah mempelajari ilmu yang bermanfaat, mebaca dan merenungkan makna dalam al-qur’an. Selain itu keimanan juga bisa tumbuh dan berkembang dengan sebab kesungguh-sungguhan dan keseriusan seseorang dalam mentaati segala sesuatu yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala sesuatu yang dilarang Allah.

Umar bin Hubaib al-Khatami mengatakan , “Iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang”. Yang membuat keimanan bertambah jika seorang mukmin berzikir, bertahmid dan bertasbih kepad Allah SWT. Kemudian yang membuat keimanan berkurang jika kita lalai, menyia-nyiaka-Nya dan bhakan melupakan-Nya. Maka itu yang bisa menguranginya.

Sebagai penutup, marilah kita memohon kepada Allah agar menganugerahkan kepada kita untuk dapat merealisasikan dan menyempurnakan keimanan kita. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita keimanan yang benar, keyakinan yang sempurna dan memberikan hidayah dalam menjalani kehidupan didunia ini. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi nmaha penyayang.

Bagikan

MUSLIMAH MENGAJI

harga-qurban

Maraknya kajian-kajian muslimah dewasa ini sungguh sangat membahagiakan. Namun, ketika pengajian muslimah mulai banyak, ada sesuatu yang perlu diluruskan sebagai nasihat bagi kita bersama. Apa saja yang perlu diluruskan ? hal inilah yang nanti akan dibahas !

  • Muslimah Wajib Mengaji

Wanita adalah manusia yang terkena beban taklif sebagaiman laki-laki. Rasulullah SAW bersabda:

2“Wanita itu semisal laki-laki (HR Abu Dawud 236)

Beban taklif dan kewajiban yang diemban Allah kepada seluruh kaum Hawa ini harus ditunaikan dengan baik, benar, dan sesuai dengan syar’i. Beban taklif yang berupa kewajiban-kewajiban dalam perkara kehidupan agamanya. Seperti tata cara bersuci, shalat, puasa dan Lain sebagainya dari perkara-perkara yang wajib. Perkara-perkara ini, tidak ada jalan untuk mengetahuinya kecuali dengan menuntut ilmu. Belajar dan mengetahuinya dengan pengetahuan yang pasti, tidak ragu dan terhindar dariu kesalahan.

Al-Imam Ibnul Jauzi berkata : Wanita adalah insan yang terkena beban kewajiban sebagaimana lelaki. Wajib Baginya menuntut ilmu dalam perkara-perkara yang wajib diketahui. Agar ia dapat menunaikan kewajibanya diatas keyakinan.

Diantara dalil wajibnya wanita belajar adalah hadist rasulullah SAW yang berbunyi :

طَلَبُ الْعِلمِ فَرِيْضَةٌ عَلىَ كُلِّ مُسْلِمِِ

“Menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim”

  • Bila muslimah mengaji

Ada beberapa perkara yang perlu diperhatikan ketika muslimah mengaji, diantaranya:

1. Ikhlaskan niat

Dahulu imam Ahmad mengatakan “ Ilmu itu, tidak ada sesuatu apa pun yang dapat menandinginya bagi orang yang niatnya lurus”. Sungguh tepat ucapan diatas. Keagungan menuntut ilmu bagi yang lurus niatnya. Rasulullah sudah memberi peringatan kepada segenap pecinta ilmu agar meluruskan niatnya dalam belajar.

2. Suami jangan engkau lupakan

Seorang muslimah ketika ingin belajar dan keluar mencari ilmu, hendaknya meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya. Hendaknya taat kepada perintah suami dan tidak membangkang. Allah berfirman:

13. Perbaikilah Penampilanmu

Tidak diragukan bahwa wanita wajib memakai hijab. Haram wanita keluar rumah tanpa memakai hijab syar’i. Allah berfirman :

3Artinya: Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung (Qs. An-Nur: 31)

4. Catatlah Ilmu, Jangan mengobrol atau berjualan.

Tujuan mengaji atau menuntut ilmu adalah untuk menghilangkan kejahilan diri, kemudian untuk mengamalkan ilmu yang telah diketahui berusaha sekuat tenaga agar ilmu yang telah dimiliki bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

5. Pilihlah guru yang baik agama dan manhajnya.

Maksudnya jangan sembarangan memilih guru dalam belajar. Pilih guru yang mempunyai ilmu yang kuat. Jangan memilih ustadz (pria) bila masih ada ustadzah(wanita). Jangan pula belajar pada ustadz yang muda jika ada ustadz yang lebih tua dan ahli dibidangnya.

Inilah akhir yang dapat kami sampaikan. Semoga kalian wahai saudari-saudariku menjadi muslimat yang baik, selau kembali kepada kebenaran ketika diingatkan dan selalu belajar untuk mencari ilmu.

Bagikan

AL-QUR’AN MENGAJARKAN PROFESIONALME

mmt-idul-adha-a4-jadiAl-Qur’an mengarahkan kaum muslimin agar mewujudkan semua kepentingan mereka. Jika tidak memunkinkan memenuhi semua kepentinganya, maka hendaklah menugaskan orang tertentu, yang orang ini harus mencurahkan waktunya untuk menangani kepentingan tersebut. Tujuan dari semua penanggung jawab kepentingan itu adalah sama yaitu memenuhi dan mendahulukan  kepentingan masyarakat umum.

Hal inilah termasuk salah satu kaidah dan termasuk pokok dari syari’at yang berpatokan pada al-qur’an dan al-hadist. Mengingat banyak sekali kepentingan umum kaum muslimin yang tidak mungkin dipenuhi oleh masing –masing orang, padahal kepentingan-kepentingan itu harus segera ditangani agar setiap rencana yang muncul bisa segera diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu jalan untuk merealisasikanya adalah metode yang telah di isyaratkan oleh al-qur’an. Allah berfirman :capture

Artinya: “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (Q.S. At-Taubah: 122)

Setelah jiwa-jiwa kaum muslimin pada masa Rasulullah SAW termotivasi untuk menyambut seruan jihad, Allah mengingatkan mereka terhadapkkepentingan lain yang juga sangat urgen yaitu belajar ilmu pengetahuan.  Dalam ayat ini Allah memerintahkan agar tidak semua kaum muslimin ikut berjihad ke medan perang. Akan tetapi jihad tersebut terbagi menjadi beberapa golangongan, ada golangan yang berjihad dan ada pula golangan yang menuntut ilmu. Hal itu supaya orang-oarang yang berjihad perang bisa belajar ilmu dari golongan yang menimba ilmu sehingga meraka tidak ketinggalan ilmu pengetahuanya dan kepentingan mereka terhadap ilmu tetap bisa terpenuhi.

Allah berfirman :

1Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung (Q.S. Ali Imran: 104)

Betapa indahnya kehidupan kaum muslim jika masing-masing individu atau kelompok dapat bekerja secara provesional sesuai dengan job yang dikerjakan. Sehingga nantinya seluruh kepentingan umum kaum muslimin akan terpenuhi dengan baik. Karena masing-masing individu kaum muslimin diperintahkan untuk memelihara dan menjaga kepentingan umum. Dengan demikian, maka masing-masing akan fokus menjalankan tugas masing-masing secara provesional. Dengan taufik dari Allah SWT, jika kaum muslim bisa menjalankan sifat provesional ini dengan baik, maka dapat dipastikan kaum muslimin akan terus menjadi yang terdepan dalam segala bidang dan mereka akan terhindar dari berbagai macam keburukan.

Bagikan

KRITIK YANG MEMBANGUN

Banyak anggapan yang menyatakan perlunya kritik yang membangun, karena seseorang atau sebuah instansi baik swasta atau pemerintahan tidak akan mampu berjalan dengan baik tanpa adanya kritik membangun, sehingga kritik yang membangun sangatlah dibutuhkan seseorang agar dalam tindakanya dapat berjalan dengan baik.

Sampai pernah terjadi kejadian, ada seseorang yang hobinya selalu mengkritik atas semua kebijakan atau kejadianya disekitarnya. Bahkan papan reklame/ informasi dijalan-jalan tidak luput dari kritikanya. Sepertinya semjua hal hal tidak luput dari kritikanya, namun hanya satu yang bias dipastikan luput dari kritikanya yaitu dialah dirinya sendiri. Ia lupa akan dirinya sendiri sehingga lolos dari kritikanya.

Secara sederhana mengkritik adalah menyebutkan beberapa kekurangan dan kesalahan seseorang dihadapanya atau dihadapan khalayak ramai, terlepas dari tujuan mengkrtik itu sendiri, entah bertujuan membangun atau menjatuhkan.

Kritik budaya orang pemalas

Hakikatnya orang yang pekerjaanya hanya mengkritik saja tanpa member sebuah solusi yang benar, ia tergolong pada orang yang pemalas. Ia tidak mau bertindak, ia lebih suka berpangku tangan, dia hanya melihat disekitarnya lalu mencari sesuatu yang bias dikritik, orang yang kesibukanya hanya mengkritik saja akan sulit untuk berkarya dan membangun ide-ide kemajuan.

 Dampak mengkritik

Mereka yang suka mengkritik orang lain pada hakikatnya memiliki dampak yang tidak kecil, pertama orang yang mengkritik akan sulit untuk maju karena terlalu sibuk untuk mencampuri urusan orang lain. Sedangkan dampak dari seseorang yang dikritik jika mereka tidak berpikiran positif maka akan menganggap bahwa mereka tidak disenangi oleh orang lain. Tetapi kalau seseorang yang dikritik memiliki sikap positif dan pantang menyerah pasti akan bangkit dan menunjukan bahwa dia bias menjadi pribadi yang baik dan maju.

 Yang benar adalah menasehati

Itulah yang dilakukan Rasululloh SAW ketika melihat sebuah kesalahan yang ada pada sahabatnya. Menasehati berbeda dengan mengkritik, jika mengkritik tak ubahnya dengan membeberkan kesalahan seseorang baik didepan banyak orang atau tidak, hal ini berbeda dengan menasehati, karena menasehati tidak harus menyebutkan kesalahan seseorang. Karena memang agama islam adalah nasehat sebagai mana dalam hadits Arbain An-Nawawi

hadisDari Abi Ruqayah Tamim bin Aus Ad Daari bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Agama ini adalah nasihat.” Kami bertanya, “Bagi siapa?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-kitab-Nya, bagi Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslimin, dan bagi kaum muslimin pada umumnya.”  (HR. Muslim)

Bagikan