السحر (Sihir)

Sihir itu adalah pekerjaan setan, dan sihir adalah merupakan sebuah hakikat dan pengaruhnya sangat besar dan berbahaya bagi manusia. Sihir adalah sesuatu yang dilakukan secara lembut dan sangat terselubung

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَانَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ ۚ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Dan mereka mengikuti apa [1] yang dibaca oleh syaitan-syaitan [2] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat [3] di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan:”Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir’. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarkan ayat (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di Akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.”

(QS. Al-Baqarah [2]:102)

IBNU Qudamah dalam Al-Mughni 8/15 berkata: “Sihir adalah ikatan-ikatan tali dan mantra-mantra yang diucapkan atau ditulis oleh pelaku (tukang) sihir. Atau pelaku sihir melakukan sesuatu yang ia gunakan sebagai sarana permintaan tolong kepada setan untuk menyakiti orang yang disihir, memprngaruhi badan, hati, atau akalnya, dengan tanpa berhubungan langsung dengannya”.

Sungguh, sihir merupakan sebuah kejahatan luar biasa. Efek dan pengaruhnya sangat besar. Bukan hanya dapat menyebabkan rasa sakit, pelakunya juga bisa melakukan pembunuhan, perzinahan, memisahkan seseorang dengan istrinya, serta pengaruh-pengaruh buruk lainnya. Olehnya  itu, dalam surah Al-Falaq ayat 4, terkait wanita-wanita tukang sihir Allah Ta’ala menyebutkan, “Dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya)”.

Dari ayat 4 Surah Al-Falaq ini, sekurang-kurangnya ada dua faidah. Pertama, sihir merupakan sebuah kejahatan yang membawa mudharat dan bahaya. Kedua, perintah dari Allah Ta’ala kepada kita untuk senantiasa berlindung dari bahaya dan pengaruh sihir tersebut.

Sihir Termasuk Dosa Yang Membinasakan

DIRIWAYATKAN dari Abu Hurairah R.A, Rasulullah SAW bersabda: “Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang membinasakan. Para sahabat bertanya: “Apa ketujuh perkara itu, wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alas an yang dibenarkan syari’at, makan riba, makan harta anak yatim, melarikan diri dari medan perang, menuduh zina terhadap wanita-wanita mukminah yang menjaga diri dari perbuatan dosa dan tidak tahu menahu tentangnya”. (HR. Bukhari & Muslim).

(Kajian Aqidah Rabu Siang, Ponpes. Terpadu Ulul Abshor)