SEKALI LAGI URGENSI PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER

Salah satu kelebihan Islam dibanding sistem hidup yang lain adalah perhatiannya yang sangat besar terhadap pembangunan peradaban ummat. Islam menuntut setiap ummatnya untuk menjadi kontributor peradaban manusia. Untuk itu Allah Subhanahuataala  telah melengkapi manusia dengan perangkat-perangkat yang mampu menghantarkannya menjadi “manusia-manusia beradab”.

Sejarah telah mencatat dengan tinta emas bahwa ummat yang pertama kali paling beradab dipermukaan bumi adalah ummat yang dibangun oleh Rosulullah Shollallohualaihiwasallam di Madinah. Peradaban tersebut dibimbing di atas nilai-nilai wahyu yang pasti selaras dengan fitrah kemanusiaan. Lahirnya piagam Madinah sebagai tatanan masyarakat kala itu telah diakui oleh para ahli tata negara sebagai bentuk ikatan kenegaraan modern yang pertama di dunia.

Masyarakat Madani sebagaimana yang telah berhasil dibentuk oleh Rosulullah tidak mungkin terwujud kecuali ditopang oleh SDM-SDM yang handal yang dibangun oleh Baginda Nabi Muhammad Shollallohualahiwasallam  melalui sistem pendidikan Robbani. Oleh karena itu Islam meletakkan pendidikan sebagai asas dan prioritas utama dalam membangun tatanan ummat

Salah satu bukti otentik pentingnya term pendidikan bagi ummat manusia adalah dijadikannya lima ayat surat Al Alaq sebagai pilihan ayat pertama yang diturunkan oleh Allah Taala :

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الا ِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ ال اَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الا ِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)

” Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang mencipta-kan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling pemurah. Yang me-ngajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajar-kan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”(QS. Al ‘Alaq : (1-5)

Demikianlah Al Qur’an dengan sangat jelas memberikan taujih (nasihat) kepada kita betapa pentingnya kedudukan pendidikan dalam kehidupan ini. Pendidikan memang bukan segala-galanya namun dengan izin Alloh Taala segalanya bermula dari pendidikan.

Eksistensi pendidikan Islam saat ini rusak parah  karena rute, arah, dan dermaganya tidak jelas. Perahu pendidikan Islam hanya berputar-putar di atas pusaran berbagai arus deras ideologi jahat seperti pluralisme ,liberalisme,sekulerme, kapitalme, sosialisme dan lain-lain yang setiap saat siap menyeret, dan menenggelamkannya.

Kalau kita menelaah lebih dalam akan hakikat pendidikan lewat defenisi yang disampaikan para ulama,bisa kita temukan diantara salah satu definisi pendidikan sebagai berikut :

pendidikan / tarbiyah adalah :

هي الاسلوب الامثل في التعامل مع الفطرة البشيرة توجيها مباشرا بالكلمة وغيرمباشر بالقدوة وفق منهج خاص ووسائل خاصة لاحداث تغيير في الا نسان نحوالا حسن

“Cara ideal berinteraksi dengan fitrah manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung sesuai dengan sistem dan strategi yang khas untuk memproses perubahan (mendesain) manusia menuju kondisi lebih baik.”

Kalau kita perhatikan pengertian pendidikan di atas  akan timbul beberapa pertanyaan, “Bagaimana cara yang ideal itu ?” “Siapakah yang telah melakukan dengan cara yang ideal ?” “Darimana kita dapatkan referensinya ?”

Tentu cara yang paling ideal adalah cara-cara yang diajarkan Allah Subhanahu Wa ta’ala kepada Nabi-Nya (sejak zaman Nabi Adam ) khususnya Nabi Muhammad Sholallohualaihiwasallam dan cara yang diajarkan kepada para Shahabatnya. Secara umum  hal tersebut terdapat dalam Al Qur’an sedangkan secara khusus terdapat dalam Hadits beliau dan secara praktis terdapat dalam Sirah Nabawiyahnya. Kita tidak mungkin mampu melakukan proses pendidikan dengan ideal kecuali dengan mengikuti manhaj (pola dasar) para Nabi. Itulah arti ungkapan Imam Syauki yang berbunyi :

كادالمعلم ان يكون رسولا

“Hampir-hampir guru itu seperti Rosul”

Keberhasilan Nabi Muhammad sholallohualaihiwasallam dan para Shahabat dalam mendidik manusia sangat luar biasa. Seorang diplomat Parsi mengakui ”keajaiban ini” dengan ungkapan polosnya : ”Umar telah merobek-robek (memakan) hati kami, karena telah mengajarkan anjing padang pasir menjadi manusia-manusia yang beradab.”

Seperti kita ketahui bersama, kondisi masyarakat Arab saat itu sangat biadab sehingga diibaratkan seperti “anjing padang pasir.” Bahkan Al Qur’an melukiskan kerimbaan masyarakat Arab pada saat itu lebih ganas dari sekedar anjing padang pasir.

Allah Subhanahu Wa ta’ala  berfirman :

 وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ(8)بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ(9)

“dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apa mereka dibunuh ?” (QS. At Takwir : 8-9)

Demikian Rosulullah sholallohualaihiwasallam telah berhasil mendidik masya-rakat Arab yang sangat biadab  menjadi masyarakat yang sangat beradab yaitu “masyrakat madani” (masyrakat madinah)

MODEL PENDIDIKAN QURAN

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (13)

  1. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

Ayat ini menjadi salah satu model pendidikan islam ,yang membekali setiap peserta didik  dengan karakter terbaik, terkuat  dan terkokoh yaitu aqidah/keimanan  yang lurus sekaligus menutup rapat-rapat kesyirikan yang menghancurkan karakter yang paling dasar bagi manusia,dan komunitasnya.

Alloh menggambarkan pendidikan berbasis aqidah dengan gambaran yang  jelas,gamblang dan pengaruhnya dalam pembentukan karakter yang sangan kuat,generasi kita kita sebagai berikut:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ (24)

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,”

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya mengetengahkan :

قال علي بن أبي طلحة، عن ابن عباس في قوله: { مَثَلا كَلِمَةً طَيِّبَةً } شهادة أن لا إله إلا الله، { كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ } وهو المؤمن، { أَصْلُهَا ثَابِتٌ } يقول: لا إله إلا الله في قلب المؤمن، { وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ } يقول: يرفع بها عمل المؤمن إلى السماء.

”Berkata Ali bin Abi Tholhah,dari Ibnu Abbas dalam  ayat

 { كَلِمَةً طَيِّبَةً } /kalimat yang baik adalah shahadat Laa ilaaha illallooh,

 { كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ }/pohon yang baik adalah seorang mukmin

 أَصْلُهَا ثَابِتٌ }  {/akarnya kokoh adalah Laa ilaaha illallooh dalam hati seorang mukmin

{ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ } adalah dengan syahadat amal seorang mukmin terangkat ke langit.

Baganya sebagai berikut :

web

Alloh juga menggambarkan betapa rapuh dan hancurnya kepribadian seseorang jika tauhidnya/imannya rusak diantaranya :

حُنَفَاءَ لِلَّهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ (31)

“Dengan ikhlas kepada Alloh, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barang siapa yang memepersekutukan sesuatu dengan Alloh, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” ( QS . 22 :31)

مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (41)

  1. Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.

Maksud ayat di atas adalah,jiwa seoprang muslim yang aqidahnya rusak akan sangat lemah,karena bersandar pada makhluk yang  lemah,berbeda dengan seorang yang bertauhid ia bergantung kepada Alloh zat yang maha kuat.

Pribadi yang lemah tauhidnya adalah gambaran generasi lemah yang terbonsai oleh kungkungan makhluk. Mirip dengan ilustrasi berikut :

web-jpg2

 Inilah potret generasi bonsai yang hanya menampilkan casingnya ,sangat lemah akar dan pondasinya.

الشخصية الموحدة

PIGUR PRIBADI YANG BERTAUHID

  1. Nabi Muhammad shollallohualaihiwasallam

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu”

Beliau merupakan sosok terkuat aqidahnya sehingga pribadi yang paling kokoh karakternya.  Dahsyat pribadi beliau terlihat ketika menghadapi salah satu tantangan terberatnya. Ketika itu pendukung rosululloh rontok satu-demi satu bahkan paman beliau sebagai salah satu bemper terkuat meminta supaya beliau menghentikan dakwahnya, Apa jawaban beliau ?.

Inilah jawaban yang menggambarkan kokohnya pendirian beliau yang lebih kokoh dari karang bahkan makhluh terkokoh sekalipun:

يا عم، والله لو وضعوا الشمس في يمينى والقمر في يسارى على أن أترك هذا الأمر ـ حتى يظهره الله أو أهلك فيه ـ ما تركته

“Ya pamanku ,demi Alloh seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kaananku dan bulan di tangan kiriku,agar aku meninggalkan perkara ini (dakwah tauhid),tidak mungkin sehingga Alloh memenangkan atau menghancurkannya,Aku tidak akan meninggalkannya.”

  1. Kholid bin Walid

Beliau adalah sosok tangguh didikan Rosululloh dengan tauhidnya, mental bajanya tergambar sangat jelas ketika beliau memimpin pasukannya. Inilah ucapan pribadi yang mentalnya sangat tangguh :

أسلم تسلم أو اعقد لنفسك وقومك الذمة وأقر بالجزية وإلا فلا تلومن إلا نفسك فقد جئتك بقوم يحبون الموت كما تحبون الحياة

“Masuk islamlah anda akan selamat, atau berakadlah dirimu dan kaummu sebagai ahluldzimmah (arang kafir yang tunduk dengan hukum pemerintah islam) dan berikrarlah dengan membayar zijyah (pajak), kalau engkau menolak janganlah salahkan kecuali pada dirimu, karena anda akan berhadapan dengan suatau kaum yang mencintai kematian sebagai mana kalian semua mencintai kehidupan.”