Menjadi Pribadi yang Dicintai Allah

Alquranul karim sebagai pedoman hidup umat muslim dalam berbagai aspek dan dimensi kehidupan secara lugas, jelas dan gambling telah memberikan beberapa petunjuk praktis dan sistematis kepada kita. Antara lain adalah perbuatan dan sikap apa saja yang sekiranya dilakukan secara baik dan konsisten, mampu menghantarkan kita untuk dicintai oleh Allah. Dan manakala Allah telah cinta kepada kita, maka segala rencana baik, segala amaliyah dan peribadatan akan terpenuhi dan tercapai secara tepat karena Allah ridha dan cinta kepada kita. Diantara ciri-ciri Pribadi yang dicintai Allah adalah :

  1. Mencintai Allah  , dalam Hadist Qudsi disebutkan :

    عَنْ أَبِـيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللّـهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : «إِنَّ اللهَ تَعَالَـى قَالَ : مَنْ عَادَى لِـيْ وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْـحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَـيَّ مِمَّـا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَـيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِيْ لَأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِـيْ لَأُعِيْذَنَّهُ».

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla berfirman, ’Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan kepadaku, Aku pasti melindunginya.’”

  2. Sholat Diawal Waktu
  3. Menjaga Amalan agar Istiqomah
  4. Melanjutkan dakwah Rosul. Terutama bagi para guru-guru yang mendapat predikat pewaris para rosul.

كاد المعلم ان يكون رسولا

“Hampir-hampir, guru itu seperti Rosul”

لابد من ان يكونوا شخصية داعيتا مشتمرة

“Kita Wajib Menjadi Pribadi yang mampu mengemban amanah dakwah dengan istiqomah”

Pertanyaan:

  1. Bagaimana agar amalan-amalan kita tetap Istiqomah? (Ust. Wahyu K.)

    14731224_1112230972146034_8847396640527956327_n
    Ust. Wahyu K.

Jawab :

a. Istiqomah Itu milik Allah, Maka mintalah pada Allah

b. Istiqomah itu adalah hadiah emas dari Allah yang diberikan kepada hamba-hambaNYA yang Istimewa yang berhasil menjadi juara dalam kompetisi di dunia.

c. Istiqomah itu juga merupakan pengaruh lingkungan , maka carilah lingkungan yang bisa meneguhkan iman kita dalam beribadah kepada Allah.

2.  a. Bagaimana dengan orang islam yang tidak semangat dalam menjalankan syariati islam?

b. Doa untuk selalu bisa istiqomah (Ustdh. Dian)

Jawab : a. Orang yang tidak semangat dalam menjalankan syariat islam dikhawatirkan menjadi Dzolim, bahkan bisa menjadi kafir kalau samapai menganggap ada hukum lain yang lebih baik selain hukum Allah.

من اعتقد ان هذي غير النبي صلى الله عليه وسلم اكمل من هديه او ان حكم غيره احسن من حكمه, كالذين يفضلون حكم الطواغيت على حكمه, فهو كافر

Barang siapa yang berkeyakinan bahwa ada hadiy sama dengan ajaran dari perdamaian Nabi menjadikepadanya , atau yang ada adalah ketentuan yang serupa dengan yang aturan dari perdamaian Nabi menjadi atasnya , maka ia mendustakan (Kafir).

b. DOA ISTIQAMAH 

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Artinya :
Wahai Dzat yang Maha membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agamaMu

14717243_1112230988812699_5509696554110949093_n
Kajian Sabtu Pagi, 22 Oktober 2016

Oleh Ust. Kastori, S.Pd. (Pengasuh Ponpes. Terpadu Ulul Abshor, Banyumanik, Semarang)