Mencegah Kemungkaran dan Bid’ah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

tulisan arab alquran surat al an'am ayat 153“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu darijalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.” (QS. al-An’aam: 153)

Mengenai firman-Nya: wa laa tattabi’us subula fatafarraqa bikum ‘an sabiiliHi (“Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan [yang lain], karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.”)
Dan juga firman-Nya yang artinya: “Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah-belah tentangnya.” (QS. Asy-Syuura: 13). Dan ayat-ayat lainnya yang semakna di dalam al-Qur’an, `Ali bin Abi Thalhah menyatakan dari Ibnu `Abbas, ia berkata: “Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk senantiasa berjama’ah (bersatu) dan melarang mereka berpecah-belah, dan Allah memberitahukan kepada mereka bahwa orang-orang sebelum mereka binasa akibat pertengkaran dan pertentangan mengenai agama Allah.”

 

mabit