KARAKTERISTIK KURIKULUM ISLAM

psbpsb

Pengertian  kurikulum  apabila kita rujuk dalam bahasa Arab dapat disamakan dengan  istilah minhajمنهاج ) yang berasal dari kata :

نهج ) yang artinya menjelaskan

Al Qur’anul Karim melalui ayatnya menerangkan tentang term manhaj. Diantaranya adalah sebagaimana firman Allah SWT :

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا

“…Untuk tiap-tiap ummat  diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.”

(QS. Al Maidah : 48)

Dalam  dataran praktis, kurikulum yang  diterapkan dalam sebuah lembaga pendidikan Islam haruslah merupakan kurikulum yang dibangun atas landasan konsep Islam.  Ada beberapa hal yang merupakan basis konseptual dalam penyu-sunan kurikulum yang Islami, diantaranya :

  1. Kurikulum yang Islami haruslah memiliki sistem pengajar-an dan materi yang selaras dengan fitrah manusia, sebagai-mana sabda Rosulullah SAW :

مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِه

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka orang tuanyalah yang menjadikannya  sebagai Yahudi, Nasrani atau Majusi.”

(HR. Bukhari)

  1. Kurikulum Islam haruslah dapat mewujudkan tujuan pen-didikan Islam yang fundamental yaitu memurnikan ketaat-an dan peribadatan hanya kepada Allah.
  2. Tingkatan setiap kurikulum Islami haruslah sesuai dengan tingkatan pendidikan, baik dalam hal karakteristik, usia, tingkat pemahaman, dan sebagainya.
  3. Aplikasi, kegiatan, contoh atau teks kurikulum Islami harus memperhatikan tujuan-tujuan masyarakat yang realistis dan bertitik tolak dari konsep Islam yang ideal. Sebagai contoh : bisnis yang Islami, olah raga yang islami dan sebaginya.
  4. Sistem kurikulum Islam harus selaras dengan desain psiko-logis yang telah Allah ciptakan untuk manusia. Atas dasar inilah maka seluruh ilmu yang diberikan haruslah diarah-kan pada pembentukan kepribadian manusia yang ber-tauhid.
  5. Kurikulum Islami hendaknya memiliki metode yang elastis sehingga dapat diadaptasikan keberbagai kondisi dan po-tensi yang ada.
  6. Kurikulum Islami haruslah memperhatikan pada pendidik-an tentang segi-segi aktivitas langsung seperti jihad, dakwah, dan sebagainya.