Tiga Peran Orang Tua Dalam Pendidikan

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

brosur-smp-anyar-depan

Minimal ada tiga peran besar yang dapat kita jalankan sebagai orang tua dalam pendidikan anak yaitu :

  1. Menciptakan / menyediakan keluarga yang Islami

Anak merupakan amanat dari Allah SWT bagi kedua orang tuanya. Ia memiliki jiwa yang suci dan cemerlang. Bila sejak kecil dibiasakan baik, dididik dan dilatih dengan kon-tinu, maka ia akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang baik, begitu pula sebaliknya. Secara umum hal-hal yang dapat kita lakukan untuk anak-anak kita antara lain mendo’a-kan dengan do’a yang baik (QS. Al Furqaan : 74), menyerukan Sholat pada anak (QS. Thaahaa : 132), mencipta-kan kedamaian dalam rumah tangga (QS. An Nisaa’ : 128), mencintai dan menyayangi anak-anak (QS. Ali ‘Imran : 140), bersikap hati-hati terhadap anak-anak (QS. At Taghaabun : 14), memberikan nafkah yang halal (QS. Al Baqarah : 233), mendidik anak agar berbakti kepada Ibu – Bapak (QS. An Nisaa’ : 36, Al An’aam : 151, Al Israa’ : 23), memberikan air susu sampai dua tahun (QS. Al Baqarah : 233)

  1. Mengamanahkan pendidikan pada lembaga pendidik-an yang Islami

Memilih lembaga pendidikan saat ini bukanlah per-soalan mudah dan sederhana. Ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan ketika akan memasukkan anak-anak kita ke lembaga pendidikan tertentu yaitu:

  1. Kurikulum yang diterapkan haruslah merupakan kuriku-lum yang berbasis tauhid dengan menjadikan aspek ketu-hanan sebagai sentral bagi seluruh bahan ajar yang diberi-kan.
  2. Sumber daya manusia yang terlibat dalam lembaga ter-sebut adalah mereka yang memiliki dedikasi dan komit-men yang tinggi untuk mendidik siswanya sesuai dengan nilai-nilai Islam.
  3. Sarana prasarana dan sistem pendukung yang mampu men-ciptakan situasi yang kondusif bagi siswa.

Kondisi dunia pendidikan saat ini, khususnya pendidik-an Islam masih sangat jauh dari kondisi ideal, oleh karena itu kita hanya bisa bertahan pada dua kaidah:

*   Bila kita menghadapi pilihan yang semuanya mudhorot maka pilih yang mudhorotnya paling kecil.

*   Apabila tidak bisa memperoleh kebaikan yang banyak bukan berarti kebaikan yang sedikit ditinggalkan.

Selanjutnya hal yang harus kita lakukan untuk memilih lembaga pendidikan yang baik adalah menjalankan kaidah: “bertanyalah pada ahlinya jika kamu tidak mengetahui.”

  1. Menciptakan / mencarikan masyarakat yang Islami

Masyarakat merupakan bagian dari kehidupan anak kita. Segala aturan dan nilai yang berlaku dalam masyarakat akan mempengaruhi pola tingkah laku anak. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban orang tua untuk mencarikan masya-rakat yang kondusif bagi proses pendidikan anaknya. Salah satu ciri masyarakat yang baik bilamana mampu menjalankan fungsi amar ma’ruf nahi munkar sebagaimana firman Allah SWT :

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan ummat yang menyeru pada kebajikan, menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar…”

(QS. Ali Imran : 104)

 

Bagikan