Bangkitkan Raksasa Dari Tidur

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

brosur-smp-anyar

Potensi manusia sungguh luar biasa. Mereka dianugerahi akal sebagai pembeda antara diri mereka dan hewan. Mereka dikarunia fisik sempurna sebagai pembeda antara diri mereka dan jin. Banyak dari kita mengeluh, merasa tidak menemukan potensi, kurang pede dengan orang orang yang jauh lebih tersohor dari kita.

Sesungguhnya semua berimbang. Hanya saja di antara kita telah menemukan kemampuan otak, di antara kita juga masih mencari masih berusaha membangunkan raksasa yang sedang tertidur itu.

Saya ingin bahagikan rahasia membangunkan raksasa dalam diri kita yaitu ubah FEAR INTO POWER.

Caranya :

. Ubah gerakan

Ketika kita mendaki membawa ransel dengan lemah lunglai, maka itulah diri kita. Ketika kita melewati area perkuburan, seketika tubuh merinding, maka itulah diri kita. Ketika kita maju berhadapan dengan ribuan bahkan jutaan orang di pelupuk mata, kita merinding, maka itulah diri kita.

Tapi sejatinya itu bisa dipecahkan oleh gerakan kita. Anda berdiri tegak sangat tegak, menatap tajam. Maka seketika juga Anda menjadi gagah. Area perkuburan Anda tatap dengan tajam, berjalan tegak, sinyal emosi pun hadir, seketika Anda berani. Maka ketika Anda diganggu, kegagahan Anda muncul. Seketika mereka pun takut.

2. Ubah Fokus Dan Keyakinan

Menurut saya, focus adalah satu hal yang benar benar kita inginkan dengan berbagai cara dan kesabaran untuk terus meraihnya. Fokus satu saja dulu, maka seketika kekuatan datang dan lebih dahsyat kekuatan itu datang dari banyak pihak. Ketika kita mulai berani membuka pintu, ternyata ada banyak sekali orang yang bersedia dan siap membantu kita.

Keyakinan adalah aturan atau rule yang ada di dalam hati. Maka ketika keyakinan itu mengakar kuat, itulah diri Anda. Contoh, jika saya punya rumah besar, maka bersihkannya sulit. Maka sinyal akan menunjukkan bahwa Anda membenci rumah besar, maka Anda akan sangat sulit memiliki rumah besar.

Anda punya keyakinan,” Uang adalah akar dari segala kejahatan. Semakin kaya, maka saya semakin tamak dan dibenci semua orang bahkan langit.”

Maka ketika keyakinan Anda seperti itu, Anda akan sulit kaya.

Orang diparlemen itu semuanya busuk. Sukanya meras rakyat. Korupsi, pembohong, dan terlaknat oleh Tuhan. Aku disuruh menjadi bagian dari nya, Ah nggak sudi, nanti aku dilaknat oleh langit.

Maka selamanya Anda tidak akan menjadi anggota parlemen.

Lalu apa yang harus dilakukan ?

Ubah ..

Jika saya punya rumah besar dan banyak, maka saya bisa buat asrama haji murah, panti jompo gratis, panti asuhan, apalagi saya lihat dengan mata kepala sendiri masih banyak orang gelandangan yang menua tapi tidak gila.
Jika saya menjadi kaya raya, maka saya bisa menghajikan diri, keluarga, saudara, bahkan tetangga. Sebab keinginan mereka sebelum meninggal hanya satu yaitu haji. Alangkah indahnya diriku jika bisa membuat mereka bahagia.

Jika saya ikut di parlemen, maka kejahatan di sana bisa saya imbangi. Karena saya membela keadilan. Karena di situlah akarnya, maka harus diatasi akarnya. Jika semua orang di situ tidak baik, maka alangkah celakanya nasib rakyat.

3. Pilihan Kata

Apa yang kita ucapkan, itulah diri kita. Pilihan kata ini sungguh mempengaruhi diri.

Ketika kita bilang,” Ah, aku bingung.”

Maka energy drop, seolah otak Anda diisi virus bingung.

“ Aku kena tipu.”

Energi drop, akhirnya tidak mau move on.

“ Semua orang di situ pengkhianat.”

Maka Anda sulit mencari sejenisnya.

Cara mengatasi :

Ubah ..

Dari pada bingung, mending bilang,” Saya harus cari informasi tambahan.”
Daripada kena tipu, mending,” Ongkos sekolah saya.”
Daripada semua pengkhianat, mending,” Latihan adaptasi.”

Apa pun pilihan kata yang negative, ubah ke positif.

Bagikan