SAHABAT

img_20170724_194917_hdr1

 

 

 

 

 

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda : “seseorang itu akan mengikuti agama temanya. Maka hendaklah masing-masing kamu memperhatikan dengan siapa ia berteman.” (HR. Tirmidzi)

Dari sekelumit sabda Nabi SAW ini mengandung makna yang sangat besar, tidak disangka teman menentukan segalanya, jika teman anda adalah orang yang selalu mendurhakai allah SWT, maka bersiap-siaplah untuk ikut-ikutan mendurhakai Allah SWT. Akan tetapi jika teman anda termasuk hamba Allah yang taat maka ketaatanya akan merembet kepada kita dan kita pun akan ikut-ikutan taat kepada Allah SWT. Begitu agung islam menempatkan kedudukan seorang teman, hal itu sangat berbeda dengan banyak anggapan orang yang menganjurkan memperbanyak teman dari semua kalangan tanpa melihat sisi lain si teman tersebut.

Lalu muncul pertanyaan dibenak kita, adakah manfaat seorang teman besok dihari kiamat ??

Hal itu coba kita kaji berdasarkan beberapa hadist salah satunya hadist dalam kitab Az-Zuhd yang diriwayatkan oleh ibnul Mubarak “Apabila penghuni surga telah masuk kedalam surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu sewaktu didunia. Mereka pun bertanya tentang sahabat mereka kepada Allah SWT. “Yaa Robb … Kami tidak melihat sahabat-sahabat kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami.” Maka Allah berfirman: “Pergilah kamu ke Neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang dihatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarrah”.

Atsar Tabi’in juga menegaskan akan hal itu, kali ini Al-hasan Al-Basri berkata: “Perbanyaklah sahabat-sahabat mukminmu, karena mereka memiliki syafa’at pada hari kiamat nanti”.

Teman buruk menuntun ke neraka

Berikut firman Allah yang menunjukan kepada kita ungkapan penduduk neraka perihal sebab kenapa dia masuk neraka:

1(27) Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”.

(28) Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).

(29) Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.

Ya, itulah akibat dari salah memilih teman, Allah SWT sebenarnya telah mengirim Rasul untuk dijadikan teman, Allah juga telah mengirimkan orang-orang shaleh yang ada disekitar kita untuk dijadikan teman, semuanya itu tergantung diri kita masing-masing, apakah mau menjadikan orang shaleh sebagai temanya atau mencari teman yang fajir atau yang suka mendurhakai Allah untuk menjadi sahabat.

Sungguh sangat disayangkan, hanya karena alasan dunia yang fana’ ini, seseorang memilih berteman kepada orang-orang yang suka mendurhakai Allah bahkan sebagian muslim malah nekat berteman kepada non muslim.

Lalu akankah mereka akan menuntunya kesurga ? Tidak mungkin. Bahkan sebaliknya, akan menuntun untuk masuk ke dalam neraka.

Akhir kata, semoga kita lebih selektif didalam memilih teman. Selektif dalam arti bukan membeda-bedakan teman/sahabat. Selektif dalam hal ini lebih mengarah kepada mencari teman yang bisa diajak menuju jalan kebaikan dan kesuksesan.