Tugas Praktik Wawancara Santri

Pembelajaran tidak hanya bertujuan agar santri menjadi ‘tahu’, akan tetapi lebih dari itu santri diharapkan juga menjadi ‘bisa’. Oleh karena itu, LPPT Ulul Abshor tidak hanya menerapkan metode pembelajaran secara teoritis, tetapi juga santri diajak untuk praktik. Salah satu kegiatan praktik yang dilakukan santri adalah praktik wawancara. Guru Mapel Bahasa Indonesia, Ustaz Fadhli Rasis membiasakan santrinya untuk langsung praktik sesuai dengan bab yang sedang dipelajari.

Contohnya seperti para santri kelas 6 SD Pesantren Terpadu Ulul Abshor. Pekan ini mereka belajar tentang wawancara. Setelah materi disampaikan dalam bentuk teori, tibalah giliran santri mempraktikkan ilmunya. Mereka diberi tugas untuk melakukan kegiatan wawancara. Salah satu hasil wawancara adalah milik ananda Khalfan Ibrahim seperti tertampil di bawah ini.wawancara

Yang namanya belajar tentu belum sempurna. Secara tampilan hasil karya Khalfan sudah cukup bagus. Tetapi secara teknik penulisan, hasil wawancaranya masih punya kekurangan. Ia masih membagi wawancaranya menjadi tiga bagian yaitu tahap awal, tahap inti dan tahap akhir sesuai teorinya. Selain itu, dia juga memisahkan antaranya pertanyaan dengan jawabannya. Tidak masalah, kemauan mereka untuk belajar lebih utama dibandingkan dengan sekedar hasil belajarnya. Siapa tahu di antara mereka memiliki minat di dunia jurnalistik. Pengalaman tersebut bisa menjadi modal kecil bagi mereka ke arah sana.