RIHLAH TARBAWIYYAH, PERJALANAN SARAT PENDIDIKAN

berat tapi menyenangkanJarum jam baru menunjukkan pukul 05.30 WIB namun riuh para santri dan asatidzah telah memenuhi pelataran Ponpes Terpadu Ulul Abshor Semarang. Ya, pagi itu di hari Sabtu, 6 Oktober 2018 Ponpes memang punya agenda istimewa yaitu Rihlah Tarbawiyyah atau istilah saya jalan-jalan sambil belajar di alam. Wajah-wajah penuh semangat tampak dari semua peserta acara ini. Mereka tampak yakin mampu menaklukkan rute perjalan yang medannya cukup berat. Rute perjalanan yang akan ditempuh pada acara ini diawali dari Ponpes Terpadu Ulul Abshor di Kelurahan Srondol Wetan Kec. Banyumanik menuju komplek Kampus Universitas Negeri Semarang di Kel. Sekaran Kec. Gunungpati. Bagi warga Semarang ataupun mahasiswa UNNES yang telah mengenal rute tersebut mungkin bisa merasakan beratnya medan perjalanan karena rute ini berupa bukit dan lembah yang curam.

Tepat pukul 06.00 WIB rombongan pertama diberangkatkan. Kemudian selang beberapa menit rombongan kedua dan rombongan-rombongan berikutnya menyusul secara bertahap. Rihlah ini diikuti oleh santri-santri dari kelas 6 SD, semua santri SMP dan MA. Peserta rihlah sendiri dibagi dalam 10 kelompok  yang terdiri dari 5 rombongan santri putra dan 5 rombongan santri putri. Tiap rombongan dipimpin oleh seorang ketua dan didampingi oleh satu orang guru.

rombongan akhwatDalam perjalanan, rombongan harus singgah di 4 pos yang sudah didirikan. Di masing-masing pos mereka harus menyetorkan tugas-tugas yang sudah diberikan kepada penjaga pos. Di pos 1, rombongan harus membaca surat Ali Imron ayat 190. Kemudian di pos 2, rombongan harus meneriakkan yel-yel masing-masing rombongan dan bermain game. Di pos 3, rombongan harus membacakan sebuah Hadist Sohih Bukhori Muslim. Dan di pos 4, semua peserta diingatkan mengenai esensi dari kegiatan rihlah ini dengan mauidhoh langsung dari Pengasuh Ponpes Terpadu Ulul Abshor, Drs. Kastori. Beliau sendiri juga ikut menjadi peserta dalam kegiatan rihlah ini.

rombongan ikhwanMeskipun beberapa peserta harus dibantu naik kendaraan bermotor saat menaiki tanjakan terakhir yang sangat ekstrim, alhamdulillah semua peserta berhasil mencapai pos terakhir setelah menempuh perjalanan kaki sekitar 3 jam lamanya, turun dan naik lembah yang sangat curam. Rasa lelah memang sangat terasa namun perasaan happy di alam bisa membius itu semua. Apalagi panitia juga segera menyiapkan rujak buah untuk dinikmati bersama. Sambil bersenda gurau semua peserta menyatu menikmati hidangan di bawah rindangnya rumpun bambu di sekitar lapangan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Semarang.

persiapan-makan-bersamaDi tempat ini pula Pengasuh Ponpes Terpadu Ulul Abshor juga mengajak peserta rihlah merenungi kebesaran Allah Subhanahu Wata’ala. Di awali dengan pembacaan Surat Ash-shaf ayat 1-11 yang dilantunkan oleh seorang santri, Beliau mengingatkan bahwa kita berada dalam lingkungan pendidikan dan dakwah yang mengemban misi dakwah Rosulullah menegakkan kalimat tauhid di bumi ini. Panduan bagi para dai ialah surat Ash-shaf ini. Beliau menerangkan secara detil bagaimana menyusun dan melaksanakan kegiatan dakwah, termasuk menerangkan hikmah dari kegiatan rihlah yang baru saja dilalui bersama.

mauidhoh-rihlahAcara diakhiri dengan makan bersama ala pesantren. Setelah itu peserta kembali ke kampus lagi. Semoga acara ini membawa manfaat dan pelajaran bagi seluruh peserta. Amiin.

makan-bersama-ala-santri