Pendidikan Islam Sebagai Sebuah Solusi

Ustadzuna Drs. Kastori memiliki karya tulis berupa buku yang berjudul “Surat Sakti Buat Guruku Tersayang”. Dalam bukunya, beliau ingin menyampaikan pesan-pesan moral dan visi misi bagi para pendidik, orang tua serta aktivis yang peduli dan konsen terhadap dunia pendidikan. Melalui bukunya, beliau juga memaparkan secara rinci 25 kesalahan fatal yang terdapat dalam dunia pendidikan. Oleh karena pemikiran beliau dirasa penting untuk dibagikan secara luas sebagai referensi dalam membangun pendidikan umat, maka isi dari buku tersebut kami posting melalui website ini secara bertahap dimulai dari BAB I dengan judul Pendidikan Islam Sebuah Solusi.

1. Pendahuluan

Dengan menyebut Asma Allah, Tuhan petala langit dan bumi, jika Allah menghendaki sesuatu pasti terjadi dan jika Allah tidak menghendaki sesuatu pasti tidak akan terjadi.

Salah satu kelebihan Islam dibanding sistem hidup yang lain adalah perhatiannya yang sangat besar terhadap pembangunan peradaban ummat. Islam menuntut setiap ummatnya untuk menjadi kontributor peradaban manusia. Untuk itu Allah SWT telah melengkapi manusia dengan perangkat-perangkat yang mampu menghantarkannya menjadi “manusia-manusia beradab”.

Sejarah telah mencatat dengan tinta emas bahwa ummat yang pertama kali paling beradab di permukaan bumi adalah ummat yang dibangun oleh Rosulullah SAW di Madinah. Peradaban tersebut dibimbing di atas nilai-nilai fitrah kemanusian. Lahirnya piagam Madinah sebagai tatanan masyarakat kala itu telah diakui oleh para ahli tatanegara sebagai bentuk ikatan kenegaraan modern yang pertama di dunia. Di sinilah terbentuk kerangka filosofis “Paradigma masyarakat madani/civil society”, yang berakar dari bahasa arab mujtama Madani. Mujtama berarti Masyarakat sedangkan Madani berasal dari kata Madinah yang berati kota, juga bisa berasal dari kata madaniyyah yang berarti peradaban.

Masyarakat Madani sebagaimana yang telah berhasil dibentuk oleh Rosulullah tidak mungkin terwujud kecuali ditopang oleh SDM-SDM yang handal yang dibangun oleh Baginda Nabi Muhammad SAW melalui sistem pendidikan Robbani. Oleh karena itu Islam meletakkan pendidikan sebagai asas dan prioritas utama dalam membangun tatanan ummat.

Salah satu bukti otentik pentingnya term pendidikan bagi ummat manusia adalah dijadikannya lima ayat surat Al Alaq sebagai pilihan ayat pertama yang diturunkan oleh Allah SWT :al-alaq-1-5

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qolam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Demikianlah Al Qur’an dengan sangat jelas memberikan taujih (nasihat) kepada kita betapa pentingnya kedudukan pendidikan dalam kehidupan ini. Pendidikan memang bukan segala-segalanya namun segalanya bermula dari pendidikan. Bahkan secara ekstrim, kita dapat mengatakan bahwa tujuan Al Qur’an diturunkan adalah untuk melakukan proses pendidikan.

Dunia pendidikan kita hampir mirip dengan kisah “Kidlir” yang dengan terpaksa melubangi perahu yang ditumpangi walaupun Nabi Musa As menggerutu. Eksistensi pendidikan Islam saat ini justru lebih parah lagi karena rute, arah, dan dermaganya tidak jelas. Perahu pendidikan Islam hanya berputar-putar di atas pusaran arus deras ideologi sekuler yang setiap saat siap menyeret dan menenggelamkannya.

Kita memang sangat sedih, bingung, lelah dan kesal melihat fenomena ini. Kita harus sadar bahwa semua itu merupakan akibat ulah kita sendiri. Menghadapi hal ini tidak ada jalan lain bagi kita kecuali ikhtiar mencari jalan keluar, dengan merekonstruksi keping-keping pendidikan yang masih bisa kita manfaatkan.

Kita kadang heran melihat betapa banyak saudara kita yang terlibat dalam dunia pendidikan belum sadar, bahkan tidak memiliki sensitivitas terhadap kebrobokan dunianya. Kita harus jujur dan adil bahwa jeleknya sistem pendidikan kita tidak bisa terlepas dari rapuhnya sistem yang ada. Bagi para pelaku pendidikan yang Robbani, ia harus lebih sadar bahwa sesungguhnya pendidikan adalah poros, hati dan jantung ummat, artinya kebrobokan sistem hidup kita berasal dari kebrobokan sistem pendidikan yang ada. Tepatlah apa yang dikatakan oleh pendidikan di atas bahwa “pendidikan bukanlah segala-galanya namun segalanya bermula dari pendidikan”. (Bersambung…)

Bagikan