NASEHAT YANG LUAR BIASA

Syaikhul Islam Muhammad Ibn Abdil Wahhab dari kitab Qowaidul Arba’ memberikan nasehat emas kepada kita semua, jika kita lakukan niscaya Insya Allah akan selalu berbahagia di dunia ini maupun akhirat kelak.

*PERTAMA* :
إذا أعطي شكر

” Jika diberi nikmat bersyukur”
Walaupun nikmat itu jumlahnya sedikit, kalau kita pandai bersyukur insya Allah akan selalu merasa cukup dan cukup, sedangkan kalau kita tidak pernah mau bersyukur dan selalu mengeluh sebanyak apapun nikmat yg diberikan oleh Allah selalu akan merasa kurang dan kurang. Padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman;

ﻭَﺇِﺫْ ﺗَﺄَﺫَّﻥَ ﺭَﺑُّﻜُﻢْ ﻟَﺌِﻦْ ﺷَﻜَﺮْﺗُﻢْ ﻷﺯِﻳﺪَﻧَّﻜُﻢْ ﻭَﻟَﺌِﻦْ ﻛَﻔَﺮْﺗُﻢْ ﺇِﻥَّ ﻋَﺬَﺍﺑِﻲ ﻟَﺸَﺪِيد
ٌ
”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu
memaklumkan : Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat)
kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-
Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat
pedih” [QS. Ibrahim : 7].

*KEDUA* ;
و إذا بتلي صبر

” Jika diuji bersabar”
Berapapun besarnya ujian baik berupa sedikitnya rezeki yang kita dapat, atau wafatnya seorang yang kita cintai. Kalau kita selalu berusaha memupuk diri untuk bisa bersabar, insya Allah semuanya akan terasa ringan dan mudah dihadapi.

*KETIGA* ;
إذا أذنب إستغفر

” Jika berdosa segera memohon ampun”

Seorang mukmin ketika merasa melakukan dosa maka ia akan bersegera memohon ampun kepada Allah subhaanahu wa ta’alaa dan berusaha menghapusnya dengan ibadah yang lainnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan sebuah nasehat berharga kepada Abu Dzar Al Ghifariy Jundub bin Junadah,

ﺍﺗَّﻖِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺣَﻴْﺜُﻤَﺎ ﻛُﻨْﺖَ ﻭَﺃَﺗْﺒِﻊِ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺔَ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔَ ﺗَﻤْﺤُﻬَﺎ ﻭَﺧَﺎﻟِﻖِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ
ﺑِﺨُﻠُﻖٍ ﺣَﺴَﻦ
ٍ
“ Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu
berada dan ikutkanlah kejelekan dengan
kebaikan, niscaya kebaikan akan
menghapuskannya dan berakhlaqlah dengan
sesama dengan akhlaq yang baik (HR. Tirmidzi
no. 1987. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan
bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi
(hasan dilihat dari jalur lainnya), Shahih
At Targhib wa At Tarhib 2655).

___________________
___________________

Cuman tiga, tapi tidak semudah yang dibayangkan…

Kalau kita bisa yakinlah akan bahagia dunia & akhirat insya Allah

Bagikan

AGAR POHON KEIMANAN TUMBUH DAN BERBUAH

mmt-idul-adha-a4-jadiharga-qurbanHal terpenting yang harus diperhatikan oleh seorang muslim dalam menjalani kehidupan didunia adalah keimanan. Karena keimanan itu merupakan bagian terbaik yang diperoleh jiwa yang diraih oleh hati. Denganya, dia bisa meraih kemuliaan di dunia dan di akhirat. Bahkan semua usaha yang dicurahkan oleh seorang hamba sangat bergantung pada keimanan yang benar.

Dengan keimanan yang baik dan kuat seoarang hamba akan merasakan kehidupan yang tentram baik didunia maupun di akhirat. Dengan keimanan juga seseorang akan terhindar dari hal-hal yang tidak menyenangkan, keburukan dan siksaan. Keimanan yang baik seseorang akan mendapatkan anugerah terindah.

Dengan keimanan, hati dan jiwa akan menjadi tenang dan bahagia. Hal itu sebagaimana yang difirmankan oleh Allah S.W.T :

arradArtinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram (Qs. Ar-Rad 28)

Sesungguhnya keimanan itu ibarat sebuah pohon yang penuh berkah, yang sangat banyak faidahnya. Pohon ini memiliki temapat khusus yang memungkinkanya tumbuh subur, memiliki siraman khusus dan juga memiliki akar dan cabang-cabang yang berbuah sangat manis. Tempat tumbuhnya iman itu adalah Hati. Didalam hati bibit dan pokok keimanan diletakkan, dan darinya pula cabang-cabangnya akan bermunculan. Adapun siraman dari pohon(hati) adalah wahyu Allah yaitu Al-Qur’an dan sunnah Rasuluallah yaitu Hadist.

Adapun akar dari pohon keimanan adalah rukun iman yang berjumlah enam yaitu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir serta beriman kepada qada dan qadar-Nya Allah. Buah yang dihasilkan dari keimanan adalah sebuah kebaikan dan kebahagiaan yang akan diradsakan oleh seorang mukmin di dunia dan di akhirat. Seperti firman Allah dalam surah An-Nahl ayat 97 yang berbunyi:

tulisan-arab-alquran-surat-an-nahl-ayat-97Artinya: Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan keimanan itu bertambah dan semakin kuat. Diantaranya yang paling penting ialah mempelajari ilmu yang bermanfaat, mebaca dan merenungkan makna dalam al-qur’an. Selain itu keimanan juga bisa tumbuh dan berkembang dengan sebab kesungguh-sungguhan dan keseriusan seseorang dalam mentaati segala sesuatu yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala sesuatu yang dilarang Allah.

Umar bin Hubaib al-Khatami mengatakan , “Iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang”. Yang membuat keimanan bertambah jika seorang mukmin berzikir, bertahmid dan bertasbih kepad Allah SWT. Kemudian yang membuat keimanan berkurang jika kita lalai, menyia-nyiaka-Nya dan bhakan melupakan-Nya. Maka itu yang bisa menguranginya.

Sebagai penutup, marilah kita memohon kepada Allah agar menganugerahkan kepada kita untuk dapat merealisasikan dan menyempurnakan keimanan kita. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita keimanan yang benar, keyakinan yang sempurna dan memberikan hidayah dalam menjalani kehidupan didunia ini. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi nmaha penyayang.

Bagikan

MUSLIMAH MENGAJI

harga-qurban

Maraknya kajian-kajian muslimah dewasa ini sungguh sangat membahagiakan. Namun, ketika pengajian muslimah mulai banyak, ada sesuatu yang perlu diluruskan sebagai nasihat bagi kita bersama. Apa saja yang perlu diluruskan ? hal inilah yang nanti akan dibahas !

  • Muslimah Wajib Mengaji

Wanita adalah manusia yang terkena beban taklif sebagaiman laki-laki. Rasulullah SAW bersabda:

2“Wanita itu semisal laki-laki (HR Abu Dawud 236)

Beban taklif dan kewajiban yang diemban Allah kepada seluruh kaum Hawa ini harus ditunaikan dengan baik, benar, dan sesuai dengan syar’i. Beban taklif yang berupa kewajiban-kewajiban dalam perkara kehidupan agamanya. Seperti tata cara bersuci, shalat, puasa dan Lain sebagainya dari perkara-perkara yang wajib. Perkara-perkara ini, tidak ada jalan untuk mengetahuinya kecuali dengan menuntut ilmu. Belajar dan mengetahuinya dengan pengetahuan yang pasti, tidak ragu dan terhindar dariu kesalahan.

Al-Imam Ibnul Jauzi berkata : Wanita adalah insan yang terkena beban kewajiban sebagaimana lelaki. Wajib Baginya menuntut ilmu dalam perkara-perkara yang wajib diketahui. Agar ia dapat menunaikan kewajibanya diatas keyakinan.

Diantara dalil wajibnya wanita belajar adalah hadist rasulullah SAW yang berbunyi :

طَلَبُ الْعِلمِ فَرِيْضَةٌ عَلىَ كُلِّ مُسْلِمِِ

“Menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim”

  • Bila muslimah mengaji

Ada beberapa perkara yang perlu diperhatikan ketika muslimah mengaji, diantaranya:

1. Ikhlaskan niat

Dahulu imam Ahmad mengatakan “ Ilmu itu, tidak ada sesuatu apa pun yang dapat menandinginya bagi orang yang niatnya lurus”. Sungguh tepat ucapan diatas. Keagungan menuntut ilmu bagi yang lurus niatnya. Rasulullah sudah memberi peringatan kepada segenap pecinta ilmu agar meluruskan niatnya dalam belajar.

2. Suami jangan engkau lupakan

Seorang muslimah ketika ingin belajar dan keluar mencari ilmu, hendaknya meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya. Hendaknya taat kepada perintah suami dan tidak membangkang. Allah berfirman:

13. Perbaikilah Penampilanmu

Tidak diragukan bahwa wanita wajib memakai hijab. Haram wanita keluar rumah tanpa memakai hijab syar’i. Allah berfirman :

3Artinya: Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung (Qs. An-Nur: 31)

4. Catatlah Ilmu, Jangan mengobrol atau berjualan.

Tujuan mengaji atau menuntut ilmu adalah untuk menghilangkan kejahilan diri, kemudian untuk mengamalkan ilmu yang telah diketahui berusaha sekuat tenaga agar ilmu yang telah dimiliki bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

5. Pilihlah guru yang baik agama dan manhajnya.

Maksudnya jangan sembarangan memilih guru dalam belajar. Pilih guru yang mempunyai ilmu yang kuat. Jangan memilih ustadz (pria) bila masih ada ustadzah(wanita). Jangan pula belajar pada ustadz yang muda jika ada ustadz yang lebih tua dan ahli dibidangnya.

Inilah akhir yang dapat kami sampaikan. Semoga kalian wahai saudari-saudariku menjadi muslimat yang baik, selau kembali kepada kebenaran ketika diingatkan dan selalu belajar untuk mencari ilmu.

Bagikan

AL-QUR’AN MENGAJARKAN PROFESIONALME

mmt-idul-adha-a4-jadiAl-Qur’an mengarahkan kaum muslimin agar mewujudkan semua kepentingan mereka. Jika tidak memunkinkan memenuhi semua kepentinganya, maka hendaklah menugaskan orang tertentu, yang orang ini harus mencurahkan waktunya untuk menangani kepentingan tersebut. Tujuan dari semua penanggung jawab kepentingan itu adalah sama yaitu memenuhi dan mendahulukan  kepentingan masyarakat umum.

Hal inilah termasuk salah satu kaidah dan termasuk pokok dari syari’at yang berpatokan pada al-qur’an dan al-hadist. Mengingat banyak sekali kepentingan umum kaum muslimin yang tidak mungkin dipenuhi oleh masing –masing orang, padahal kepentingan-kepentingan itu harus segera ditangani agar setiap rencana yang muncul bisa segera diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu jalan untuk merealisasikanya adalah metode yang telah di isyaratkan oleh al-qur’an. Allah berfirman :capture

Artinya: “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (Q.S. At-Taubah: 122)

Setelah jiwa-jiwa kaum muslimin pada masa Rasulullah SAW termotivasi untuk menyambut seruan jihad, Allah mengingatkan mereka terhadapkkepentingan lain yang juga sangat urgen yaitu belajar ilmu pengetahuan.  Dalam ayat ini Allah memerintahkan agar tidak semua kaum muslimin ikut berjihad ke medan perang. Akan tetapi jihad tersebut terbagi menjadi beberapa golangongan, ada golangan yang berjihad dan ada pula golangan yang menuntut ilmu. Hal itu supaya orang-oarang yang berjihad perang bisa belajar ilmu dari golongan yang menimba ilmu sehingga meraka tidak ketinggalan ilmu pengetahuanya dan kepentingan mereka terhadap ilmu tetap bisa terpenuhi.

Allah berfirman :

1Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung (Q.S. Ali Imran: 104)

Betapa indahnya kehidupan kaum muslim jika masing-masing individu atau kelompok dapat bekerja secara provesional sesuai dengan job yang dikerjakan. Sehingga nantinya seluruh kepentingan umum kaum muslimin akan terpenuhi dengan baik. Karena masing-masing individu kaum muslimin diperintahkan untuk memelihara dan menjaga kepentingan umum. Dengan demikian, maka masing-masing akan fokus menjalankan tugas masing-masing secara provesional. Dengan taufik dari Allah SWT, jika kaum muslim bisa menjalankan sifat provesional ini dengan baik, maka dapat dipastikan kaum muslimin akan terus menjadi yang terdepan dalam segala bidang dan mereka akan terhindar dari berbagai macam keburukan.

Bagikan