PENGAJIAN RUTIN

mmt-idul-adha-a4-jadiAssalamualaikum Wr. Wb

Hadirilah …… Pengajian rutin Bapak-bapak dan Ibu-ibu

Hari: Setiap hari Senin

Pukul: 10.00 s/d 11.30

Tempat : Aula Ponpes Ulul Abshor Semarang

Pembicara : Drs. Katori

Fasilitas : 1. Manhaji (Sistematis)

2. Copy Makalah/ Materi

3. Multimedia

Ayoooo buruann ikut ……………. GRATISSSSS

Diikuti oleh berbagai kalangan

Bagikan

KRITIK YANG MEMBANGUN

Banyak anggapan yang menyatakan perlunya kritik yang membangun, karena seseorang atau sebuah instansi baik swasta atau pemerintahan tidak akan mampu berjalan dengan baik tanpa adanya kritik membangun, sehingga kritik yang membangun sangatlah dibutuhkan seseorang agar dalam tindakanya dapat berjalan dengan baik.

Sampai pernah terjadi kejadian, ada seseorang yang hobinya selalu mengkritik atas semua kebijakan atau kejadianya disekitarnya. Bahkan papan reklame/ informasi dijalan-jalan tidak luput dari kritikanya. Sepertinya semjua hal hal tidak luput dari kritikanya, namun hanya satu yang bias dipastikan luput dari kritikanya yaitu dialah dirinya sendiri. Ia lupa akan dirinya sendiri sehingga lolos dari kritikanya.

Secara sederhana mengkritik adalah menyebutkan beberapa kekurangan dan kesalahan seseorang dihadapanya atau dihadapan khalayak ramai, terlepas dari tujuan mengkrtik itu sendiri, entah bertujuan membangun atau menjatuhkan.

Kritik budaya orang pemalas

Hakikatnya orang yang pekerjaanya hanya mengkritik saja tanpa member sebuah solusi yang benar, ia tergolong pada orang yang pemalas. Ia tidak mau bertindak, ia lebih suka berpangku tangan, dia hanya melihat disekitarnya lalu mencari sesuatu yang bias dikritik, orang yang kesibukanya hanya mengkritik saja akan sulit untuk berkarya dan membangun ide-ide kemajuan.

 Dampak mengkritik

Mereka yang suka mengkritik orang lain pada hakikatnya memiliki dampak yang tidak kecil, pertama orang yang mengkritik akan sulit untuk maju karena terlalu sibuk untuk mencampuri urusan orang lain. Sedangkan dampak dari seseorang yang dikritik jika mereka tidak berpikiran positif maka akan menganggap bahwa mereka tidak disenangi oleh orang lain. Tetapi kalau seseorang yang dikritik memiliki sikap positif dan pantang menyerah pasti akan bangkit dan menunjukan bahwa dia bias menjadi pribadi yang baik dan maju.

 Yang benar adalah menasehati

Itulah yang dilakukan Rasululloh SAW ketika melihat sebuah kesalahan yang ada pada sahabatnya. Menasehati berbeda dengan mengkritik, jika mengkritik tak ubahnya dengan membeberkan kesalahan seseorang baik didepan banyak orang atau tidak, hal ini berbeda dengan menasehati, karena menasehati tidak harus menyebutkan kesalahan seseorang. Karena memang agama islam adalah nasehat sebagai mana dalam hadits Arbain An-Nawawi

hadisDari Abi Ruqayah Tamim bin Aus Ad Daari bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Agama ini adalah nasihat.” Kami bertanya, “Bagi siapa?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-kitab-Nya, bagi Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslimin, dan bagi kaum muslimin pada umumnya.”  (HR. Muslim)

Bagikan