BAHAGIA DENGAN HUSNUL KHATIMAH

kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

PONPES. TERPADU ULUL ABSHOR

brosur-smp-anyar-depan

Oleh
Khalid bin ‘Abdurrahman asy Syayi’

Keadaan seseorang saat tutup usia memiliki nilai tersendiri, karena balasan baik dan buruk yang akan diterimanya tergantung pada kondisinya saat tutup usia. Sebagaimana dalam hadits yang shahih:

إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالخَـوَاتِيْمُ رواه البخاري وغَيْرُهُ.

“Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya”. [HR Bukhari dan selainnya]

Oleh sebab itulah, seorang hamba Allah yang shalih sangat merisaukannya. Mereka melakukan amal shalih tanpa putus, merendahkan diri kepada Allah agar Allah memberikan kekuatan untuk tetap istiqamah sampai meninggal. Mereka berusaha merealisasikan wasiat Allah Azza wa Jalla :

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri)”. [Ali Imran : 102]

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan sebuah hadits dalam Shahih-nya, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma , dia mengatakan :

سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ: إِِنَّ قُلُوْبَ بَنِيْ آدَمَ كُلُّهَا بَيْنَ أَصْبَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ، ثُمَّ قَالَ رَسُوْلَ اللهِ : اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ القُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ.

“Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya kalbu-kalbu keturunan Adam berada di antara dua jari dari jari-jari Allah laksana satu hati, Allah membolak-balikannya sesuai kehendakNya,” kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: “Ya Allah, Dzat yang membolak-balikan hati, palingkanlah hati-hati kami kepada ketaatanMu”.

Itulah pentingnya kondisi tutup usia. Sementara itu, kondisi seseorang pada detik-detik terakhir kehidupannya ini, tergantung amal perbuatan pada masa lampau. Barangsiapa yang berbuat baik di saat waktu dan usianya memungkinan, maka insya Allah akhir hidupnya baik. Dan jika sebaliknya, maka sudah tentu kejelekan yang akan menimpanya. Allah tidak akan pernah menzhaliminya, meskipun sedikit.

Mengingat pentingnya masalah ini dan keharusan memperhatikannya, maka dengan memohon kepada Allah, tulisan ini kami angkat untuk menjadi pengingat kita semua.

_(in syaa Allah bersambung)_

Bagikan

Muhasabah Diri

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

PONPES. TERPADU Ulul Abshor

brosur-smp-anyar-depan

Ada seorang fakir miskin melewati jalan di Madinah. Di sepanjang jalan, dia sering melihat orang-orang makan daging. Dia pun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan daging. Dia pulang ke rumahnya dengan hati jengkel.

Sesampai di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus. Dengan hati terpaksa, dia memakan kedelai itu seraya membuang kupasan kulitnya ke luar jendela. Dia sangat bosan dengan kedelai.

Dia berkata pada istrinya :

*“Bagaimana hidup kita ini…? Orang-orang makan daging, kita masih makan kedelai.”*

Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan di pinggir rumahnya. Alangkah terkejutnya, *dia melihat seorang lelaki tua duduk di bawah jendela rumahnya, sambil memungut kulit-kulit kedelai yang tadi ia buang dan memakannya* seraya bergumam :

ﺍﻟﺤﻤﺪﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺭﺯﻗﻨﻲ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺣﻮﻝ ﻣﻨﻲ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ

*“Segala Puji bagi Allah _subhanahu wata’ala_ yang telah memberiku rezeki tanpa harus mengeluarkan tenaga.”*

Mendengar ucapan lelaki tua itu, dia menitikkan air mata, seraya bergumam :
ﺭﺿﻴﺖ ﻳﺎ ﺭﺏ

*”Sejak detik ini, aku rela dengan apapun yang Engkau berikan Yaa Allah…”*

Rezeki itu yang penting mengalir, besar kecil yang penting ada alirannya. Jangan berharap mengalir seperti banjir, jikalau tak bisa berenang maka bisa tenggelam.

ﺇﻟﻰ ﻣﺘﻰ ﺃﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﺬﺍﺕ ﻣﺸﻐﻮﻝ
ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ

_*”Sampai kapan engkau sibuk dengan kelezatan, sedangkan engkau akan ditanya tentang semua yang kau lakukan.”*_

Berkata Ali bin Abi Thalib _radhiyallahu anhu_ :

ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﻤّﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺑﻄﻨﻪ ﻛﺎﻧﺖ
_*“Barang siapa perhatiannya hanya pada apa yang masuk ke dalam perutnya, maka nilai seseorang tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya”

Duluuu.. saya pikir, rizqi itu berwujud uang, banyak job, urusan kerjaan lancar, banyak tabungan, punya banyak asset disana-sini, Intinya : harta.

Setelah mencari tau apa makna rizqi dalam Islam (sesuai yg tertera dalam alquran dan hadits), ternyata saya salah besar.

Ternyata,
▪langkah kaki yg dimudahkan untuk hadir ke majelis ilmu, itu adalah rizqi.

▪langkah kaki yg dimudahkan untuk shalat berjamaah di masjid, adalah rizqi.

▪hati yg Allah jaga jauh dari iri, dengki, dan kebencian, adalah rizqi.

▪punya temen2 yang sholeh dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itu juga rizqi.

▪saat keadaan sulit penuh keterbatasan, itu juga rizqi. Mungkin jika dalam keadaan sebaliknya, justru membuat kita kufur, sombong, bahkan lupa diri.

▪punya orang tua yang sakit2an, adalah rizqi, karena merupakan ladang amal pembuka pintu surga.

▪tubuh yang sehat, adalah rizqi. Bahkan saat diuji dengan sakit, itu juga bentuk lain dari rizqi karena sakit adalah penggugur dosa.

▪dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk2 rizqi yang tidak kita sadari…

_Justru yang harus kita waspadai adalah ketika hidup kita berkecukupan, penuh dengan kemudahan dan kebahagiaan, padahal begitu banyak hak Allah yang tidak kita tunaikan;_
Itulah: *Istidraj.*

Nasrun MinAllah wa Fathun Qorriib. Wa bashiril Mu’minin

Indahnya nikmat berpuasa…..

Bagikan

Waspada Selama Puasa Ramadhan

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

PONPES. TERPADU ULUL ABSHOR

brosur-smp-anyar-depan

Oleh. Ustadz DR.Firanda Andirja, Lc MA hafidzohulloh.

Selamat melaksanakan ibadah puasa bulan Ramadhan, semoga dimudahkan berpuasa yg berkualitas, penuh dengan lantunan al-Qur’an dan sholat malam serta sedekah.

Waspadalah dengan hal-hal yg mengurangi kualitas puasa anda sehingga berkurang pahalanya atau sirna. Karenanya :

1) Jauhi ghibah, karena ghibah akan menggugurkan pahala puasa anda, bahkan menurut segelintir ulama membatalkan puasa. Ghibah dijadikan lezat oleh syaitan, karenanya diantara perkara yg sangat menarik adalah menonton atau membaca berita ghibah.

2) Tundukan pandangan, agar pahala puasa anda tidak terkikis dengan aurot wanita yg terpajang di FB apalagi Youtube.

3) Waktu untuk ngenet jangan sampai lebih banyak daripada membaca al-Qur’an, sungguh ini adalah jebakan syaithan

4) Jauhi menghabiskan waktu dengan menonton sinetron yg isinya banyak memamerkan aurot wanita dan melalaikan dari akhirat. Demikian juga ngabisin waktu dengan main game dan semisalnya yg tdk bermanfaat.

5) Jauhi ngabuburit apalagi di jalanan sehingga pandangan tak bisa terjaga.

6) Kurangi ngobrol dengan makhluk, banyakan porsi untuk membaca perkataan Rabb mu.
Kebanyakan ngobrol dengan makhluk akan mengeraskan hati, adapun membaca firman Kholiq akan melembutkan dan membahagiakan hati. Jangan sampai anda menutup al-Qur’an karena bosan dengan firman Allah demi mendengar perkataan dan ngobrol dengan makhluk.

7) Perhatian terhadap dapur penting, tapi bukan yg terpenting, jangan sampai waktu terlalu banyak tersita untuk dapur sementara kehabisan waktu untuk ngaji al-Qur’an.

8) Semangat beribadah tatkala Ramadhan tapi hati-hati jangan sampai terjerumus dalam riya’ dan ujub karena menulis ibadah di status BB, FB, atau WA.

Contoh (Alhamdulillah sudah khatam Qur’an 5 kali), atau (Sedang i’tikaf mohon jangan mengganggu), atau (Alhamdulillah sempat menyantuni anak yatim di bulan mulia ini), dll.

Meskipun menyiarkan ibadah tidaklah haram, tetapi menutup pintu-pintu riya’ dan ujub lebih baik, kecuali untuk memotivasi.

9) I’tikaf adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan ajang untuk ngobrol ngalur ngidul. Jangan sampai warung kopi pindah ke dalam mesjid dengan dalih i’tikaf.

10) Menjelang lebaran, di 10 malam terakhir jangan lupa mengejar lailatul qodar, jangan sampai waktu mencarinya kebanyakannya di mall atau di jalanan.

Semoga Allah memudahkan kita semua mendapatkan ampunanNya di bulan yg mulia ini. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.
___

? Dipost Ustadz Firanda Andirja, MA -hafizhahullah-

Bagikan

Meraih Rahmat AllahTa’ala

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

PONPES. TERPADU ULUL ABSHOR

Jpeg


Kita semua tau bahwa rahmat Allah itu begitu luas dan mencakup segala sesuatu. Benda hidup ataupun mati, orang mukmin maupun tidak, semuanya berada dalam jangkauan rahmat-Nya.

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ َ

“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS.Al-A’raf:156)

Jika rahmat Allah terputus kurang dari sedetik saja, maka alam ini akan hancur dan binasa. Kita dapat bergerak, berbicara dan beraktifitas, semuanya karena rahmat dan kasih sayang-Nya. Tanpa itu semua, mustahil kita mampu bernafas dan bertahan hidup.

Namun rahmat Allah pada setiap makhluk itu berbeda-beda. Ada rahmat yang bersifat umum untuk semua dan ada pula rahmat yang sifatnya khusus. Karena itulah kita akan temukan sifat-Nya yang Rahman dan Rahim pada pembuka dari Al-Qur’an.

Para Ahli Tafsir menyebutkan bahwa sifat Ar-rahman artinya Maha Pengasih untuk seluruh ciptaan-Nya, sementara Ar-rahim adalah sifat Maha Pengayang yang khusus diperuntukkan untuk kaum mukmin saja. Tentunya kita berharap mendapatkan kucuran rahmat Allah yang begitu berlimpah.

Dan kali ini kita akan menengok posisi-posisi strategis untuk meraih rahmat dari-Nya.

1. Iman kepada Allah dan berpegang teguh kepada-Nya.

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُواْ بِاللّهِ وَاعْتَصَمُواْ بِهِ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِي رَحْمَةٍ مِّنْهُ وَفَضْلٍ وَيَهْدِيهِمْ إِلَيْهِ صِرَاطاً مُّسْتَقِيماً

“Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya, maka Allah akan Memasukkan mereka ke dalam rahmat dan karunia dari-Nya (surga), dan Menunjukkan mereka jalan yang lurus kepada-Nya.” (QS.An-Nisa’:175)

2. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

وَأَطِيعُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat.” (QS.Ali Imrah:132)

3. Sabar ketika ditimpa musibah.

وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ – الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ – أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhan-nya.” (QS.Al-Baqarah:155-157)

4. Berbuat Baik.

إِنَّ رَحْمَتَ اللّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (QS.Al-A’raf:56)

5. Memohon ampunan (Istighfar) kepada Allah.

لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dia (Shalih) berkata, “Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat?” (QS.An-Naml:46)

6. Mendengarkan bacaan Al-Qur’an.

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُواْ لَهُ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan apabila dibacakan al-Quran, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.” (QS.Al-A’raf:204)

7. Mendamaikan diantara kaum mukmin.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS.Al-Hujurat:10)

Inilah langkah strategis dari sekian banyak cara untuk meraih rahmat Allah swt. Semakin besar rahmat Allah yang turun maka solusi berbagai masalah dalam kehidupan akan semakin terbuka. Surga pun tak akan diraih oleh siapapun jika bukan karena rahmat-Nya?

Apakah kita akan mengandalkan amal yang sedikit ini untuk dapat memasuki surga-Nya?

Sungguh tidak ada yang kami andalkan selain rahmat dan kasih sayang-Mu, Ya Arhamar Rahimin…

Barakallahu fiikum……?

Bagikan

Kelebihan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

PONPES. TERPADU ULUL ABSHOR

Jpeg
Dari Aisyah r.a telah bersabda Rasulullah s.a.w: “Sesungguhnya  tiap-tiap sesuatu itu mempunyai kemegahan yang mana manusia berbangga dengannya dan yang menjadi kemegahan umatku ialah al-Quran yang mulia.”

Kita dikehendaki membaca ,mendalami dan menghayati isi kandungan al-Quran kerana ia diturunkan bukan untuk dijadikan perhiasan sahaja.

Membaca al-Quran dikira sebagai berzikir dan zikir al-Quran lebih afdal dan utama daripada zikir-zikir yan lain. Oleh itu membaca al-Quran adalah sebagai ibadat tetapi tidaklah melebihi daripada ibadat-ibadat yang wajib.

RAsulullah s.a.w telah bersabda: “Semulia-mulia ibadat umatku ialah membaca Quranul Karim (ibadat yang bukan wajib)bahawa sebaik-baik amalan umatku ialah membaca al-Quran”

Al-Quran juga merupakan satu hidangan dari Allah. Sabda Rasulullah lagi bermaksud: ” Sesungguhnya al-Quran ini ialah hidangan Allah S.W.T, maka hendaklah kamu terima hidangan ALlah sebanyak mana yang kamu boleh”

Al-Quran juga merupakan senjata yang paling berkesan untuk membersihkan jiwa dan menyinarnya. Dalam sebuah hadis Rasulullah s.a.w bersabda bermaksud :

Daripada Ibnu Umar r.a berkata ” Rasulullah s.a.w telah bersabda, hati manusia akan berkarat seperti besi yang dikaratkan oleh air. Apakah cara untuk menjadikan hati bersinar semula. Katanya dengan banyak mengingati mati dan membaca al-Quran.

Pahala Membaca al-Quran
Dari Ibn Mas’ud r.a telah berkata bahawa Rasulullah s.a.w telah bersabda: ” Barangsiapa membaca satu huruf daripada Kitabullah maka baginya satu kebajikan dan tidap-tiap kebajikan sepuluh kali gandanya. Aku tidak mengatakan ‘Alif Lam Mim ‘ satu hurf tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf”

Dari Abi Hurairah r.a berkata bahawa Rasulullah bersabda: ” Sesiapa yang membaca al-Quran sepuluh ayat dalam satu malam, tidak dimasukkan ke dalam golongan yang lalai”

Bagikan