Diantara Adab Mencari Ilmu

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)
Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

baru-3

[Di antara adab seorang penuntut ilmu agama] hendaknya ia mengetahui hak gurunya dan tidak melupakan kebaikan gurunya.

Syu’bah mengatakan, “Aku, jika mendengar satu hadits dari seseorang, maka aku adalah budaknya selama ia masih hidup.”

Beliau juga mengatakan, “Tidaklah kudengar dari seseorang sesuatu, kecuali aku lebih banyak mendatanginya daripada apa yang kudengar darinya.”

Dan termasuk adab-adab kepada guru adalah memuliakan kehormatan dirinya serta membantah orang-orang yang meng-ghibah-nya dan marah kepada orang-orang yang meng-ghibah-nya. Jika tidak mampu untuk itu, maka ia berdiri dan meninggalkan majelisnya.

Hendaknya juga seorang penuntut ilmu itu mendoakan gurunya sepanjang hidupnya, menanggung beban anak-anak dan kerabatnya serta orang-orang yang dicintainya setelah wafat gurunya itu, meluangkan waktu menziarahi kuburnya, memintakan ampunan untuknya, bersedekah atas namanya, meniti jalannya dan mengikuti petunjuknya, memerhatikan ilmunya dan agama yang yang ia jalani, mencontoh etika dan ibadah-ibadahnya, beradab dengan adab-adabnya, dan tidak abai dari mencontohnya.

Sumber: Muhammad bin Ibrahim Ibnu Jama’ah Al Kinani. Tadzkirah As Sami’ wal Mutakallimi fi Adabil ‘Alim wal Muta’allim. Kairo: Darul Atsar. 1428H/2007M, halaman 121.

Bagikan

Keutamaan bulan Ramadhan

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)
Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

baru-4

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ, شَهْرٌ مُبَارَكٌ . افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ .  يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ. فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ.  مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

‘Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan shaum kepada kalian. Di bulan itu, pintu-pintu Surga dibuka dan pintu-pintu Neraka ditutup. Di bulan itu, dibelenggu pembesar-pembesar seta. Di bulan itu, terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Maka, siapa saja yang dijauhkan dari kebaikan-kebaikannya, sungguh, ia telah terhalangi.’ [HR. Ahmad dan An Nasa-i]

Di dalam Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu juga, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

‘Siapa saja yang shaum Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Dari ‘Amr bin Murrah Al Juhani radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ شَهِدْتُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ، وَأَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ ، وَصَلَّيْتُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ ، وَأَدَّيْتُ الزَّكَاةَ ، وَصُمْتُ رَمَضَانَ ، فمِمَّنْ أَنَا ؟ قَالَ : مِنَ الصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ

“Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kabarkan kepadaku, seandainya aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan engkau adalah utusan Allah, aku tegakkan shalat lima waktu, aku tunaikan zakat, dan aku shaum Ramadhan, termasuk golongan manakah aku?’. Rasulullah menjawab, ‘Termasuk golongan para shiddiq dan syuhada’’.” [HR. Al Bazzar, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban di dalam kedua kitab Ash Shahih mereka berdua dan lafaz milik Ibnu Hibban]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

“Shalat-shalat lima waktu, shalat Jum’at ke shalat Jum’at, dan shaum Ramadhan ke shaum Ramadhan adalah penghapus-penghapus dosa di antara keduanya, jika menjauhi dosa-dosa besar.” [HR. Muslim]

Di dalam Ash Shahihain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda,

كُلُ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ ، الحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إلى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ ، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِلا الصَوم ، فَإِنهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي .  لِلصَائِمِ فَرْحَتَانِ : فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِهِ، وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan anak Adam adalah untuk mereka. Satu kebaikan berlipat ganda jadi sepuluh sampai 700 kali lipat. Allah ta’ala berfirman, ‘Kecuali shaum, karena shaum hanya untukKu dan Aku yang akan membalasnya. Ia meninggalkan syahwatnya, makanannya, dan minumannya karena Aku’. Bagi orang yang shaum, ada dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Dan berubahnya bau mulut orang yang shaum di sisi Allah lebih wangi daripada wangi minyak kesturi.”

Ketahuilah, tidak akan sempurna usaha mendekatkan diri kepada Allah tersebut dengan sebenar-benarnya meninggalkan syahwat-syahwat yang mubah dalam keadaan shaum, kecuali setelah mendekatkan diri kepada Allah dengan meninggalkan apa-apa yang Allah haramkan di setiap keadaan dari itu kedustaan, kezaliman, pemusuhan di tengah manusia terkait darah-darah mereka, harta-harta mereka, dan kehormatan-kehormatan mereka. Karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ اَلزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ , فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Siapa saja yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan amalan dusta, maka Allah tidak akan membalas usahanya dalam meninggalkan makan dan minum.” [HR. Al Bukhari]

Dan rahasianya, mendekatkan diri kepada Allah dengan meninggalkan yang mubah-mubah tidak akan sempurna, kecuali setelah mendekatkan diri kepada Allah dengan meninggalkan yang haram-haram.

Karena itu, siapa saja yang mengerjakan keharaman-keharaman lalu mendekatkan diri kepada Allah dengan meninggalkan yang mubah-mubah, itu seperti orang yang meninggalkan kewajiban-kewajiban dan mendekatkan diri kepada Allah dengan hal-hal yang sunnah, meskipun ia niatkan makan dan minumnya sebagai penguat badannya untuk shalat malam dan shaum—ia diberi pahala untuk itu, sebagaimana ia meniatkan tidur malam dan siangnya untuk menguatkan badannya agar beramal sehingga tidurnya adalah ibadah.

Karena itu, seorang muslim dalam keadaan beribadah siang dan malam. Doanya dikabulkan ketika ia shaum dan ketika ia berbuka. Di siang harinya, ia shaum dan ia bersabar. Di malam harinya, ia makan dan ia bersyukur.

Di antara syarat hal itu, hendaklah orang yang shaum itu berbuka dengan yang halal. Jika ia berbuka dengan yang haram, maka ia termasuk orang yang shaum dari apa yang Allah halalkan dan berbuka dengan apa yang Allah haramkan. Allah tidak akan mengabulkan doanya.

Ketahuilah, seorang mukmin itu mengumpulkan dua jihad di bulan Ramadhan: jihad melawan hawa nafsu di siang hari dengan shaum dan jihad di malam hari dengan qiyamul lail. Karena itu, siapa saja yang mengumpulkan dua jihad ini dan memenuhi hak-hak kedua jihad serta bersabar menjalankannya, Allah akan memenuhi ganjaran untuk orang tersebut tanpa perhitungan.

Sumber: Syaikh Abdullah bin Jarillah Alu Jarullah. Silsilah Ushul Al Islam: Ash Shiyam. TTp: Mu-assasah Al Amirah Al ‘Unud binti Abdil Aziz Al Khairiyyah. TTh, halaman 8-15.

Bagikan

Kelembutan Allah Berbeda dari Kelembutan Makhluk

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)
Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

baru-3

baru-1

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ اللّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ

“Sesungguhnya, Allah maha pengampun lagi maha lembut.” (QS. Ali Imran: 155)

Allah ta’ala juga berfirman,

وَاللّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ

“Dan Allah maha mengetahui lagi maha lembut.” (QS. An Nisa’: 12)

Maha lembut, artinya, lembut terhadap siapa saja yang memaksiatiNya. Jika Allah ingin menghukumnya di waktu itu, Allah bisa melakukannya. Namun Allah lembut terhadapnya dan mengakhirkannya sampai batas waktunya.

Nama “lembut”, meskipun makhluk juga disifati dengan sifat ini, tidak muncul pada makhluk ketika mereka masih kecil. Sifat ini baru muncul ketika mereka dewasa.

Dan kadang-kadang berubah ketika sakit, marah, dan ketika muncul sebab-sebab tertentu. Sifat lembut makhluk akan hilang dengan kematian makhluk, sedangkan sifat lembut Allah terus ada dan tidak akan hilang.

Makhluk akan lembut pada sesuatu dan tidak berlaku lembut pada sebagian yang lain serta berlaku lembut pada siapa pun yang ia tidak berani kepadanya. Adapun Allah ta’ala, Dia maha lembut dengan segala kekuatanNya.

Bagikan

10 Nasehat Sebelum Ramadhan

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru

Ponpes. Terpadu ulul Abshor

baru-4

Sekarang sudah hampir memasuki bulan Ramadhan. Maka biasakanlah beberapa perkara ini untuk menghadapi bulan Ampunan;

*1. Sudahilah/perbaikilah segala macam bentuk permusuhan dengan sesama manusia.*
*Karena permusuhan itu penghalang diampuninya dosa.* Nabi salallahu Alaihissalam bersabda :
فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا.”
_Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim)_

*2. Tinjaulah Makanan kalian, pastikan kehalalannya. Sampai antum masuk pada bulan Ramadhan dengan makanan yang halal. Karena makanan yang halal salah satu sebab diampuni dosa, dimudahkan untuk melakukan ketaatan kepada Allah. Tidak layak bagi kaum muslimin yang puasa, tapi berbuka dengan makanan haram.*

*3. Latihlah diri antum dengan puasa dari sekarang (masih tersisa 20 hari lagi) meskipun hanya dengan puasa senin kamis.*

*4. Biasakan hati kalian dari sekarang untuk bisa melakukan qiyamul lail 11 rakaat meskipun dengan baca surat-surat pendek.*

*5. Biasakan mulai dari sekarang untuk rajin sedekah meskipun dengan 1 junaih (700 rupiah) , agar malaikat selalu mendoakanmu :*
اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا
_‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.’ (Muttafaq Alaihi)_

*6. Jagalah lisan dari segala bentuk celaan, sehingga terbiasa tatkala bulan Ramadhan dengan lisan yang bersih dari umpatan.*

*7. Bacalah Al-Qur’an, jangan meningglakan Al-Qur’an.*
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

*Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan”. (QS. Al-Furqon : 30 ). Bacalah 1 juz dari sekarang, jangan nunggu Ramadhan saja rajinnya.*

*8. Sambunglah silaturahmi mulai dari sekarang meskipun dengan hanya menelpon saudaramu.*

*9. Jagalah pandangan kalian terhadap wanita atau dari tontonan haram, jangan pandang manusia dengan pandangan syahwat, kedengkian atau menganggapnya remeh/mengolok-oloknya.*

*10. 3 Amalan yang tidak ada selain di bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan, Qiyam Ramadhan dan Lailatul Qodr. Jangan sibuk dengan sinetron, semua film yang diputar pada bulan Ramadhan akan diulang, tapi perkara 3 tadi tidak bisa diulang kecuali antum masih hidup pada Ramadhan depannya.*

Diterjemahkan oleh : “`Abu Yusuf Akhmad Ja’far (secara singkat dan bahasa yang mudah -dengan pengurangan dan tambahan-)“`

“`Nasehat ini disampaikan tatkala selesai pengajian kitab Al-Aushat Ibnu Mundzir pada hari Sabtu 10 Sya’ban 1438 H“`

“`Semoga kita menjadi golongan yang beruntung untuk dapat meraup ampunan sebanyak-banyaknya dari Allah Ta’ala. Barokallahu Fikum“`

Oleh : *Syaikh Wahid bin Abdissalam Bali

Bagikan

Pesantren Ramadhan(PESRAM) 1438 H

baru-3brosur


brosur-1???????????
Sambut Romadhon dengan ceria… Sambut Romadhon dengan ilmu.
Jangan lewatkan….
Romadhon untuk usia SD- SMA.
? catet ya… 26 – 28 Mei dan 19 – 21 Juni.
? Kegiatannya oke lho. Ada materi, game, olah raga dan olah ruh, dan masih banyak lagi.
? Fasilitas : Penginapan, Konsumsi, ilmu, teman baru, dll
? Biaya Pendaftaran Rp. 20.000
? SPP Kelompok A (SD Kelas 1-3) Rp. 75.000/ 85.000/90.000/ …
? SPP Kelompok B ( SD kelas 4-6) Rp. 75.000/ 85.000/ 90.000/…
? SPP Kelompok C ( SMP – SMA) Rp 90.000/100.000/110.000/…
? Buruan daftar…
Ponpes Ulul Abshor
Jl. karangrejo II No 25a Banyumanik.
C.P. ust teguh 083842001320
ust Fathoni 082133602032
Usth Tyas 085741234250
Usth Yanti 085876209297
☘?☘?☘?☘?☘?

baru-4

 

 

Bagikan