Arsip Kategori: Lowongan Pekerjaan

Waspada Selama Puasa Ramadhan

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

PONPES. TERPADU ULUL ABSHOR

brosur-smp-anyar-depan

Oleh. Ustadz DR.Firanda Andirja, Lc MA hafidzohulloh.

Selamat melaksanakan ibadah puasa bulan Ramadhan, semoga dimudahkan berpuasa yg berkualitas, penuh dengan lantunan al-Qur’an dan sholat malam serta sedekah.

Waspadalah dengan hal-hal yg mengurangi kualitas puasa anda sehingga berkurang pahalanya atau sirna. Karenanya :

1) Jauhi ghibah, karena ghibah akan menggugurkan pahala puasa anda, bahkan menurut segelintir ulama membatalkan puasa. Ghibah dijadikan lezat oleh syaitan, karenanya diantara perkara yg sangat menarik adalah menonton atau membaca berita ghibah.

2) Tundukan pandangan, agar pahala puasa anda tidak terkikis dengan aurot wanita yg terpajang di FB apalagi Youtube.

3) Waktu untuk ngenet jangan sampai lebih banyak daripada membaca al-Qur’an, sungguh ini adalah jebakan syaithan

4) Jauhi menghabiskan waktu dengan menonton sinetron yg isinya banyak memamerkan aurot wanita dan melalaikan dari akhirat. Demikian juga ngabisin waktu dengan main game dan semisalnya yg tdk bermanfaat.

5) Jauhi ngabuburit apalagi di jalanan sehingga pandangan tak bisa terjaga.

6) Kurangi ngobrol dengan makhluk, banyakan porsi untuk membaca perkataan Rabb mu.
Kebanyakan ngobrol dengan makhluk akan mengeraskan hati, adapun membaca firman Kholiq akan melembutkan dan membahagiakan hati. Jangan sampai anda menutup al-Qur’an karena bosan dengan firman Allah demi mendengar perkataan dan ngobrol dengan makhluk.

7) Perhatian terhadap dapur penting, tapi bukan yg terpenting, jangan sampai waktu terlalu banyak tersita untuk dapur sementara kehabisan waktu untuk ngaji al-Qur’an.

8) Semangat beribadah tatkala Ramadhan tapi hati-hati jangan sampai terjerumus dalam riya’ dan ujub karena menulis ibadah di status BB, FB, atau WA.

Contoh (Alhamdulillah sudah khatam Qur’an 5 kali), atau (Sedang i’tikaf mohon jangan mengganggu), atau (Alhamdulillah sempat menyantuni anak yatim di bulan mulia ini), dll.

Meskipun menyiarkan ibadah tidaklah haram, tetapi menutup pintu-pintu riya’ dan ujub lebih baik, kecuali untuk memotivasi.

9) I’tikaf adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan ajang untuk ngobrol ngalur ngidul. Jangan sampai warung kopi pindah ke dalam mesjid dengan dalih i’tikaf.

10) Menjelang lebaran, di 10 malam terakhir jangan lupa mengejar lailatul qodar, jangan sampai waktu mencarinya kebanyakannya di mall atau di jalanan.

Semoga Allah memudahkan kita semua mendapatkan ampunanNya di bulan yg mulia ini. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.
___

? Dipost Ustadz Firanda Andirja, MA -hafizhahullah-

Tindakan Wajar Yang Dianggap Luar Biasa

brosur-smp-anyar-depan

Budaya barat sudah mewabah tinggi. Bukan hanya menjurus ke perilaku sehari hari, tapi juga pola pikir generasi bangsa. Rencana mereka menyebarkan dan menancapkan budaya mereka pada orang orang Timur berhasil seratus persen. Semuanya ditiru, mulai cara bicara, berpakaian, berpenampilan, bahkan hiburan. Semuanya berasal dari barat.

Sesungguhnya di luar konteks, orang Timur adalah orang orang sesantun santun golongan. Tidak ada budaya indah selain budaya Timur. Mereka memiliki budaya khas, tinggi, dan menyentuh. Dan sangat tidak masuk akal jikalau dilengserkan begitu saja oleh budaya budaya yang melemahkan banyak orang. Tapi apa daya, seluruh media menjadi sasaran empuk barat untuk mengharuskan orang Timur meniru budaya mereka. Padahal faktanya budaya itu di Negara Negara barat sangatlah bobrok diaplikasikan. Salah satu budaya yang menancap drastis dan ditiru oleh anak bangsa negeri ini adalah pola pikir,” gak gaul kalau anak muda tidak pacaran.”

Lalu apa akibatnya ?

Di Negara barat sudah biasa bencana ini terjadi, yaitu gadis gadis usia dini sudah memiliki anak, sangat sulit ditemukan gadis masih perawan di usia belia di luar nikah. Hal itu sudah biasa di sana. Tapi untuk orang Timur yang sangat santun pada lingkungan. Dan karena meniru, bencana itu pun mewabah ke negeri ini. Di kota kota besar, banyak gadis masih sekolah sudah tidak lagi perawaan. Di kota kota besar mana pun jumlah persentasenya sangat besar.

Yang saya bahas ini adalah menyangkut religi. Karena budaya barat bukan hanya membunuh budaya timur, tapi juga nilai nilai religi yang sejatinya wajar dilakukan menjadi hal “ aneh “ oleh mata orang disebabkan budaya barat sudah menancap di otak mereka.

Oh ya luar biasa yang saya maksud bukan luar biasa wah. Tapi luar biasa diluar konten kebiasaan secara umum, sehingga dianggap tidak biasa oleh banyak orang.

Apa saja itu ?

1. Ahli Ibadah

Anda muslim ? Anda mengaku Allah sebagai Tuhan dan Muhammad Bin Abdullah sebagai Rasulullah ? Anda percaya dan melaksanakan perintah Allah ? Mengaplikasikan seluruh hadits Rasulullah, terutama perintah perintah yang sangat ditekankan ?

Jika Anda jawab “ ya “

Maka jawab dengan pertanyaan jujur.

Apa hukum sholat fardhu lima waktu ? Lebih bagus mana memakai pakaian muslim putih bersih di banding kaos oblong di bawa ke masjid untuk sholat ? Lebih bagus mana sholat di rumah sendirian atau di masjid dengan tepat waktu ?

Anda pasti tau jawabannya. Tapi saya aplikasikan tindakan memilukan yang mencederai hakikat tindakan wajar dengan menganggap tindakan itu seolah pasti,” masuk surga.” Seolah “ pasti mendapat syafaat” Seolah “ menyamai derajat nabi “ seolah “ penghuni surga sepenuhnya.”

Di kota besar yang sudah mewabah budaya barat, jikalau seorang dengan pakaian putih bersih menuju ke masjid setiap hari, tepat waktu, maka dia akan diperbincangkan, dan seolah “ Wah.” Seolah sudah menyamai alim ulama, orang orang terdahulu yang sangat takut akan akhirat.

“ Sok alim “ “ Wah, alim banget orang itu.”

Bahkan lebih miris lagi, anggapan bahwa rajin beribadah itu hanya dikalangan santri bagi anak muda. Dan orang tua yang mau meninggal. Kalau ada anak muda rajin ibadah, pasti itu dari pesantren, pikir mereka.

Sesungguh hal itu wajar dilakukan. Ibadah ibadah apa pun sesungguhnya itu wajar karena kita muslim. Jadi untuk menunjukkan identitas kita sebagai muslim, maka kita laksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Nya. Jadi sangat tidak disamakan dengan “ ahli surga” seolah perjuangan ibadah yang dilakukan seorang itu menyamai derajat nabi.

Yang ingin saya sampaikan, ibadah rutinitas apa pun lantas tidak membuat kita lupa diri bahwa itu memang bentuk aplikasi pengakuan diri bahwa kita muslim. Itu belum sepenuhnya menjamin bahwa kita menjadi penghuni surga atas aplikasi ibadah yang sejatinya sedikit di banding orang orang terdahulu. Yuk sadar.

2. Ahli Al Qur’an

Membaca Al Quran menjadi aktifitas tidak sepenuhnya dilakukan oleh muslim. Budaya barat sudah mewabah sehingga melupakan hakekat sebenarnya identitasnya, di antaranya menjadi ahli Al Quran. Membacanya saja jarang, apalagi menghafal, apalagi mempelajari isi Al Quran yang bahkan orang kafir saja terkagum kagum isi dan syahdu bacaannya.

Anda muslim ? Anda mengaku Allah sebagai Tuhan ? Sudahkah Anda menjadi Ahli Al Quran ?

Kalau sudah, hal itu wajar karena Anda muslim. Anda hafal banyak surat Al Quran itu wajar karena Anda muslim. Anda tau maksud isi Al Quran itu wajar karena Anda muslim. Anda tau music terbaru atau sinetron terbaru, sampai hafal lirik lirik lagunya itu tidak wajar jikalau menimbang identitas Anda sebagai seorang muslim. Karena music, sinetron bukan esensi seorang muslim.

Jadi tidak patut seorang muslim mengatakan dirinya sudah menjadi “ calon penghuni surga” hanya disebabkan dirinya sering membaca Al Quran, menghafalnya, dan mempelajarinya. Karena kita muslim, maka kita melakukannya.

Lha yang tidak wajar gimana ?

Tanpa saya beritahu, Anda juga tahu.

3. Ahlul Ilmi

Apakah ibadah Anda saat ini di dasari dengan ilmu ? Sholat Anda saat ini semuanya gerakannya dan bacaannya berasal dari ilmu ? Atau sekadar gerakan gerakan tanpa pengetahuan dan sumber jelas ?

Maka jika ibadah dalam bentuk apa pun di dasari oleh ilmu, itu wajar. Itu bukanlah hal luar biasa bagi seorang muslim. Karena seorang muslim melakukan ibadah dengan ilmu itu sangatlah wajar. Jadi seorang muslim menjadi ahli ilmu itu wajar karena dia seorang muslim. Jika dia bukan seorang muslim dan meyakini ajaran lain, itu urusan mereka. Tapi bagi seorang muslim, hal itu wajar.

Bisakah ibadah tanpa ilmu ? Tidak akan bisa. Bisakah zakat tanpa ilmu ? Tidak bisa, Anda harus tau seluk beluknya ? Bisakah sholat tanpa ilmu ? Tidak bisa, Anda harus tau bacaan dan keshahihan gerakannya. Bisakah memahami Al Quran tanpa ilmu ? Tidak bisa, karena ilmu untuk memahami Al Quran adalah satu satunya cara.

Jadi itu suatu bentuk kewajaran.

4. Bisa Bahasa Arab

Mungkin kedengarannya sedikit kontroversial di telinga Anda. Tapi saya akan buktikan hal itu wajar, atau bukan sesuatu yang luar biasa bagi seorang muslim.

Sudah khusyukkah sholat Anda ?

Jika “ ya “. Oke, saya setuju.

Tapi saya balik bertanya, “ pernahkah Anda menangis ketika sholat ?”

Menangis di sini bukan disebabkan urusan dunia, seperti hutang, lagi sakit, dan problem lain. Tapi konten sholat tadi. Jawab ?

Jika “ Ya “. Baik, saya setuju.

Berarti Anda memahami maksud di balik lafadz lafadz Anda ketika sholat. Ketika Anda lihat mana pun dan di mana pun menangis ketika sholat, itu disebabkan mereka memahami betul makna di balik lafadz lafadz yang dilantunkan dalam sholat.

Jika Anda tidak tau maknanya, maka kemungkinan atau bahkan tidak mungkin dada Anda terasa getaran hebat, atau ketakutan mendalam, atau puncak kebahagiaan jiwa ketika Anda melaksanakan sholat.

Jadi termasuk syarat kekhusyukan ibadah dengan tau makna di balik lafadz lafadz ibadah itu. Dan tentu saja semua tau, Bahasa Arab menjadi Bahasa agama kita. Untuk itu orang muslim tau dan bisa Bahasa Arab itu wajar, bukan hal aneh karena dia seorang muslim.

Bahasa Arab adalah Bahasa terlezat di dunia. Dari huruf ke huruf menunjukkan aroma ilmu tinggi, menunjukkan puitis kesejukkan jiwa, di balik huruf hurufnya menyimpan sejuta rahasia yang sangat tidak bosan di bahas kapan pun. Maka pelajarilah, itu suatu kewajiba seorang muslim. Bahkan Umar Bin Khattab,” Pelajarilah Bahasa Arab, karena Bahasa Arab bagian dari agamamu.”

Memang sungguh benar. Bahasa Arab adalah Bahasa agama kita.

Apakah sulit mempelajarinya ?

Tidak. Langit menyuruh kita mengharuskan bisa Bahasa Arab untuk memahami lebih detail Islam. Maka juga memberi keringanan di banding memahami Bahasa lain. Bahasa Arab tidaklah sulit. Jika orang bilang itu sulit. Sesungguhnya dia bukan mengalami kesulitan, tapi malas. Belum paham tapi menyerah duluan. Apalagi belum belajar udah kalah duluan.

Mana buktinya ?

Siapa Salman Al Farisi ? Dia memang sahabat Rasulullah. Tapi saya Tanya, apakah dia orang Arab Asli ? Apakah dia dilahirkan di tanah Arab dan ngomong pakai Bahasa Arab dalam keseharian ?

Tidak. Salman Al Farisi adalah orang Persia. Persia kini termasuk Negara bagian Iran atau Irak. Kita tau mereka bukan orang Arab dan tidak memakai Bahasa Arab dalam keseharian walaupun sama sama Timur tengah. Berarti sama sekali beda. Bahasa mereka pun beda.

Tapi berapa lama Salman bisa sepenuhnya menguasai Bahasa Arab dari nol menjadi master ?

Dia hanya butuh waktu 2 bulan saja. Bayangkan 2 bulan saja.

Jadi Bahasa Arab tidaklah sulit. Dan harus dipelajari karena kita muslim.

Meneladani Rosul

إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.

أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.

اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ 

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا 

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا 

Kaum muslimin rahimakumullah . Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan dan kesehatan kepada kita. Dialah pula yang telah menyisipkan hidayah dalam hati kita, yang dengan hidayah tersebut, Allah SWT telah menggerakkan hati kita untuk melangkahkan kaki kita menuju masjid ini. Sehingga kita bisa berkumpul bersama untuk menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, yaitu melaksanakan shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah shalat Jum’at ini.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad shallaLlahu alayhi wa sallam. Semoga kecintaan kita kepada beliau SAW, dapat mempertemukan kita dengannya nanti di syurga, bersama dengan para Nabiyyin, shiddiqin, syuhadaa’ dan shalihin.

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.

Di bulan Rabi’ul Awwal ini, masyarakat kita terbiasa memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Berbagai acara diselenggarakan untuk memeriahkan hari tersebut. Bahkan istana Negara sejak masa pemerintahan Bung Karno hingga hari ini telah rutin menyelenggarakan acara untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Berbagai ekspresi kecintaan diungkapkan. Berbagai nasihat untuk meneladani kehidupan Rasulullah saw. juga telah sering disampaikan. Namun, sudahkah berbagai kegiatan /ajakan tersebut telah menghantarkan ummat ini untuk sungguh-sungguh meneladani Rasulullah SAW ? Atau akhirnya, ia hanya menjadi seremoni hampa tanpa makna.

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.

Rasulullah SAW tidak pernah meminta ummatnya untuk merayakan hari lahirnya. Tidak pula para sahabat nabi, yang jelas-jelas mereka adalah kaum yang mencintai Rasulullah SAW. Akan tetapi, upaya meneladani kehidupan Rasulullah SAW. sebagaimana yang sering dinasihatkan dalam peringatan Maulid Nabi adalah sesuatu yang sangat penting. Karena, sesungguhnya keimanan kita kepada Allah Ta’ala, tidak akan sempurna sebelum kita menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

 لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (21

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab: 21)

Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa mereka yang meneladani RasuluLlah SAW adalah mereka yang lurus Tauhidnya kepada Allah. Mereka yang selalu mengharapkan keridhaan Allah dan balasan terbaik di kampung akhirat. Mereka yang menghiasi hari-harinya dengan banyak mengingat Allah SWT. Bahkan dalam ayat Al-Qur’an lainnya, Allah Ta’ala menegaskan bahwa syarat mendapatkan cinta-Nya adalah mengikuti jejak langkah (sunnah) Rasulullah shallaLlahu alayhi wa sallam.

 قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (31

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran [3] : 31)

Untuk itu mengikuti sunnah Rasulullah SAW adalah kewajiban asasi bagi setiap muslim. Ini merupakan konsekwensi dari syahadat kita yang kedua, wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. Mengikuti sunnah Rasulullah saw. juga merupakan jalan keselamatan dalam kehidupan akhir zaman.

Jamaah shalat Jum’at yang semoga dirahmati Allah.

Rasulullah saw bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Irbadh ibn Sariyyah radhiyaLlahu ‘anhu,

 قَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا لَا يَزِيغُ عَنْهَا بَعْدِي إِلَّا هَالِكٌ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِمَا عَرَفْتُمْ مِنْ سُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَعَلَيْكُمْ بِالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّمَا الْمُؤْمِنُ كَالْجَمَلِ الْأَنِفِ حَيْثُمَا قِيدَ انْقَادَ

“Aku telah tinggalkan untuk kalian petunjuk yang terang, malamnya seperti siang. Tidak ada yang berpaling darinya setelahku melainkan ia akan binasa. Barangsiapa di antara kalian hidup, maka ia akan melihat banyaknya perselisihan. Maka kalian wajib berpegang teguh dengan apa yang kalian ketahui dari sunnahku, dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk, gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi geraham. Hendaklah kalian taat meski kepada seorang budak Habasyi. Orang mukmin itu seperti seekor unta jinak, di mana saja dia diikat dia akan menurutinya.”

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.

Sesungguhnya yang dimaksud dengan sunnah Rasulullah SAW bukanlah hal-hal tertentu saja dalam kehidupan Rasulullah SAW. Bukan terbatas dalam masalah ubudiyyah (shalat, zakat, shaum dan sejenisnya) saja. Akan tetapi seluruh kehidupan Rasulullah adalah sunnah yang harus diikuti. Karena tidak ada satu pun ucapan dan perbuatan Rasulullah SAW yang keliru. Seluruh segi kehidupan Rasulullah SAW telah terbimbing dengan wahyu.

 َوَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (QS. An-Najm [53] : 3-4)
Bahkan dahulu para sahabat Rasulullah saw sangat memperhatikan dan meneladani kehidupan Rasulullah saw hingga sampai pada masalah-masalah yang kita anggap remeh dan sepele. Untuk itu, kita tidak boleh memilih-milih aspek tertentu saja dalam meneladani Rasulullah saw. Tidak boleh kita parsial dalam memahami dan mengamalkan sunnah Rasulullah saw ini. Karena sesungguhnya, mengamalkan sunnah Rasulullah saw secara utuh adalah jalan agar kita meraih jannah yang dijanjikan Allah Ta’ala.

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap umatku masuk surga selain yang enggan, ” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, lantas siapa yang enggan?” Nabi menjawab: “Siapa yang taat kepadaku (mengikuti aku) masuk surga dan siapa yang menyelisihi aku berarti ia enggan.”

Maasyiral muslimin rahimakumullah…

Marilah kita meneladani seluruh aspek kehidupan Rasulullah SW. Kita meneladani ibadah beliau SAW. Sebagai contoh misalnya, bagaimana Rasulullah SAW sangat memperhatikan shalat lima waktu, dan berjamaah di masjid dalam melaksanakannya. Hingga dalam satu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda :

 وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْطَبَ ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ النَّاسَ ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُم

Demi dzat Yang jiwaku ada di tangan-Nya (Allah Ta’ala), sungguh aku sangat ingin untuk memerintahkan seseorang mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku perintahkan seseorang untuk adzan, dan orang lain aku perintahkan untuk meng-imam-kan manusia (kaum muslimin). Kemudian aku akan pergi ke rumah para lelaki yang tidak menghadiri shalat berjama’ah dan aku bakar rumah-rumah mereka.

Demikian marahnya Rasulullah saw kepada para laki-laki yang terbiasa tidak hadir shalat berjamaah di masjid, hingga Rasulullah berkeinginan untuk membakar rumah mereka. Karena itu jika memang betul kita mencintai Rasulullah SAW, hendaknya kita berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk shalat berjama’ah di masjid. Jangan biarkan masjid-masjid kita kosong. Jika kita tidak bisa hadir berjama’ah di masjid pada waktu siang dan sore, setidaknya hadirilah shalat berjama’ah di waktu shubuh. Jangan sampai muncul benih-benih kemunafikan dalam jiwa kita karena tidak biasa hadir shalat shubuh berjama’ah.

 وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Khotbah kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ 

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا 

اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.

اللهم اعز الإسلام والمسلمين وأذل الشرك والمشركين

اللهم انصر المجاهدين فى فلسطين اللهم انصر المجاهدين فى كل مكان

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ رَبَّنَا احْفَظْ أَوْطَانَنَا وَأَعِزَّ سُلْطَانَنَا وَأَيِّدْهُ بِالْحَقِّ وَأَيِّدْ بِهِ الْحَقَّ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ

رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.

عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

PUISI “TIDUR MENDENGKUR DAN PANAH-PANAH KUFUR”

Pemuda Bangunlah ,Ayo

Bangun – Bangun – Bangun

Panggilan Sang Khaliq kekasih kita telah menyapa

Nikmat Agung Hijriyah telah tiba

Bagaimana kita,Hai pemuda bagaimana kita, dimana kita

Nestapa Ummat, amat sangat terasa

Badai “Ghozwul Fikri” Yahudi & Nasrani telah meluluh-lantahkan kita

Hari-hari Saudara kita seantero dunia , Suriah , Iraq dan Palestina ,

Rumah rumah mereka telah hancur rata

Dosa apa mereka,hai para durjana

Terus, terus, terus menerus mereka hidup di Moncong Senjata

Kenapa, kenapa, kenapa hai pemuda kita

Hilang sikap iba, membela dan membela mereka yang bertaqwa

Ya Rasulullah, Abu Bakar, Umar Rodiyallahuanhum Panutan Kita

Kami laporkan raport Saudara Pemuda-pemudi kita ,

Berpangku tangan, tertidur entah sampai mimpi apa !

Tertidur pulas bagai Gajah terkapar  penyakit lepra .

Aduhai Khalid bin Walid kita,

Asma binti Abu Bakar teladan yang mulia

Engkau berjalan di malam gelap gulita

Kau lintasi bukit terjal, Batu tajam ,duri-duri dan kerasnya Bata

Sengatan panas Malam udara di sana yang amat terasa

intaian Si Kafir durjana yang terus ambisius haus nyawa, tapi Engkau kuat dan bermental baja .

Oh Asma

Kami merindukan gelora jiwamu yang terus berjihad dan berjuang tanpa putus asa

untuk Alloh yang Maha Esa

Kami menangis karena kepada Alloh Ta’ala

Saat – saat hijrah Agung telah tiba

Hambamu yang kedholimannya merata di mana-mana

Yang merindukan Ampunan Engkau saja .

Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar wakafa billahi syahiida

 

13434834_616482901849684_2193650321074114893_n

Oleh : Ust. Drs. Kastori

Pengasuh Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

Jl. Karangrejo II, 25 A, Banyumanik, Semarang

14492551_1099021206800344_1588604007347266195_n