Arsip Kategori: Amalan

KERANGKA FILOSOFIS ‘MEMBANGUN SDM GURU TERPADU’

psb1

psb2

Islam sebagi sistem hidup yang universal merupakan agama yang paling memperhatikan  masalah sumber daya manusia. Salah satu bukti  yang menunjukkan hal tersebut  adalah terdapatnya kaidah pembentukan sumber daya manusia standar sebagaimana telah difirmankan Allah SWT :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosululloh itu suri teladan yang baik bagimu…”

(QS. Al Ahzab : 21)

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ

“Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrohim…”

(QS. Al Mumtahanah : 4)

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ

“Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati  dari Rosul-Rosul  (ulul azmi) yang telah bersabar

(QS. Al Ahqaaf : 35)

Demikian bunyi petikan firman Allah dalam Surat Al Ahqaf : 35. Kalau kita menelusuri kisah-kisah  ulul azmi maka ada isyarat dan ibrah yang kita dapatkan tentang kehe-batan pribadi mereka. Sehingga kalau kita cermati, stan-darisasi SDM ini merupakan sesuatu yang sejak awal diajar-kan Allah kepada kaum muslimin. Kita mengenal siapakah kelompok “Kholilurrahman” yang hanya dimiliki oleh dua orang yaitu Ibrohim As dan Muhammad Saw sebagai standar pertama. Ulul Azmi menurut sebagian besar Ulama dan Ahli Tafsir terdiri dari lima orang yatiu Nuh As, Ibrohim As, Musa As, Isa As, dan Muhammad SAW sebagai standar kedua, para Rasul sebagai standar ketiga dan para Nabi  sebagai standar keempat. Standart berikutnya adalah para shahabat yang diridhoi Allah SWT dan seterusnya. Kelompok-kelompok ini adalah gambaran dari hierarkisitas kualitas sumber daya manusia.

 

SDM unggul sebagai barang langka memang telah menjadi isyu paling populer dalam memasuki milenium III. Apalagi dalam dekade ini masyarakat akan memasuki tatanan ideal yang sering disebut “masyarakat madani”. Tren masya-rakat ini menuntut kaum muslimin untuk segera menyiapkan segenap potensi dan kekuatan terutama di bidang SDM, sebab tipologi masyarakat ini ditandai dengan munculnya kran kebebasan dan keberanian berekspresi, globalisasi, serta berbaurnya arus ideologi masyarakat dunia dengan Kon-sekuensi-konsekuensinya antara lain :

  1. Kompetisi dan persaingan antar kelompok semakin me-nguat tajam dengan esensi akar ideologisnya.
  2. Tuntutan dan dinamika masyarakat akan eksisnya supre-masi hukum.
  3. Profesionalisme akan menjadi “baju resmi” dalam setiap arena kompetisi di berbagai bidang kehidupan.

Pendidikan sebagai jantung dan dapur umat, sudah barang tentu merupakan institusi yang paling bertanggung jawab dalam melahirkan SDM-SDM standar. Sedangkan unsur yang paling signifikan dalam melahirkan SDM andal adalah faktor SDM pendidik.

 

  1. GURU ISLAM TERPADU

Siapakah guru Islam terpadu itu? Suatu rangkaian kata yang barangkali cukup asing bagi telinga kita. Sebelum kita memahami hakikat guru terpadu, tentunya kita harus mengawali basis konseptual ini dari nilai historis istilah tersebut.

Secara bahasa guru bermakna pengajar / pendidik. Secara istilah guru adalah orang yang pekerjaannya / profesi-nya sebagai pendidik. Sedangkan Islam adalah istilah yang secara bahasa dan terminologi sudah kita kenal sehari-hari. Istilah terpadu / integral kita munculkan karena dewasa ini hampir sebagian besar kita dilahirkan dan dibesarkan dengan bimbingan dari sistem hidup yang sekuler sehingga hampir setiap perilaku kita diukur dan dinilai dengan cara dikotomis. Oleh karena itu, dibutuhkan istilah terpadu sebagai antitesis gaya hidup sekuler. Perhatikan bagan berikut :

Keterangan :

Penyakit sangat kronis yang terjadi dalam dunia pendi-dikan kita dewasa ini adalah terjadinya disorientasi (salah kiblat) dalam dunia pendidikan, baik yang bersifat kelembagaan maupun personal. Akar penyakit ini berasal dari dogma sekularisme dan pragmatisme yang sudah mendarah daging di sebagian besar kalangan pelaku pendidikan. Akar penyakit ini muncul awal abad pertengahan (476-1453 M) dimana waktu itu perkembangan ilmu pengetahuan terhenti. Pada masa itu agama kristen berkembang dengan pesatnya. Kaum agama tidak memberikan kebebasan berfikir dan mencipta. Segala sesuatu ditentukan oleh doktrin-doktrin gereja. Akibatnya orang-orang pada waktu itu diliputi oleh “Mental inactivity” (kelesuan berfikir dan mencipta). Hal itulah yang menyebabkan berhentinya perkembangan ilmu pengetahuan. Bagi mereka yang berfikir kritis dan berseberangan dengan doktrin gereja akan mendapatkan perlakuan keji dari kaum agamawan kristen.

Pada akhir abad pertengahan (sekitar abad ke-15 M) di Eropa timbul gerakan yang bertujuan mengembangkan kebu-dayaan dan ilmu pengetahuan kembali yang berangkat dari perseteruan sengit antara dua kubu. Gerakan inilah yang dikenal dengan nama ”Renaissanse”. Gerakan ini pula yang memberikan ruh ilmu pengetahuan dan teknologi dengan cikal bakal falsafah sekuler, dikotomis, pragmatis terlepas dengan ikatan moral wahyu hingga sekarang ini.

Kini penyakit sekuleris telah menyebar begitu dasyat dalam tubuh pendidikan kita. Pada dataran makro konsep-sional indikasinya terlihat dengan  populernya jargon “Link and Match”, sedang pada dataran mezo operasional (lembaga penyelenggara pendidikan), terlihat dengan menjamurnya lembaga-lembaga pendidikan yang hanya berorientasi pada bisnis ansich. Sementara di tingkat mikro, disorientasi terlihat sangat jelas pada fenomena krisis motivasi di kalangan para pendidik, orang tua, dan murid. Akibat fatal dari penyakit ini secara umum adalah lemah dan hancurnya dunia pendidikan dalam pencapaian target. Sehingga tujuan pendidikan sebaik apapun yang kita canangkan akan menjadi utopia belaka. Secara khusus dalam praktiknya potret pendidikan gaya ini membawa implikasi mengerikan terhadap peserta didik, di-antaranya:

  1. Munculnya sosok pribadi ekstrem dan eksklusif.
  2. Lahirnya sumber daya manusia mekanik (manusia robot).
  3. Munculnya kepribadian yang terpecah.
  4. Salah kaprah terhadap ujian dan ijazah.

Guru Islam terpadu adalah sosok guru yang pola dan sepak terjangnya dalam kegiatan profesinya berlandaskan pada nilai keyakinan, akar idiologi, serta kerangka filosofi Islam secara kaffah. Dalam teks Islam guru disebut dengan istilah murabbi, yang secara etimologi berasal dari bahasa arab, rabba ( رب ), yarubbu ( يرب ), tarbiyyah ( تربية ), almurabbi ( المربي ).

Jadi murabbi adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam melakukan proses tarbiyyah di suatu institusi. Tentunya yang dimaksud tarbiyyah di sini adalah term pendidikan Islam terpadu.

Pendidikan Islam Terpadu adalah pendidikan Islam murni yaitu :

“Suatu usaha sadar untuk menumbuhkembangkan, memper-baiki, mengawasi seluruh potensi fitrah manusia secara sistematik menurut titik tolak, tujuan, metodologi, dan sasaran yang selaras dengan kehendak Allah sebagaimana telah tertuang dalam hukum-hukum-Nya.”

Perhatikan bagan sebagai berikut!

  1. RUANG LINGKUP GURU TERPADU

Seorang murabbi adalah mereka yang memiliki kapa-sitas-kapasitas antara lain sebagai berikut :

  1. Mu’alim

Seorang guru adalah pribadi yang memiliki basis ilmiah yang memadai yang akan diajarkan kepada anak didiknya. Bagi pengajar matematika maka ia adalah orang yang memi-liki kapabilitas di bidang matematikanya, demikian juga jika ia pengajar IPA, tafsir, dsb. Namun demikian ia juga harus memiliki standar minimal ilmu-ilmu syar’i. Rasulullah bersabda : “Jadilah kamu para pendidik yang penyantun, ahli fikih, dan berilmu pengetahuan. Dan dikatakan predikat rabbani apabila seseorang telah mendidik manusia dengan ilmu pengetahuan, dari sekecil-kecilnya sampai menuju pada yang tinggi.”

(HR. Bukhari dan Ibnu Abbas).

Seseorang yang mengajarkan ilmu tertentu tetapi tidak menguasai basis konseptualnya akan menyebabkan terjadinya  distorsi ilmiah, yang berakibat antara lain:

  1. Penyimpangan visi dan misi ilmu yang bersangkutan.
  2. Terjadinya kekaburan konsep pada diri anak sehingga ter-jadi shock down psikologi pada diri anak.
  3. Mursyid

Mendidik adalah seni membangun manusia yang esen-sinya terletak pada pemunculan nilai kesadaran. Hakikat pendidikan merupakan salah satu dasar dari risalah Islam. Orang yang paling berhasil melakukan proses pendidikan adalah Rasulullah SAW secara khusus dan para rasul pada umumnya. Karena mendidik merupakan salah satu hakikat fungsi kerasulan, maka orang yang ingin berhasil mendidik ia harus paham manhaj kerasulan pada dimensi ini. Syauki bersyair :

“Berdiri dan hormatilah guru dan berilah penghargaan, seorang guru itu hampir saja merupakan seorang rasul.”

Guru sebagai mursyid adalah syeikh bagi murid-muridnya. Ia dijadikan oleh Allah sebagai sarana pembuka hati dan pembawa hidayah bagi anak didiknya. Ia orang yang paling tahu dari pintu hati mana kesadaran mutarabbi (murid) akan dibuka sehingga masuklah hidayah Allah ke dalam kalbunya. Bila hidayah telah bersemayam dalam lubuk hati anak didik maka ia telah memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, sehingga pada gilirannya muncullah sosok diri yang mempunyai nilai kesadaran.

  1. Muajih

Guru dalam proses pendidikan Islam tidak hanya dituntut untuk menguasai sejumlah materi yang akan diberi-kan kepada anak didiknya. Ia juga harus menguasai berbagai strategi, metode, dan teknik guna kelangsungan transrformasi dan internalisasi materi pelajaran. Penguasaan terhadap metode menjadikan proses dan hasil KBM lebih berhasil dan berdaya guna. Dengan metode yang canggih, anak mampu terlibat baik secara emosional dan intelektual dalam setiap aktivitas belajar sehingga apapun kegiatan yang dilakukan akan memiliki nuansa kebermaknaan yang tinggi. Metode yang tepat dan menarik, menjadikan hubungan guru dan anak didik laksana sahabat, sebagaimana Rasulullah SAW  ber-sama para shahabatnya dahulu.

Allah berfirman yang artinya :

وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ

“Dan carilah jalan (metode) yang mendekatkan diri kepada-Nya dan bersungguh-sungguhlah pada jalanNya.”

(QS. Al Maidah : 35)

Dalam kaidah usuliyah dikatakan :

“Perintah-perintah terhadap sesuatu merupakan perintah juga mencari mediumnya (metodenya), dan bagi medium hukumnya sama dengan apa yang dituju.”

Hal-hal yang perlu diperhatikan guru dalam prosedur pembuatan metode pendidikan antara lain:

  1. Tujuan Pendidikan
  2. Anak Didik
  3. Situasi dan Kondisi
  4. Fasilitas
  5. Pribadi Pendidik

Adapun asas-asas pelaksanaan metode pendidikan yang perlu diperhatikan antara lain : asas motivasi, aktivitas, aper-sepsi, ulangan, korelasi, konsentrasi, individualisasi, sosiali-sasi, evaluasi, kebebasan, lingkungan, globalisasi dan pem-biasaan.

  1. Walid

Guru merupakan orang tua bagi anak didiknya. Dia adalah tempat mengadu segala problematika dirinya, sehingga antara guru dan anak didiknya tidak ada sekat-sekat psikolo-gis yang mengganggu / menghalangi ungkapan-ungkapan hati yang paling pribadi sekalipun. Guru yang menjadi orang tualah yang mampu melakukan kaidah, nglurug tanpa bala, sugih tanpa banda, menang tanpa ngasorake (maju ke pertempuran tanpa pasukan, kaya tanpa harta, menang tanpa merendahkan), terhadap anak-anaknya.


  1. Muaddib

Guru adalah manusia yang digugu dan ditiru, ajakannya mengikuti kaidah alqudwah qabla dakwah, serta ia adalah orang yang ucapannya adalah perbuatannya.

Agar bisa menjadi teladan yang baik, seorang murobbi harus mengarahkan dirinya untuk ber-uswah  kepada Rosulullah Saw, karena keteladanan beliau adalah keteladan-an yang paripurna sebagaimana firman Allah SWT :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rosulullah suri tauladan yang baik”

(QS. Al Ahzab : 21)

Hal yang  harus diperhatikan oleh para guru adalah upaya untuk senantiasa menjalankan ibda’ binafsik (memulai dari diri sendiri)  ketika mengajarkan kebaikan kepada  orang lain (peserta didik) agar tidak mendapatkan murka Allah SWT  karena mengajarkan hal-hal yang dia sendiri tidak melakukan-nya.

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ(3)

“Amat besar kebencian disisi Allah  bahwa kamu mengatakan  apa-apa yang  tiada kamu kerjakan”

(QS. Ash Shaff : 3)

C. PESAN KHUSUS UNTUK PARA PENDIDIK

  1. a) Hendaknya kita sebagai pendidik menyeting diri menjadi sosok yang pantas mewarisi nilai kenabian. Jadikanlah lapangan kerja kita dalam dunia pendidikan sebagai sarana dakwah untuk menyampaikan visi kerosulan sekaligus menjadikan dakwah sebagai panglimanya serta tempat untuk menumbuhkan profesionalisme diri serta tempat yang mampu menghasilkan produktivitas ekonomi. Untuk itu kita mesti memiliki sekurang-kurangnya lima ciri di atas.
  2. b) Hendaklah kita menjadi pendidik yang memiliki power, izzah dan wibawa karena pendidik yang tidak memiliki kemuliaan tidak akan mampu menghasilkan murid yang mulia. Sadari bahwa guru adalah profesi yang paling mulia ! Hendaklah kita memiliki ikatan profesi yang kokoh, yang mampu memberikan, menumbuhkembang-kan, mengarahkan, dan melindungi kewibawaan kita, serta alat advokasi kita. Perubahan dalam sistem pendidikan tidak akan dapat terjadi dari luar profesi guru. Gurulah yang harus mengawali perubahan dalam dunia pendi-dikan ! Kemuliaan guru tidak akan dapat diperoleh dari pengusaha, dokter ataupun profesi lain namun berasal dari dalam guru itu sendiri. Allah SWT telah berpesan melalui firman-Nya

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum kecuali dari dirinya sendiri” (QS. Ar Ra’d : 11)

 

Oleh : Ust. Kastori, S.Pd. (Pengasuh Ponpes. Terpadu Ulul Abshor)

Alamat : Jl. Karangrejo II, No.25 A, Banyumanik, Semarang.

cropped-psb2.jpg

Jurnal PESLIB

DAFTAR PESERTA PESANTREN LIBURAN (PESLIB)

“LIBURAN SERU BERSAMA ALQUR’AN”

Selasa – Kamis, 20-22 Desember 2016

NO Hari/ Tanggal Nama Santri Kls Asal Sekolah Alamat Orang Tua Telepon
1 Jumu’ah, 9 Des 2016 Qonita Hana W.J 1 SDPT Ulul Abshor Jl.Ngesrep Timur 1/21 Jonathan J. 085701588156
2  Miftahul Hidayatus S.  1  SDPT Ulul Abshor Jl.Tusam raya no.20 Eni Rahmawati 087731592521
3  Afifah Auliya R. 1 SDPT Ulul Abshor  Jl.Kruing 2/110 Perumnas Banyumanik  Agung Prasetya  085741532009
4  Ulya Falihah J.C 1 SDPT Ulul Abshor Jl.Ngesrep Timur 3/750  Chosnul cholimah  085728272733
5  Mutia Kalima Zain 1 SDPT Ulul Abshor  Jl.Rasamala utara 4 no.137 Lestari 085104688838
6  Yusuf Javier O.  1  SDPT Ulul Abshor  Jl.Perum Gedawang Pesona Asri BE/II  Samu Jaswadi  08157635350
7  Naurah Arina S.  1  SDPT Ulul Abshor Jl.Karang rejo Tengah IX no.24  Sri Mujiyanti  085225190137
8  Anatasya Lucy A.  1 SDPT Ulul Abshor  Jl.Ngesrep Timur 1 no.26 Riyadi 085640004907
9  Rifaldy Afif S.  2  SDPT Ulul Abshor  Jl.Kanfer Utara Dalam 1/154  Sri Murniati  085865639192
10  Jihad Alaludin I.  2  SDPT Ulul Abshor  Jl.Jabungan RT 03 RW 02  Islamiyah  085865565628
11  Syifani Isma A.  2  SDPT Ulul Abshor  Jl. Karang rejo 2 RT 04 RW 07  Misni                 –
12  M.Rifqi Salman R.  2  SDPT Ulul Abshor  Jl.Karang rejo 2  Kus Wijayanti  085876209297
13  Rahma Azizatul K.  3  SDPT Ulul Abshor  Jl.Tusam raya no.20  Eni Rahmawati  087731592521
14  Kalila Zakia A.  3  SDPT Ulul Abshor  Jl.Pramuka Pudak payung IV no.321 blok B  Nugroho  085727772799
15  Alya Putri W. 3  SDPT Ulul Abshor  Jl.Sawunggaling Timur no.73  Teguh Wijono  08562646460
16  Amadea Salsbila  3  SDPT Ulul Abshor  Jl.Sewan RT 05 RW IV Pudak payung  Zulfiah  08174174913
17  M.Fatta Ramadhani  3  SDPT Ulul Abshor  Jl.Pudak Payung  Siti Fatimah  085291003617
18 Heca Rakatan Laila Z.  3  SDPT Ulul Abshor  Jl.Rasamala Utara no.137/4  Lestari  –
19  Alya Riska Husna H.  3  SDPT Ulul Abshor  Jl.Perum Gedawang Permai 1 G 14  M.Sutrisno  089520317173
20  Saffanah Chalisha K. 3  SDPT Ulul Abshor  Jl.Perum Tembalang Pesona Asri F-1 Dinie Ratri D.N  08122532544
21  Nazifa Irsalina Hasya  3  SDPT Ulul Abshor  Jl.Gaharu Utara Dalam 1/102  Kartini  081215998059
22  Naura Mutta K. 3  SDPT Ulul Abshor  Jl.Gedawang RT 01 RW 02  Anis Turmudhi  081804245606
23  Nabil Wima H.  5  SDPT Ulul AbshorSDPT Ulul Abshor  Jl.Kepodang Selatan blok A-3  Widi Astuti  085800407236
24  Riva Dwi laya Liya  5  SDPT Ulul Abshor  Jl.Cemara Baru Samping Cemara Permai  Sugiarti  087832712285
25  Fatimah A.  5  SDPT Ulul Abshor  Jl.Pudak payung P 4 A  Esti Rahayu  081228814066
26  Adike Ayu P. 5  SDPT Ulul Abshor  Jl.Gedawang Pesona Asri E 25 A  Erna Yunita Ningrum  089507701367
27  Fatimah M. 5  SDPT Ulul Abshor Jl.Keruwing 1/13 Prunas banyumanik  Desi Satrina  081325723761
28 Khonsa Maula T.  5  SDPT Ulul Abshor  Jl.Gedawang RT 01 RW 02  Anis Turmudhi  081804245606
29  Fahreza Egi S.  6  SDPT Ulul Abshor  Jl.Karang rejo Raya no.52  Okto Nurwanto 085742310911
30  M.Syarief Sabiqul K.  6  SDPT Ulul Abshor  Jl.Krang rejo 2  Kus Wijayanti   085876209297
31  Hanif Humam S.  6  SDPT Ulul Abshor  RT 07 RW 07 Keluwihan Ungaran Barat  Badriatun Nasikah  085740726348
32  Annisa Rizki A.  6  SDPT Ulul Abshor  Jl.Rumpun Diponegoro 3/24 Banyumanik Yeni Ratmaniyat  085692427330
33  Zharifah Husna M.  6  SDPT Ulul Abshor  Jl.Waru Timur Dalam 2/40 B  Danang Chahyo P. 083842732055
34 Hanifah Syahba’ul F. 6  SDPT Ulul Abshor Jl.Gedawang RT 07/01 Banyumanik Fajar S. 087886716744
35  Adisa Mumtaz S.  6  SDPT Ulul Abshor  Jl.Kepodang Barat VI Blok C no.71 PP  Sri Setyowati  085726430228
36  M.Nasiruddin 7  SMPPT Ulul Abshor Jl.Karang rejo 2  Suharno  085866248160
37  Fitria Hanifah N.  7  SMPPT Ulul Abshor  Jl.Sedang Ello RT 06 RW 02 Banyumanik  Sri Handayani  081325153601
38  Malika Fatma I.  8  SMPPT Ulul Abshor  Jl.Pudak payung Siti Fatimah  085291003617
39  Putri Dian A.S 8  SMPPT Ulul Abshor  Jl.Karang rejo 2  Kus Wijayanti    085876209297
40  Layla Azzahra  8  SMPPT Ulul Abshor  Jl.Candi Persil no.43  Yusuf Sugiarto  081330378350
41  Ayu Purwita  8  SMPPT Ulul Abshor  Jl.Karang rejo 2  Kus Wijayanti  085876209297
42  Fatya Laily Nafi’u  9  SMPPT Ulul Abshor  Jl.Pudak payung Siroto  Tri Wartiyah  085865310474
43  Iqllas Dirgantara I.P  9  SMPPT Ulul Abshor  Jl.Tirtasari no.4 A Tembalang  Doni I.  089668801744
44  Firstia Rahmawati  10  MAK PT Ulul Abshor  Jl.Karang rejo no.25 A  Manurung Wijiastuti  085747813800
45  Ghazali Ismail  9 SMP Jl.Karang rejo no.25 A Chadidjah 082135006644
46  Ahmad Zaenul Dzikri 9 SMP Jl.karang rejo no.25 A Bambang Haris
47  Sabina Gushe Nova 9 SMP  Jl.tumpuk Sari Rumpun Diponegoro Agus Setiawan  083838634411
48  Muhammad Abdul Aziz  9  SMP  Jl.Karang rejo no.25 A  Suharno  085866248160
49  Khoiriyatun Nabila  9  SMP  Jl..Karang rejo no.25 A  Manurung Wijiastuti  085747813800
50  Yulita Indiaswati  9  SMP  Ngulu Kidul RT 03\04 Pracimantoro, Wonogiri  Manurung Wijiastuti  085747813800
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143
144
145
146
147
148
149
150
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167
168
169
170
171
172
173
174
175
176
177
178
179
180
181
182
183
184
185
186
187
188
189

4 Pesan Pembina Apel Pagi

Bismillah . . . . . .

Mengawali Pekan ke III dalam bulan November ini dengan Apel Pagi, Semoga pekan ini menjadi pekan yang lebih baik dari pekan kemaren.

upacara3
Ust. Kholiduddin

Dalam kesempatan ini sebagai pembina Upacara adalah ust. Kholiduddin. Ada 4 hal yang beliau pesankan untuk santri-santri yaitu :

  1. Senantiasa menjaga Sholat 5 waktu. Ketika Adzan dikumandangkan,segera menuju ke masjid. Da ketika sudah berada di dalam masjid, wajib menjaga Adab-adab di dalam masjid. karena masjid adalah rumah Allah.
  1. Senantiasa mentaati kedua orang tua, khususnya ibu. Karena ibulah kita dilahirkan ke dunia ini. Maka tidak ada alasan apapun untuk kita durhaka kepada kedua orang tua.
  2. Selalu menghormati guru. Guru merupakan wakil orang tua kita ketika di sekolah, maka hormati guru sebagaimana kita menghormati kedua orang tua kita.
  3. Taat pada segala bentuk peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah.

Senin, 21 November 2016

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

 

upacara4

KARAKTERISTIK PENDIDIKAN ISLAM

Pembahasan mengenai pendidikan Islam tentu tidak bisa terlepas dari karakteristik pendidikan Islam itu sendiri. Beberapa karakteristik istimewa pendidikan Islam adalah :

1) Robbaniyah

Inilah dasar ideologis yang luar biasa dalam pendidikan Islam. Dasar ini pula yang menyebabkan pakar non muslim barat “JEAN L HEURENS” mengatakan : “Islam mempunyai daya takluk yang sangat luar biasa secara damai terhadap jiwa dengan kesederhanaan teologinya, kejelasan dogma dan asas-asanya…”.

Dengan prinsip ini, setiap objek didik diberi konsumsi ilmu tauhid yang sangat dasyat, yang mampu memerdekakan dirinya, sehingga menjadi orang yang paling merdeka hidupnya. Sedangkan kemerdekaan adalah salah satu hakikat asasi makhluk untuk bisa dikatakan sebagai manusia. Pendidikan adalah memanusiakan manusia, seni membangun manusia. Manusia pada hakikatnya belum dikatakan manusia yang sebenarnya kecuali dalam dirinya ada “kemerdekaan.” Itulah sebabnya Allah SWT memberikan hikmah besar kepada Lukmanul Hakim karena mengajarkan anaknya dengan tauhid:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لا بْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَابُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ(13)

“Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah karena sesungguhnya menyekutukan Allah adalah dosa yang paling besar.” (QS. Luqman : 13)

14947524_1121822471186884_594767761445743288_n

2) Integral

Salah satu kehebatan Islam adalah senantiasa meletak-kan sesuatu secara adil. Pendidikan Islam merupakan suatu sistem pendidikan yang meletakkan dasar-dasar pendidikan secara utuh, seimbang antara berbagai aspek baik aspek aqliyah, ruhiyah, maupun jasadiyah; unsur dzikir, fikir, dan ikhtiar; pengembangan personal dan komunal; mengembang-kan kepercayaan metafisis maupun empiris, memberi beban materi dan metodologi serta perhatian terhadap dunia dan akhirat dll. Dengan sistem ini, pendidikan Islam mampu menghasilkan sosok pribadi yang utuh.

14906908_1124482124254252_7997142568461571182_n

3) Fleksibel

Murunah (lentur) adalah bagian dari sifat hakiki pendidikan Islam, di kalangan ulama telah disepakati adanya sebuah aksioma :

المحافظة على القديم الصالح والاخذ بالجديد الاصلح

“Menjaga/mempertahankan sesuatu yang lama yang baik dan mengambil/menerima sesuatu yang baru yang jauh lebih baik”.

Dengan unsur ini setiap pelaku pendidikan Islam akan menjadi dinamis, memiliki visi ke depan, tidak alergi terhadap setiap perubahan, serta menerima perubahan dari manapun asalkan dalam koridor nilai-nilai aqidah dan syariah.

14915557_1121843177851480_3314777389710812751_n

4) Realistis, Profesionalis dan Spesialis

Islam mengajarkan kepada kita agar menjadi manusia yang bercita-cita setinggi langit, akan tetapi kaki tetap berpijak di bumi. Kita boleh berkonsep sampai Z namun kita harus berani mengawalinya dari A. Sejak awal Rosulullah dan para Shahabat mendidik umat ini untuk memahami hakikat alam nyata ini. Berbekal kemampuan visi misi, ma’rifatul maidan (penghayatan dan pengalaman lapangan) kita mampu menjadi generasi tangguh, serta mampu menyelesaikan tugas-tugas hidup dengan hasil yang memenuhi standar optimal (baik dan benar), sebagaimana Rosul SAW bersabda kepada para Shahabatnya :

ان الله يحب اذا عمل احدكم عملا ان يتقنه

“Sesungguhnya Allah mencintai seorang diantara kamu yang melakukan amal dengan itqan (profesional)

(HR. Tirmidzi).

Orang tidak mungkin menghasilkan karya yang profesional kecuali dalam hidupnya memiliki minimal satu spesialisasi keilmuan. Itulah sebabnya Islam meletakkan dasar-dasar profesionalisme dengan dua sifat pokok ikhsan dan itqan.

Karakteristik pendidikan Islam yang khas tidak saja mampu menghadirkan masyarakat Madinah kala itu gegap gempita dengan suasana keagamaannya, namun pendidikan Islam yang dimulai dari rumah Arqam bin Abil Arqam sampai ke masjid Khan dan Madrasah ini juga mampu melahirkan embrio inti ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK )

Pada abad 8-9 M Islam telah menghasilkan  ilmuwan-ilmuwan terkemuka di bidang IPTEK yaitu Jabir ibn Hayyan, bapak ilmu kimia , pendiri laboratorium pertama; Al khawarizmi, matematikawan ulung pertama; Al Kindi, filsuf penggerak dan pengembang ilmu pengetahuan; Abu Kamil Syuja’, ahli aljabar Islam tertua; Ibnu Masawayh, dokter spesialis diet; Alfaghani, astronom yang karyanya banyak diterjemahkan; Tsabit bin Qurroh, ahli geometri terbesar yang membahas waktu matahari; Al Battani, astronom yang melakukan observasi secara gemilang; Habasy al Marwazi, astronom sejak remaja; Zakariyya Ar – Razi, dokter penemu penyakit cacar dan darah tinggi.

Sumber : Buku “Surat Sakti” karya : Drs. Kastori (Pengasuh Ponpes. Terpadu Ulul Abshor)

14708198_1115010081868123_6250392558277609063_n

Tafsir Surat Alkahfi Ayat 17&18

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Kahfi (Gua)
Ayat ke 17 – 18

tulisan arab alquran surat al kahfi ayat 17“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda [kebesaran] Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapat seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.” (QS. Al-Kahfi: 17)

18:18

“Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan [diri] dan tentulah [hati] kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka. (QS. Al-Kahfi: 18)

Ayat 17 menerangkan bahwa Allah berkuasa mengawasi hamba-Nya yang sedang tidur. Allah yang menjaga dan memelihara mereka dalam gua, dan Dia pula yang mengatur posisi tudur mereka. Kemudian, dalam ayat 18, Allah menyebutkan bahwa Dia membalikkan badan mereka ke kanan dan ke kiri serta menghilangkan perasaan takut dari dalam diri mereka.

Seperti Kata Mutiara dari Imam Syafi’i :

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jka tidak, kan keruh menggenang

14666075_1115009681868163_290133558891219484_n
Kajian Selasa Subuh, 25 Oktober 2016. Bersama Ust. Kastori, S.Pd. Ponpes. Terpadu Ulul Abshor