Menggapai Asa

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

تَرْجُوْ النَّجَاةَ وَ لَمْ تَسْلِكْ مَسَالِكَهَا # إِنَّ السَّفِيْنَةَ لاَ تَجْرِي عَلَي اليَبَسِ

” Kamu mengharap sebuah kesuksesan dan belum menempuh jalannya, sesungguhnya perahu itu tidaklah berlayar di atas tanah kering”. Ungkapan dari seorang penyair Arab di atas, mengingatkan kita betapa kita harus berusaha keras untuk menggapai cita-cita, asa dan impian kita. Karena tidaklah kita menggapai itu semua dengan tangan kosong tanpa usaha, ibarat sebuah perahu yang hanya dapat berlayar di air. Impian juga hanya dapat terealisasikan dengan berfikir, usaha, dan doa yang keras.

Dalam kenyataannya, banyak sekali dari anak didik kita yang masih bimbang dalam menentukan cita-citanya, padahal kita harus sudah mulai mengejarnya dari sekarang. Bukan masih bingung memilih citc-cita mana yang kita inginkan. Dan poin penting dalam menentukan  cita-cita kita adalah yang paling tinggi dan mulia.  Bukankah Presiden kita yang pertama pernah berkata ” Mimpilah setinggi langit, karena jika kam terjatuh kamu masih berada di antara bintang-bintang !”.

Cita-cita kita juga harus dapat memberi manfaat yang besar, bukan hanya untuk kita masing-masing. Namun, untuk  sesama, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ” خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ”. ” Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia”

Mulai sekarang , tentukan cita-cita besarmu ! dan untuk yang sudah mempunyai cita-cita, gapai dengan 3 rumus sukses di bawah ini,

USAHA

DOA

TAWAKKAL

Doa tanpa usaha BOHONG

Usaha tanpa doa SOMBONG

 

Bagikan

7 PERKARA YANG PAHALANYA AKAN TERUS MENGALIR MESKI KITA SUDAH WAFAT

brosur-kb

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

Dua masa dimana kita akan membutuhkan pasokan pahala. Yang pada saat itu kita sangat merasa kekurangan namun kita sudah tidak berdaya, kita tak bisa lagi melakukan amal shaleh kebaikan.
yaitu di alam barzakh dan di alam mahsyar.

Satu hari di alam mahsyar terasa Beribu tahun lamanya.
Kita mengantri dengan panjangnya antrian. Ditemani teriknya matahari yang jaraknya hanya sehasta dari kepala kita. Si fakir miskin selalu terdepan sedangkan si kaya selalu terbelakang.
Benar Semakin kaya seseorang, maka akan semakin berada dibelakang. Karena banyaknya bahan yang akan dipertanyakan. Lalu tibalah giliran kita untuk dimintai pertanggung jawaban,
Saat ditanya: “Dengan apa kau habiskan hartamu selama di dunia?”
Saat-saat itulah Tak ada yang bisa mengelak, tak ada yang boleh berbohong, semua anggota badan akan memberi kesaksian nya dengan benar.
Dan sayangnya kita tak bisa lagi memanfaatkan harta kita untuk memperberat timbangan di yaumil hisab. Tiada siapa yang mmpu menolong, Sendiri mengahadap Sang ILAHI, Hanyalah pahala yang mampu menambahkan beban berat mizan kita.

Rasulullah ﷺ bersabda:

سبع يجري للعبد أجرهن وهو في قبره بعد موته :من عَلّم علماً, أو أجرى نهراً , أو حفر بئراً , أو غرس نخلاً , أو بنى مسجداً , أو ورّث مصحفاً , أو ترك ولداً يستغفر له بعد موته.

7 perkara yang pahalanya terus mengalir
kepada hamba sekalipun ia telah dikubur setelah ia mati, yaitu:

1. Orang yang mengajarkan ilmu,
2. Mengalirkan sungai,
3. Menggali sumur,
4. Menanam pohon,
5. Membangun masjid,
6. Menyedekahkan mushaf,
7. Meninggalkan anak sholeh yang mendoakannya setelah wafatnya.”
(HR. Ibnu Majah dan al-Baihaqi)

Orang pintar yang berprestasi adalah orang yang pandai memanfaatkan hartanya dan menyiapkan bekal untuk kehidupan abadi yang sebenarnya, yaitu kehidupan di akhirat.

 

 

Bagikan

Terminal Kehidupan

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

brosur-smp-anyar

Seorang kaya raya mengalami tekanan psikis yang sangat menyakitkan. Masalah demi masalah selalu muncul. Belum selesai satu masalah, muncul masalah lain. Mulai dari kerugian demi kerugian omzet perusahaan, karyawan yang mengambil seenaknya pendapatan perusahaan, atau pencurian uang perusahaan. Di rumah, dia dipusingkan dengan ulah istri yang suka menghambur hamburkan uang, beli perhiasaan super mahal, belanja di luar negeri. Tidak sampai situ, anak gadisnya sudah berbadan dua sebelum menikah. Karena pergaulan anak gadisnya sangat bebas, selalu pulang larut malam. Belum lagi, hutang perusahaan terus mencekik bersama suku bunga yang naik setiap bulannya.
Akhirnya, dia pergi ke dokter jiwa dengan beaya sangat mahal. Bukan hanya itu, dia berkeliling dunia untuk menenangkan pikiran. Dia ikut senam yoga untuk meditasi dengan pelatihan intensif sangat mahal. Dia selalu menenangkan pikiran dengan beaya beaya yang semakin menguras asetnya. Pelatihnya khusus melatihnya untuk metidasi di puncak gunung. Dia pun membangun villa di sana dengan beaya super mahal. Dengan pelatihan khusus super mahal, tekanan demi tekanan terus berkurang. Akhirnya, dia bisa menenangkan diri sejenak. Lalu dia kembali beraktifitas seperti sedia kala.

Sahabat, sebenarnya selama ini kita melakukan pengobatan yang sebagian besar orang belum sadari. Dan semua orang cerdas tahu bahwa metode itu sangat ampuh untuk kebahagiaan seseorang. Apa itu ? Mari terus lanjutkan.

Terminal Harian dan Bulanan Yang Membawa Ketentrama Hati

Orang barat mencari cara menentramkan hati. Mereka menemukan caranya. Yaitu meditasi dengan gerakan. Intinya dia duduk mencari kesejukan jiwanya yang terpendam dalam lautan kesedihan nyata. Tapi tahukah sesungguh ajaran Islam sangat menyehatkan jiwa raga. Setiap hari, lima kali sehari, seorang muslim diwajibkan sholat lima waktu dengan waktu waktu yang sudah diatur. Metode pengobatan jiwa itu SHOLAT.

Dengan sholat, kita sejenak tinggalkan urusan dunia. Hutang, anak nakal, istri tidak patuh, sejenak disisihkan. Karena saat itulah waktunya Anda berhenti di terminal Harian. Terminal itu menjadi alat pembersih jiwa Anda, sebagaimana tubuh Anda dibersihkan dalam air bersih dan jernih, ketika Anda selesai, tubuh Anda pun segar, sehat, dan tidak satu pun noda menempel tubuh.

Hanya saja kita tidak menyadarinya. Apa alasannya ? Karena kita menjadikan sholat sebagai suatu kewajiban, bukan kebutuhan. Sangat beda antara orang yang menganggap sholat sebagai suatu kebutuhan dan kewajiban. Kewajiban, maka sebatas pelaksanaan saja. Beda dengan kebutuhan, dia akan melaksanakan penuh kenikmatan.

Bisa jadi juga orang menemukan mutiara dalam sholat karena dia mempraktekkan belum sepenuhnya perfect. Dia masih mikir hal lain selain focus pada sang pencipta, masih mikir hutang, istri, dan anak. Jika pikiran kita belum focus, maka sulit rasanya meraih kenikmatan itu. Tidak aja satu pun ajaran Islam yang menyengsarakan, semuanya penuh manfaat untuk diri.
Lalu apa itu terminal mingguan ? Yaitu sholat Jum’at.

“ Sungguh dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tentram.”

Lihat dengan seksama, itu solusi atau hanya sekadar kewajiban ? Baca sekali lagi .. hayati .. taruh dalam nurani Anda. Jika sudah, saya akan jelaskan untuk Anda.

Banyak dari kita tidak menyadari solusi dan solusi jiwa sekarat akibat menumpuk masalah sebenarnya ada di pelupuk mata. Lalu kita sering mencari cara dengan mengeluarkan banyak uang, padahal uangnya bisa digunakan untuk membantu sesama yang kekurangan. Ternyata DENGAN MENGINGAT ALLAH, HATI MENJADI TENTRAM. Nah, apa solusi jika hati gelisah, gundah, tidak bahagia ? Jelas MENGINGAT ALLAH. Nah, bagaimana cara mengingat Allah ?

Sholat sejatinya kita berhadapan dengan Allah, maka selain itu dilupakan. Dzikir pun secara Bahasa artinya mengingat, pada aplikasinya pun mengingat. Inilah solusi yang selama ini yang jarang kita perhatikan.

Anda gundah, gelisah, sedih, karena alasan apa pun ? Maka laksanakan ibadah sebanyak mungkin. Lupakan sejenak masalah Anda. Ini bukan menghindari masalah. Praktek ini adalah mengobati psikis Anda, mengobati kegundahan hati, juga membuat menentramkan hati. Bisa jadi Allah anugerahkan solusi masalah Anda seberat apa pun itu ke dalam jiwa Anda.

Sekarang tinggal Anda pilih, pengobatan dengan ibadah nyata yang diakui khasiatnya oleh orang orang cerdas dan itu dilakukan tanpa beaya apa pun. Atau seperti orang kaya di atas yang membayar sangat mahal, yang mana uangnya tadi bisa digunakan untuk membantu sesama yang lebih membutuhkan pertolongan orang kaya tadi, seperti sedekah pada anak yatim di panti, membangun masjid yang belum dibangun, dan amal sholeh lainnya.

Bagikan

TARBIYAH YANG MELAHIRKAN PARA PEJUANG

 

brosur-smp-anyar

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa diantara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Alloh akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi mereka keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Alloh, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Alloh yang diberikanNya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Alloh Maha luas (pemberianNya), Maha Mengetahui.”  (Qs. Al-Maidah: 54).

Diantara salah satu bentuk kasih sayang Alloh dan kemurahanNya kepada umat ini adalah akan selalu adanya generasi atau orang-orang yang menjaga, membela dan menegakkan dien ini pada setiap masa. Keberadaan dari generasi ini pada setiap masa tidak akan pernah kosong, meskipun dengan tokoh dan tempat yang mungkin saja berganti-ganti. Ketika di tengah-tengah umat Islam marak dengan kesyirikan dan bid’ah maka Alloh memunculkan para ulama yang berpegang teguh dengan tauhid dan sunnah yang menyeru umat untuk kembali kepada manhaj yang lurus. Dan tatkala umat ini mengalami kedzoliman dari kaum kafir maka Alloh menghadirkan para mujahid dan para komandannya yang menjadi pembela dan penjaga umat ini.

Kehadiran dari generasi pilihan yang dijanjikan oleh Alloh pada setiap masa menjadi pelita yang menerangi jalannya umat ini dan pemandu menapaki jalan kebenaran. Mereka adalah orang-orang yang terasing pada zamannya, namun dirindukan kehadirannya di tengah-tengah umat sebagai pelipur lara dan penyejuk mata. Adakalanya mereka berada di belahan dunia bagian timur, adakalanya ada di bagian barat, atau mereka berada di banyak tempat. Generasi ini laksana mutiara-mutiara yang tersimpan, ia lahir dari umat ini dan menjadi pembela dan penjaga umat ini. Mereka bukan manusia yang diturunkan secara khusus dari langit, tapi mereka adalah anak-anak dari umat ini.

Namun ketahuilah, bahwa generasi pilihan dari umat ini yang muncul setiap masa tidak lahir serta merta tanpa melalui proses panjang. Generasi tersebut meskipun berbeda tokoh dan tempat keberadaannya namun sesungguhnya mereka lahir melalui proses yang sama. Karenanya agar pada umat ini terus lahir generasi pejuang maka proses untuk melahirkan para pejuang harus tetap dihidupkan. Dan hendaknya agar anak-anak umat ini kelak muncul sebagai pejuang yang membela dan menjaga umat ini, maka mereka harus melalui proses yang sama.

Proses untuk lahirnya atau terbentuknya generasi pejuang yang menjaga dan membela umat ini adalah tarbiyah dalam berbagai jenisnya. Maka siapa yang ingin dirinya dan anak-anaknya menjadi mujahid, yang melalui tangannya Alloh menjaga dan mengokohkan dienNya, mereka harus melewati tarbiyah yang sama. Dan diantara tarbiyah yang harus dilalui untuk melahirkan atau membentuk generasi pejuang adalah:

Seorang hamba yang rela mengorbankan waktu, tenaga, harta, jiwa dan raganya untuk membela dienulloh sudah dipastikan karena ia mencintainya. Dan cinta terhadap dienulloh hanya bisa tumbuh kecuali disebabkan karena ia mengetahui dan meyakini bahwa ia dien yang benar dan dien yang akan membawa keselamatan bagi pengikutnya. Tidaklah pengetahuan dan keyakinan seperti itu muncul kecuali setelah seseorang mempelajari dengan tekun akan dienulloh. Inilah tarbiyah yang dialami setiap pejuang dari umat ini sejak generasi pertama Islam (para sahabat) sampai generasi terakhir umat ini.

Alloh ‘Azza Wa Jalla berfirman:

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الأمِّيِّينَ رَسُولا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ  .وَآخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayatNya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata, dan juga kepada kaum yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah yang Maha perkasa, Maha bijaksana”. (Qs. Al-Jumu’ah: 2-3).

Hal itulah yang dilakukan oleh Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallamuntuk membina umat generasi pertama sehingga menjadi kesatria yang berjuang untuk menegakkan dienulloh. Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan para sahabat tentang dien dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an. Dengan mereka memahami ayat-ayat Al-Qur’an maka terkikislah keyakinan syirik dan paham-paham jahiliyah yang bersemayam di dada-dada mereka. Kemudian tumbuh suburlah keyakinan tauhid dalam diri mereka yang menjadikan mereka pribadi-pribadi baru yang suci dan kembali kepada fitrahnya. Dan jadilah mereka generasi yang berjalan dimuka bumi laksana Al-Qur’an dan Sunnah yang berjalan dikarenakan kedekatan mereka dengan keduanya.

Proses tarbiyah dieniyah yang demikian terus diwariskan dari generasi sahabat hingga generasi-generasi selanjutnya. Sehingga jika kita membaca biografi seorang tokoh pejuang Islam maka akan disebutkan bahwa ia belajar Al-Qur’an dari ulama fulan, belajar fiqih dari ulama fulan, belajar hadits dari ulama fulan dan begitu seterusnya.

Rekam jejak para ulama dan para pemimpin umat ini selalu disebutkan tentang proses tarbiyah dieniyah mereka. Sebab dengan itu akan diketahui kualitas keilmuan dan kelurusan manhajnya.

Bacalah biografi Imam Ahmad, Imam Syafi’i, Imam Bukhori, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan yang lainnya, pasti akan kalian temukan riwayat mereka menuntut ilmu. Dan akan kalian dapatkan nama-nama guru yang berjasa mendidik dan membentuk karakternya. Maka setiap muslim dan anak-anaknya yang hendak mengambil bagian sebagai pejuang Islam harus menempuh jalan pendahulunya. Maka harus mendatangi orang-orang ‘alim yang menempuh manhaj Istiqomah untuk mengambil manfaat ilmu dari mereka. Bukan hanya ilmu yang di ambil dari sang guru, namun juga keteladanan dan sifat baik yang ada padanya.

 

Bagikan