JANGAN BERDEBAT DENGAN ORANG-ORANG BODOH

♻  Imam  Syafi’i  Berkata  :

 

مَا نَاظَرْتُ أَحَدًا قَطُّ عَلَى الْغَلَبَةِ

“  Aku  Tidak  Pernah  Berdebat  Untuk  Mencari  Kemenangan ” { Tawali  Ta’sis  Halaman. 113  Oleh  Ibnu  Hajar }.

 

Namun  Jika  Yang  Kita  Hadapi  Ternyata  Adalah  Orang – Orang  Jahil,  Maka  Lain  Perkaranya.

 

Bahkan  Imam  Syafi’i  Rahimahullah  Berkata  :

” Aku  Mampu  Berhujah  Dengan  10  Orang  Yang  Berilmu, Tetapi  Aku  Pasti  Kalah  Dengan  Seorang  Yang Jahil,  Karena Orang  Yang  Jahil   Itu  Tidak   Pernah  Faham  Landasan Ilmu.”

 

Maka  Dari  Itu,  Kita  Mending  Mengalah  Saja  Dengan  Orang Yang  Jahil.  Jika  Tidak,  Maka  Kita  Akan  Sama –  Sama  Turut  Jahil.  Maka  Diam  Saja  Itu Penyelamat,  Daripada Diteruskan  Saling  Berbantahan  Yang  Tiada  Kesudahan.

 

Lengkapnya  Dari  Imam  Syafi’i  Rahimahullah  Dalam  Sikap Menghadapi  Orang – Orang  Jahil   :

ﺍِﺫَﺍ ﻧَﻄَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻔِﻴْﻪُ ﻭَﺗُﺠِﻴْﺒُﻬُﻔَﺦٌﺮْﻳَ ﻣِﻦْ ﺍِﺟَﺎﺑَﺘِﻪِ ﺍﻟﺴُّﻜُﻮْﺕُ

” Apabila  Orang  Bodoh  Mengajak  Berdebat  Denganmu, Maka  Sikap  Yang  Terbaik  Adalah  Diam,  Tidak  Menanggapi

 

ﻓَﺎِﻥْ ﻛَﻠِﻤَﺘَﻪُ ﻓَﺮَّﺟْﺖَ ﻋَﻨْﻬُﻮَﺍِﻥْ ﺧَﻠَّﻴْﺘُﻪُ ﻛَﻤَﺪًﺍ ﻳَﻤُﻮْﺕُ

” Apabila  Kamu  Melayani,  Maka  Kamu  Akan  Susah  Sendiri. Dan  Bila  Kamu  Berteman  Dengannya,  Maka  Ia  Akan  Selalu Menyakiti  Hati ”

ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ ﺳَﻜَﺖَّ ﻭَﻗَﺪْ ﺧُﻮْﺻِﻤَﺖْ ﻗُﻠْﺖُ ﻟَﻬُﻤْﺎِﻥَّ ﺍﻟْﺠَﻮَﺍﺏَ ﻟِﺒَﺎﺏِ ﺍﻟﺸَّﺮِ ﻣِﻔْﺘَﺎﺡُ

” Apabila  Ada  Orang  Bertanya  Kepadaku,  : “  Jika  Ditantang  Oleh  Musuh,  Apakah  Engkau  Diam ?? ”

 

Jawabku  Kepadanya :  “   Sesungguhnya  Untuk  Menangkal Pintu – Pintu  Kejahatan  Itu  Ada  Kuncinya. ”

ﻭَﺍﻟﺼُّﻤْﺖُ ﻋَﻦْ ﺟَﺎﻫِﻞٍ ﺃَﻭْ ﺃَﺣْﻤَﻖٍ ﺷَﺮَﻓٌﻮَﻓِﻴْﻪِ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻟِﺼَﻮْﻥِ ﺍﻟْﻌِﺮْﺽِ ﺍِﺻْﻠَﺎﺡُ

” Sikap  Diam  Terhadap  Orang  Yang  Bodoh  Adalah  Suatu Kemuliaan.  Begitu  Pula  Diam  Untuk  Menjaga  Kehormatan Adalah  Suatu  Kebaikan ”

 

Lalu  Imam  Syafi’i  Berkata  :

ﻭَﺍﻟﻜَﻠﺐُ ﻳُﺨْﺴَﻰ ﻟَﻌَﻤْﺮِﻯْ ﻭَﻫُﻮَ ﻧَﺒَّﺎﺡُ

” Apakah  Kamu  Tidak  Melihat  Bahwa  Seekor  Singa  Itu Ditakuti  Lantaran  Ia  Pendiam ??  Sedangkan  Seekor  Anjing Dibuat  Permainan  Karena  Ia  Suka  Menggonggong  ?? ”

{ “  Diwan  As  –  Syafi’i ”  Karya  Yusuf  Asy – Syekh  Muhammad Al – Baqa’i }

 

♻  Beliau  Rahimahullah  Menambahkan  :

” Orang  Pandir  Mencercaku  Dengan  Kata – Kata  Jelek

Maka  Aku  Tidak  Ingin  Untuk  Menjawabnya.  Dia  Bertambah Pandir  Dan  Aku  Bertambah  Lembut,  Seperti  Kayu  Wangi Yang  Dibakar  Malah  Menambah  Wangi ”

{ Diwan  Asy – Syafi’i  Hal. 156 }.

 

♻  Maka :  Tidak  Perlu  Kita  Berdebat  Dengan  Orang –  Orang  Yang  Nantinya  Hanya  Akan  Menghinakan  Diri  Kita  Sendiri, Bahkan  Bisa  Jadi  Juga  Menghinakan  Para  Ulama.

 

♻  Untuk  Itu  Imam  Syafi’i  Berkata  Kepada  Orang  Jahil  Yang Menantangnya  Berdebat  :

” Berkatalah  Sekehendakmu  Untuk  Menghina  Kehormatanku, Toh  Diamku  Dari  Orang  Hina  Adalah  Suatu  Jawaban. Bukanlah  Artinya  Aku  Tidak  Mempunyai  Jawaban,  Tetapi Tidak  Pantas  Bagi  Singa  Meladeni  Anjing ”

 

♻  Dan  Nabi  Muhammad  Shållallåhu  ‘Alaihi  Wa  Sallam  Juga Telah  Bersabda :

“  Aku  Akan  Menjamin  Sebuah  Rumah  Di  Dasar  Surga  Bagi Orang  Yang  Meninggalkan  Debat  Meskipun  Dia  Berada Dalam  Pihak  Yang  Benar.  Dan  Aku  Menjamin  Sebuah Rumah  Di  Tengah  Surga  Bagi  Orang  Yang  Meninggalkan Dusta  Meskipun  Dalam  Keadaan  Bercanda.  Dan  Aku  Akan Menjamin  Sebuah  Rumah  Di  Bagian  Teratas  Surga  Bagi Orang  Yang  Membaguskan  Akhlaknya. ”

{ Hadits  Riwayat.  Abu  Dawud  Dalam  Kitab  Al – Adab,  Hadits No.  4167.  Dihasankan  Oleh  Al – Albani  Dalam  As – Shahihah 273  As – Syamilah }.

 

♻  Sudaraku  ….  Berdebat  Tidaklah  Terlarang  Secara  Mutlak, Karena  Terkadang  Untuk  Meluruskan  Sebuah  Syubhat Memang  Harus  Dilalui  Dengan  Berdebat.  Dan  Debat  Itu Terkadang  Terpuji,  Terkadang  Tercela,  Terkadang  Membawa Mafsadat  { Kerusakan }  Dan  Terkadang  Membawa Mashlahat.

Bagikan

Kelembutan Hati Umar

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

brosur-smp-anyar-depan

Suatu hari, sekelompok anak bermain penuh kegirangan. Mereka sangat menikmati permainan mereka. Tapi seketika mereka tersentak kaget. Tubuh mereka merinding ketakutan. Mereka melihat sosok lelaki gagah di dekat mereka. Rasa takut mereka semakin kencang ketika lelaki itu berjalan mendekati mereka.
Anak anak itu tahu lelaki itu ditakuti oleh banyak orang karena wataknya yang keras. Lelaki itu penuh wibawa tinggi dan gagah. Jangankan manusia, jin pun berlari menjauh ketika melihat sosok lelaki itu di pelupuk mata mereka. Dialah Umar Bin Khattab, seorang pemimpin tegas dan berkarakter keras dan juga kaya raya.

Tapi dari sekian banyaki anak yang bermain itu, ada seorang anak yang berdiri di tempat. Dia tidak mengikuti seluruh temannya yang lari ketakutan. Bahkan anak itu terus memandangi Umar dengan pandangan lunak. Sehingga Umar berada tepat di depannya. Tapi anak itu tidak juga menjauh.

Umar berkata,
“ Kok kamu tidak menghindar seperti teman teman mu ?”
Anak itu menjawab dengan tegas,” Apa salah saya sehingga saya lari. Kenapa saya lari melihat Anda, saya sama sekali tidak membuat suatu keburukan dengan Anda.”
Umar tersenyum. Seketika itu, dia merogok sakunya untuk mengambil uang, lalu diberikan uang itu pada anak itu.

***
Malam itu, Umar berjalan berkeliling sendiri untuk memantau keadaan. Umar mendengar suara tangis seorang bocah. Seketika itu dia mendekat. Di relung kegelapan, dia melihat seorang bocah dipangku ibunya yang lesu lemah tiada daya. Kelaparan dahsyat menjadi penyebab.

“ Ada apa denganmu ?” Tanya khalifah Umar.
“ Anakku kelaparan, dia butuh makan,” kata ibu sang anak.
Umar pun mengiba. Seketika itu juga, dia berlari menuju gudang untuk mengambil satu karung gandum. Dia mengangkat seorang diri di tengah kegelapan malam. Keringat bercucuran. Dia tidak peduli jabatannya sebagai pemimpin yang notabene berada dalam kemewahan dan kemudahan hidup. Sesampai di saana, Umar masih mendengar jeritan rasa lapar berbentuk tangis.

Umar berlinang air mata. Dia pun memasang api, lalu memasak gandum seorang diri. Setelah matang, dia menghidangkan makanan untuk ibu dan anak yang kelaparan itu. Umar tersenyum melihat mereka bisa menghapus rasa lapar.

***

Dia memang berwatak keras. Tapi hatinya begitu lembut, bahkan lebih lembut dari orang bertutur kata paling lembut. Watak memang karakter yang ada pada diri orang. Dan itu harmonisasi kehidupan. Ada sahabat berwatak sangat lembut sekali seperti Abu Bakar. Ada juga yang keras seperti Umar.

Tapi kelembutan hati mutlak dimiliki setiap insane beriman. Dan Umar membuktikannya dengan tindakan nyata. Di zaman sekarang, tidak mudah rasanya punya pemimpin yang sangat berempati pada rakyatnya. Bicara sangat mudah, tapi aplikasi itulah yang harus dipenuhi. Karena bila ucapan itu, tindakannya ya harus itu.

Banyak orang main logika, jikalau hati mudah memaafkan ibarat piring yang jatuh dipecahkan, dan tidak mungkin disatukan. Sahabat, berkaca dari tema di atas, jangan mengibaratkan hati dengan piring. Semua tahu piring benda keras. Dan benda keras mudah pecah. Kalau hati itu benda keras, niscaya cahaya hidayah akan memantul. Ketika disakiti secuil saja, kekerasannya akan muncul karena materialnya keras. Hati bukan seperti itu hakekatnya.

Hati ibarat gabus. Yang empuk dan lembut. Jikalau disentuh terasa lembut. Begitu pula jatuh, dia akan tetap lembut dan utuh. Walaupun pernah disakiti, dia akan tetap tegar dan memafkan . Karena dia tahu esok akan menjadi kebaikan baginya jikalau dia mau berdamai dengan masa lalunya.

Bagikan

Rahasia Keberhasilan Seorang Muslim

ontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

psb1

Di dalam Alqur’an Allah memanggil nabi dengan nama aslinya, kecuali Nabi Muhammad, yang dipanggil dengan sebutan “Wahai Rosul”. Ini menandakan betapa mulianya Nabi Muhammad di sisi Allah dan agung dimata manusia. Untuk menjadi manusia pilihan harus melewati ujian demi ujian, rintangan demi rintangan, cobaan demi cobaan.

Begitu juga dengan umat Nabi Muhammad, Allah akan mengangkat umatnya dengan diberikan ujian dan cobaan. Adapun sebab orang muslim diuji Allah adalah :

  1. Karena dicintai Allah, karena kecintaan Allah pada hambanya maka Allah akan menaikkan derajat umatnya dengan diberikan ujian dan cobaan. Berbeda dengan manusia yang dibenci Allah maka akan diberikan Azab. Salah satu sukses agar lulus ujian adalah dengan bersyukur atas adanya ujian dan bersungguh-sungguh dalam menghadapi ujian.
  2. Orang yang menginginkan keberhasilan harus mau melakukan kesulitan.

Manusia yang ujiannya sangat dahsyat adalah para nabi dan rosul. Maka ketika kita mengahadapi ujian, kunci suksesnya adalah mengingat Allah seperti dalam surat Attaubah.

Ringkasan materi I oleh Ust. Kastori

Dauroh Tarohiyah di Puri Agung, Bandungan.

 

Bagikan

Pentingnya Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

albusyro

“Hendaklah engkau senantiasa menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar sungguh engkau orang yang beruntung.”

Barang siapa diantara kalian melihat kemungkaran ubahlah dengan tangannya, lisannya dan hatinya (HR. Muslim)

Wajib merubah kemungkaran dengan apapun. amal ma’ruf nahi mungkar itu adalah kewajiban kolektif (setiap orang muslim harus melekat pada dirinya).

Orang yang tidak respek mengubah kemungkaran maka dia hilang keimanannya.

Siapa yang jihad melawan mereka kemungkaran dengan tangannya maka dia seorang mukmin.

Berkata Abdulloh bin masyud. Hancur- hancur orang tidak mengenal makruf dan mungkar.

Orang yang tidak mengenal amal ma’ruf nahi mungkar maka doanya tidak akan diterima (Hadist Sholih)

Sungguh kalian tidak beramal ma’ruf dan tidak mencegah kemungkaran yang akan memperoleh siksaan dan dia berdoa maka tidak dikabulkan doanya (H.R. Tirmidzi)

Ini adalah yang melanda kaum muslimin yang krisis mental.

Setiap umat punya waktu terbatas

ciri tarbiyah adalah

  1. kegiatan belajar mengajar terus-menerus
  2. cari ilmu sampai kamu mati
  3. pendidikan mengajarkan untuk berkorban

By: Nurul

Bagikan

GURU

brosur-smp-anyar-depan

Terimakasih ku ucapkan

Pada guruku yang tercinta

Semua ilmu yang engkau berikan

Selalu berguna untukku

Guruku ….

Engkau selalu membimbingku

Engkau adalah orang tuaku yang kedua

Di dalam hidupku

Engkau adalah patriot pahlawan bangsa

Oh guru…

Jasamu takkan pernah kami lupakan

Pengorbananmu akan kami ingat selalu

Engkau bagaikan pelangi

Yang menghiasi dunia ini

Hanyalah sebuah puisi kecil

Yang ku berikan untukmu

Tidaklah sebanding dengan yang kau lakukan

Terimakasih wahai guru…

We never forget you…

 

Puisi  dari Putri Utami Kelas IX

Bagikan