Guru Sebagai Al Muaddib

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

albusyro

Guru adalah manusia yang digugu dan ditiru, ajakannya mengikuti kaidah alqudwah qabla dakwah, serta ia adalah orang yang ucapannya adalah perbuatannya.

Agar bisa menjadi teladan yang baik, seorang murobbi harus mengarahkan dirinya untuk ber-uswah  kepada Rosulullah Saw, karena keteladanan beliau adalah keteladan-an yang paripurna sebagaimana firman Allah SWT :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rosulullah suri tauladan yang baik” (QS. Al Ahzab : 21)

Hal yang  harus diperhatikan oleh para guru adalah upaya untuk senantiasa menjalankan ibda’ binafsik (memulai dari diri sendiri)  ketika mengajarkan kebaikan kepada  orang lain (peserta didik) agar tidak mendapatkan murka Allah SWT  karena mengajarkan hal-hal yang dia sendiri tidak melakukan-nya.

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ(3)

“Amat besar kebencian disisi Allah  bahwa kamu mengatakan  apa-apa yang  tiada kamu kerjakan” (QS. Ash Shaff : 3)

Bagikan

Guru Sebagai AlWalid

dauroh-refleksi

Guru merupakan orang tua bagi anak didiknya. Dia adalah tempat mengadu segala problematika dirinya, sehingga antara guru dan anak didiknya tidak ada sekat-sekat psikolo-gis yang mengganggu / menghalangi ungkapan-ungkapan hati yang paling pribadi sekalipun. Guru yang menjadi orang tualah yang mampu melakukan kaidah, nglurug tanpa bala, sugih tanpa banda, menang tanpa ngasorake (maju ke pertempuran tanpa pasukan, kaya tanpa harta, menang tanpa merendahkan), terhadap anak-anaknya.

 

Bagikan

Program Bea Siswa

BISMILLAH, Hanya dengan izin Alloh Taala dengan keterbatasan finansial  namun dengan spirit cinta anak bangsa. Kami ikut sedih serta prihatin yang sangat mendalam melihat rusaknya mental, karakter, dan akhlak anak bangsa yang kita cintai ini.

Dengan kesadaran yang dalam mengingat wajibnya menegakkan karakter dasar bangsa “ATAS BERKAT RAHMAT  ALLAH YANG MAHA KUASA” Maka kami berusaha keras melakukan perjuangan dari berbagai sisinya, salah satunya  kerja sama Pembangunan karakter lewat pendidikan formal dengan LPPT Ulul Abshor sebagai lembaga pendidikan yang mashur dalam membangun karakter bangsa, dalam bentuk pemberian Beasiswa Khusus bagi  sebagian tamu PSB yang sudah terdaftar dalam Buku Tamu.

Persyaratan Mendapat Fasilitas tersebut :

  1. Memberikan Komentar pada materi ” 10 KESALAHAN FATAL PENDIDIKAN KITA SAAT INI ” di bawah ini.
  2. Komentar di kirim lewat WA atau sms ke : Nur Kunaifi : 085 741 451 426 (WA).

Adapun Fasilitas yang kami berikan adalah :

  1. Jika mendaftar pada Hari Senin, 13 Februari 2017 akan mendapat Diskon DPP : 75% dan SPP : 75% (Sekaligus Daftar Ulang)
  2. Jika mendaftar pada Hari Selasa, 14 Februari 2017 akan mendapat Diskon DPP : 50% dan SPP : 50% (Sekaligus Daftar Ulang)
  3. Jika mendaftar pada Hari Rabu, 15 Februari 2017 akan mendapat Diskon DPP : 25% dan SPP : 25% (Sekaligus Daftar Ulang)

Adapun sebagian peserta buku tamu yang berhak mendapat fasilitas tersebut adalah :

  1. Ibu Nur Khasanah alamat : Gedawang
  2. Ibu Listiyana Yuniarti, Alamat : Kruing Raya
  3. Ibu Yati, Banyumanik
  4. Ibu Hani, Alamat : Banyumanik
  5. Ibu Hasna, Alamat: Kanguru Raya

Peserta yang namanya tidak terdaftar diatas bisa ikut berpartisipasi dengan mendapatkan Fasilitas Khusus dari Panitia PSB serta Kaos Menarik.

Materi yang dikomentari !

10 KESALAHAN FATAL PENDIDIKAN KITA SAAT INI

  1. Tidak melibatkan wahyu dalam basis filosofisnya (Jauh dari nilai Ketuhanan), hanya mengandalkan otak dan pengalaman pragmatis.
  2. Terjadi kesalahan fatal dalam memandang manusia. Manusia hanya dipandang sebagai fisik ansih/ “Robot”, kurang perhatian terhadap unsur ruhaniyah.
  3. Memandang rendah profesi guru dibanding yang lainnya, dan menjadikan profesi guru sebagai kerja sambilan daripada tidak bekerja. Padahal profesi guru adalah profesi yang pa-ling mulia yaitu hampir-hampir seperti profesi kerasulan.
  4. Tidak melihat pendidikan sendiri sebagai tumpuan perubahan, sebaliknya cenderung mengharapkan perubahan dari bidang lain. Padahal pendidikan bukan segalanya, namun dengab izin dan takdir Alloh Taala segalanya dari pendidikan.
  5. Senang memberikan ikan, lupa memberikan kail dan penggunaannya kepada anak didik.
  6. Suka melakukan pengajaran, kurang pandai melakukan pendidikan.
  7. Sukses memberikan raport dan ijazah (angka dan label), kurang (bahkan tidak sukses) memberikan ilmu.
  8. Kurang pandai membuat orang pintar, apalagi mampu membuat jaringan kader yang memiliki basis karakter
  9. Terjadi kebiasaan ekstrim kiri,menyangkanya konversi modernisasi padahal westernisasi. Esktrim kanan menyangkanya islamisasi padahal arabisasi.
  10. Menyimpang dari hakikat pendidikan yaitu pembentukan keyakinan dan akhlak yang melahirkan karaker. Sementara pendidikan saat ini hanya menekankan dan berlebihan dalam membentuk otak kiri (berlebihan dalam kognitif saja).

 

Bagikan

25 KESALAHAN FATAL PENDIDIKAN KITA SAAT INI

Kontributor : Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB)

Ponpes. Terpadu Ulul Abshor

albusyro

  1. Tidak melibatkan wahyu dalam basis filosofisnya (Jauh dari nilai Ketuhanan), hanya mengandalkan otak dan pengalaman pragmatis.
  2. Terjadi kesalahan fatal dalam memandang manusia. Manusia hanya dipandang sebagai “Robot”, kurang perhatian terhadap unsur ruhaniyah.
  3. Memandang rendah profesi guru dibanding yang lainnya, dan menjadikan profesi guru sebagai kerja sambilan daripada tidak bekerja. Padahal profesi guru adalah profesi yang pa-ling mulia yaitu hampir-hampir seperti profesi kerasulan.
  4. Menyimpang dari hakikat pendidikan yaitu pembentukan keyakinan dan akhlak. Sementara pendidikan saat ini hanya menekankan dan berlebihan dalam membentuk otak kiri (berlebihan dalam kognitif saja).
  5. Terdistorsi menjadi pengajaran klasikal padahal hakikat pengajaran adalah face to face, jika ada seratus orang yang akan diajar maka minimal ada seratus desain watak orang.
  6. Sibuk berurusan dengan kulit dan meninggalkan isi.
  7. Tidak melihat pendidikan sendiri sebagai tumpuan perubahan, sebaliknya cenderung mengharapkan perubahan dari bidang lain. Padahal pendidikan bukan segalanya, namun segalanya dari pendidikan.
  8. Hanya senang bergumul dengan soal-soal jangka pendek, kurang telaten mengurusi agenda jangka panjang.
  9. Sering berfikir linier, kurang memahami pola spektrum dalam berfikir.
  10. Senang membuat kehebatan fisik, kurang pandai membangun kehebatan pengelola fisik (SDM).
  11. Sangat pandai melihat kesalahan orang lain, kurang suka melakukan introspeksi.
  12. Senang membuat dan menawarkan program revolusioner, namun tidak pandai membangun infra struktur revolusi.
  13. Sangat pandai membongkar, agak bodoh dalam bongkar pasang.
  14. Sangat gegabah merumuskan program strategis dan kurang sabar pada hakikat perjuangan, yaitu waktu yang panjang dan jalan yang terjal.
  15. Hanya gegap gempita di wilayah teknis, sangat sunyi pada wilayah strategis.
  16. Senang memberikan ikan, lupa memberikan kail dan penggunaannya kepada anak didik.
  17. Suka melakukan pengajaran, kurang pandai melakukan pendidikan.
  18. Sukses memberikan raport dan ijazah (angka dan label), kurang (bahkan tidak sukses) memberikan ilmu.
  19. Sering menjadikan anak didik sebagai obyek saja, jarang memperlakukannya sebagai subyek dan obyek.
  20. Menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber belajar dan sumber kebenaran, bukan sebagai penyampai kebenaran dan salah satu sumber kebenaran.
  21. Senang bermimpi masa depan, kurang pandai membangun bekal saat ini.
  22. Gemar membuat organisasi pendidikan, kurang mampu membuat jaringan kader.
  23. Sangat suka membuat program, kurang mampu mempertelakan agenda di dataran praktis.
  24. Senang bernostalgia dengan sejarah kejayaan masa silam, lupa menyerap dan mengambil pelajaran darinya.
  25. Bertumpu dan bergantung pada kekuatan makhluk bukan pada kekuatan Alloh SWT.

 

Bagikan

Guru Sebagai Muajih

 

albusyro

Guru dalam proses pendidikan Islam tidak hanya dituntut untuk menguasai sejumlah materi yang akan diberi-kan kepada anak didiknya. Ia juga harus menguasai berbagai strategi, metode, dan teknik guna kelangsungan transrformasi dan internalisasi materi pelajaran. Penguasaan terhadap metode menjadikan proses dan hasil KBM lebih berhasil dan berdaya guna. Dengan metode yang canggih, anak mampu terlibat baik secara emosional dan intelektual dalam setiap aktivitas belajar sehingga apapun kegiatan yang dilakukan akan memiliki nuansa kebermaknaan yang tinggi. Metode yang tepat dan menarik, menjadikan hubungan guru dan anak didik laksana sahabat, sebagaimana Rasulullah SAW  ber-sama para shahabatnya dahulu.

Allah berfirman yang artinya :

وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ

“Dan carilah jalan (metode) yang mendekatkan diri kepada-Nya dan bersungguh-sungguhlah pada jalanNya.”

(QS. Al Maidah : 35)

 

Dalam kaidah usuliyah dikatakan :

“Perintah-perintah terhadap sesuatu merupakan perintah juga mencari mediumnya (metodenya), dan bagi medium hukumnya sama dengan apa yang dituju.”

Hal-hal yang perlu diperhatikan guru dalam prosedur pembuatan metode pendidikan antara lain:

  1. Tujuan Pendidikan
  2. Anak Didik
  3. Situasi dan Kondisi
  4. Fasilitas
  5. Pribadi Pendidik

Adapun asas-asas pelaksanaan metode pendidikan yang perlu diperhatikan antara lain : asas motivasi, aktivitas, aper-sepsi, ulangan, korelasi, konsentrasi, individualisasi, sosiali-sasi, evaluasi, kebebasan, lingkungan, globalisasi dan pem-biasaan.

Bagikan