Arsip Kategori: Aqidah

SAMARA-ta

Alhamdulillah  . . . . .

Telah dibuka !!!!

LEMBAGA PENDIDIKAN PARENTING

PESANTREN TERPADU ULUL ABSHOR

“BIRO JODOH”

SAMARA-ta

(SAkinah MAwadah WArohmah-tahap awal)

 

Pendaftaran :

Jl. Karangrejo II, No. 25A, Banyumanik, Semarang

Telp. Ponpes (024) 70634635

Ust. Kastori

Hikmah Dibalik Hujan

Musim penghujan telah tiba menyapa kita. Ada perasaan senang, juga terkadang muncul rasa was was mengingat ancaman banjir setiap saat bisa terjadi. Seringkali juga kita mendengar orang marah-marah dan mengutuk turunnya hujan. Astaghfirullah…

Coba kita renungkan…

Hujan ini turun tanpa perlu kita minta. Bersyukurlah kepada Allah SWT yang menurunkan hujan tanpa memungut apapun dari kita. Tak perlu kita melakukan ritual mengorbankan manusia atau harus menari-nari memanggil hujan seperti kebanyakan masyarakat primitif. Bahkan sering tanpa shalat istisqa pun, Allah SWT tetap memberikan rahmat-Nya melalui hujan.

Hujan merupakan salah satu perkara terpenting bagi kehidupan di muka bumi. Hujan merupakan sebuah prasyarat bagi kelanjutan aktivitas di suatu tempat tertentu. Hujan memiliki peranan penting bagi semua makhluk hidup, termasuk manusia.

Bagaimana hujan terbentuk tetap menjadi misteri bagi manusia dalam kurun waktu yang lama. Hanya setelah ditemukannya radar cuaca, barulah dapat dipahami tahapan-tahapan pembentukan hujan. Tahapan-tahapan ini secara terperinci telah tertulis dalam Al-Qur’an berabad-abad tahun lalu sebelum informasi mengenai pembentukan hujan disampaikan :

اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا فَتَرَى

الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ ۖ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

“Allah, dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakinya, danmenjadikannya bergumpal-gumpal lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambanya yang dikehendakinya, tiba-tiba mereka menjadi gembira” (QS.Ar-Rum : 48)

Diantara keberkahan dan manfaat hujan adalah manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan sangat membutuhkannya untuk keberlangsungan hidup, sebagaimana Allah SWT telah berfrman :

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-Anbiya :30)

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ ۚ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

“Dan Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus ada dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji(QS. Asy-Syuura : 28)

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam” (QS. Qaaf :9)

Berdasarkan ayat-ayat diatas sudah sepantasnya kita bersyukur atas turunnya hujan  sebagai rahmat dan anugrah dari Allah SWT dan tanda-tanda kekuasaan-Nya. Maka, sudah sepantasnya kitasebagai seorang muslim tidak mengeluh “ yah hujan lagi..” , “gara-gara hujan cucian ga bisa kering”, gara-gara hujan jadi banjir dimana-mana…”. Sungguh, kata-kata ini tidak ada manfaatnya sama sekali dan tentu saja akan masuk dalam catatan amal yang jelek.

Adapun beberapa amalan yang dapat kita lakukan pada saat turunnya hujan antara lain :

  1. Memperbanyak doa.

Hujan adalah termasuk salah satu kategori waktu yang mudah dikabulkannya do’a-do’a.

Rasulullah SAW bersabda :

“Bergegaslah berdo’a di waktu-waktu yang mustajab, yaitu ketika bertemunya dua pasukan di medan pertempuran, ketika shalat hendak dilaksanakan, dan turunnya hujan” (HR. Baihaqi)

  1. Berdoa saat turunnya hujan sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT.

“Aisyah RA berkata, “Nabi SAW ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan ‘Allahumma shoyyiban nafi’an’ (Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat)

  1. Berdoa ketika ada petir atau halilintar

Apabila Abdullah bin Az Zumair mendengar petir, dia meghentikan pembicaraan kemudia mengucapkan :

Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi” (Maha Suci Allah yang halilintar bertasbih dan memuji-Nya, begitu juga para malaikat, karena takut kepada-Nya) (Al-Muwaththa’ 2/992. Al-Albani berkata : Hadits diatas mauquf yang shahih sanadnya)

Nabi Muhammad SAW suatu saat pernah meminta diturunkan hujan. Kemudian ketika hujan turun begitu lebatnya, beliau memohon kepada Allah SWT agar cuaca kembali menjadi cerah. Nabi Muhammad SAW berdoa :

Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari [Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan].(HR. Bukhari)

Wallahu A’lam Bish-Shawab…

Semoga kita bisa merenungkan dibalik turunnya hujan…